Foto Mekris Ruy
onlinentt.com-Rote Ndao-Tidak ada kata untuk berhenti. Berjuang dan terus berjuang, itulah kata yang disandangkan kepada sosok satu itu. Perjuangannya begitu tulus, mulia dan sangat menyentuh “nadi dan napas” masyarakat kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dahulu hingga hari ini, tidak pernah ditemukan seorang figur anggota DPR RI yang penyayang seperti ini. Yang lebih perhatian dan memprioritaskan kepentingan masyarakat kecil di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Mungkin, segelintir politisi lokal dan regional merasa terganggu dengan derap langkah seorang pejuang seperti dia, dan siapa tahu kalau ada yang telah menilai berlebihan terhadapnya, berupa fitnah, cibiran dan bisa saja ada yang telah pula melontarkan kata kata tak sedap lainnya. Tapi bagi Usman Husin hanya Tuhan yang tahu.
Bak pribahasa, “anjing menggonggong kafilah berlalu”, bagi lelaki yang dikenal khayalak bernama Usman itu tak pernah mengambil, ,”pusing” alias peduli terhadap cibiran dan sindiran siapa pun. Yang terpenting baginya bahwa mungkinkah dia terlahir untuk melayani orang-orang kecil?. Dia juga tak pernah tahu, hanya yang punya Kuasa yang Tahu.
Sampai dengan hari ini, sosok yang pernah berjualan kue buatan Ibunya keliling kota Baa ini masih terus melangkah di “Jalan Perjuangan” bagi masyarakat kecil.
Duduk di kursi empuk dan ruangan ber AC, di Kota Senayan Jakarta, sebagai anggota DPR RI, sangat membuatnya tidak pernah nyaman. Setiap kali berkunjung ke kampung halamannya, ada gelora yang tak dapat menipu nurani ketika melihat masih banyak masyarakat kecil yang perlu dibantum
Kepribadiannya yang kalam, “bak pusara benua atlantik’ yang tak bertuan, begitulah aslinya Usman, dia tak banyak bicara. Diam, teduh tapi bukan “mati”, nurani itu terus bergejolak, bagai seorang panglima yang meliuk-liuk samurainya di Medan perang untuk meraih kemenangan.
Hal itu, terbukti dan riil, bukan sekedar pencitraan dan berwacana. Dia membuktikan bahwa dirinya bukan “tukang berhalusinasi”, karena salah meminum obat tidur.
Kala menghitung hari kelender, Usman yang baru beberapa bulan menjabat sebagai Anggota DPR RI itu, telah mampu membuktikan pertanggung jawaban morilnya dengan menyalurkan sejumlah kebutuhan masyarakat petani dan nelayan tradisional di Nusa Tenggara Timur khususnya Kabupaten Rote Ndao.
Misalnya, alshintan, peralatan perikanan, bibit-bibit padi dan jagung, pukat, kapal, dan perahu motor.
Baru beberapa bulan lalu menyalurkan sejumlah bantuan di Pulau Timor, kini dia kembali lagi menyalurkan beberapa jenis bantuan kepada sebanyak 148 Kelompok Tani (Poktan) yang persebarannya pada sejumlah kecamatan di Kabupaten Rote Ndao,
Di antara 148 Poktan itu, terdapat 7 kelompok memperoleh rice transplanter (red=mesin penanam benih padi). Selanjutnya, 135 kelompok diberikan bantuan bibit unggul jagung secara gratis.
Dan enam kelompok juga memperoleh bantuan dana pemberdayaan Program Pengembangan Perhutanan Sosial Nasional (Bang Pesona).
Usman Husin dalam kesempatannya kepada para penerima bantuan, mengungkapkan
penyaluran bantuan ini bersumber dari dana aspirasi dirinya sebagai anggota Komisi IV DPR RI, guna menunjang Program Ketahanan Pangan yang diikrarkan oleh Presiden Prabowo Subianto,” terangnya. *











p



















