onlinentt.com-ROTE NDAO-Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot’ek menanggapi beberapa hari terakhir ini banyak pertanyaan yang beredar terkait Bibit Siklon Tropis 93S akibat ada suatu studi atau penelitian dari peneliti BRIN yang membuat masyarakat dilanda kebingungan dan ketakutan.
Sti menyampaikan, terkait informasi yang beredar tentang Bibit Siklon Tropis 93S tersebut, perlu disampaikan bahwa sistem ini berawal dari sirkulasi siklonik di Laut Banda pada 6 Desember 2025 dan saat ini posisinya sudah menjauh dari wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga beberapa hari ke depan, tidak ada Siklon Tropis yang masuk ke wilayah NTT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Periode November–April merupakan musim tumbuh Bibit Siklon dan Siklon Tropis di wilayah Indonesia bagian Selatan,” kata Sti, Rabu (17/12/2025).
Ia menyampaikan, pada periode ini, masyarakat tetap perlu waspada terhadap dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis dan Siklon Tropis seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Menurut Sti, mengenai prediksi Siklon Tropis pada 1–10 Januari 2026, informasi tersebut merupakan kajian peneliti BRIN dan masih bersifat dini, mengingat dinamika atmosfer yang sangat dinamis.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sendiri melakukan prakiraan cuaca hingga 10 hari ke depan, dimana tingkat akurasi menurun seiring bertambahnya waktu.
“Masyarakat tetap tenang, jangan panik, dan pantau terus informasi resmi dari BMKG,” harap Sti.*

Ikuti Kami
Subscribe































