onlinentt.com – Rote Ndao | Pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan program dan kebijakan pemerintah.
Partisipasi masyarakat serta peran tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh sosial dan moral dinilai menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Rote Ndao.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pandangan tersebut disampaikan Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, saat berdiskusi bersama Pendeta Nugroho, salah satu tokoh agama, Rabu (09/09/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Paulus Henuk menekankan pentingnya membangun komunikasi dan kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya tokoh agama dan tokoh adat.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam menjawab berbagai kebutuhan dan tantangan pembangunan.
Dibutuhkan kebersamaan, komunikasi serta rasa tanggung jawab dari seluruh komponen masyarakat agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bupati Paulus menyebut kolaborasi tersebut sebagai “Triangle Pembangunan Rote Ndao”, yakni sinergi antara Pemerintah, Tokoh Agama dan Tokoh Adat.
“Bagi saya, pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, termasuk para tokoh agama yang saya sebut sebagai Triangle Pembangunan Rote Ndao, yaitu Pemerintah, Tokoh Agama dan Tokoh Adat,” ujar Paulus.
Ia menilai keberadaan tokoh agama memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat Rote Ndao.
Selain menjalankan tugas pelayanan keagamaan, tokoh agama juga mempunyai peran besar dalam membentuk karakter masyarakat serta menjaga kehidupan sosial agar tetap harmonis.
Nilai-nilai keagamaan, menurut Paulus, dapat menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang saling menghargai, menjaga persatuan dan menghindari berbagai potensi konflik di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Tokoh agama memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat, menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai sosial, serta menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, rukun dan sejahtera,” katanya.
Karena itu, komunikasi antara pemerintah daerah dan para tokoh agama akan terus diperkuat.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao ingin menjadikan hubungan tersebut bukan sekadar komunikasi seremonial, tetapi sebagai kemitraan yang dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan.
Bupati Paulus juga memandang tokoh adat sebagai bagian penting dalam konstruksi sosial masyarakat Rote Ndao. Kearifan lokal dan nilai-nilai adat yang hidup di tengah masyarakat dapat berjalan beriringan dengan kebijakan pembangunan pemerintah.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama dan tokoh adat, berbagai persoalan sosial diharapkan dapat dibicarakan secara bersama sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Konsep Triangle Pembangunan Rote Ndao tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara mengenai pembangunan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga menyangkut pembangunan manusia, karakter, kerukunan serta ketahanan sosial masyarakat.
“Karena itu, komunikasi dan sinergi dengan para tokoh agama akan terus kita bangun sebagai bagian dari kemitraan dalam mendorong pembangunan Rote,” tegas Paulus.
Pemerintah daerah berharap keterlibatan aktif para tokoh agama dan tokoh adat dapat semakin memperkuat semangat gotong royong masyarakat dalam mendukung berbagai program pembangunan.
Dengan kolaborasi lintas elemen tersebut, pembangunan Rote Ndao diharapkan tidak hanya menghasilkan kemajuan secara fisik, tetapi juga menghadirkan masyarakat yang semakin bersatu, berkarakter, aman, rukun dan sejahtera.*




















