onlinentt.com-Rote Ndao | Kepala SMA Negeri 1 Lobalain, Alberd W. Dano, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, atas komitmen menghadirkan gerakan Mai Fali dan Rote Mengajar sebagai ruang inspirasi bagi generasi muda di Kabupaten Rote Ndao.
Menurut Alberd, kehadiran kedua gerakan tersebut memberikan warna baru dalam dunia pendidikan karena tidak hanya berbicara mengenai proses belajar di ruang kelas, tetapi juga membuka wawasan peserta didik melalui perjumpaan langsung dengan berbagai tokoh yang memiliki pengalaman dan keberhasilan di bidang masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Atas nama keluarga besar SMA Negeri 1 Lobalain, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Rote Ndao melalui gerakan Mai Fali dan Rote Mengajar yang telah hadir bersama anak-anak kami,” ungkap Alberd.
Ia menilai, kehadiran para tokoh hebat di tengah para siswa menjadi kesempatan berharga untuk menanamkan keberanian bermimpi dan membangun keyakinan bahwa anak-anak Rote Ndao juga memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang besar.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan inspirasi dari sejumlah figur, di antaranya Direktur Utama TLM Robert Fangidae, Yanuar Nugroho dari Jakarta, Kapolsek Lobalain, Eka dari Kejaksaan, serta Dira dari Jakarta dan sejumlah tokoh lainnya.
Bagi Alberd, kehadiran para tokoh tersebut bukan sekadar sebuah kegiatan seremonial. Lebih dari itu, perjumpaan antara siswa dengan para inspirator dapat menjadi pengalaman yang membekas dan mendorong mereka untuk melihat masa depan dengan perspektif yang lebih luas.
“Anak-anak harus bisa bermimpi besar. Karena itu, mimpi harus mulai dibangun sejak masih berada di bangku sekolah,” katanya.
Alberd menegaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membantu peserta didik menemukan potensi, keberanian, dan cita-cita mereka.
Namun, proses tersebut akan menjadi lebih kuat ketika siswa memperoleh kesempatan bertemu langsung dengan orang-orang yang telah melewati berbagai proses perjuangan dalam mencapai keberhasilan.
Karena itu, ia memberikan apresiasi khusus terhadap langkah Bupati Paulus Henuk yang mendorong gerakan Mai Fali dan Rote Mengajar untuk menjangkau sekolah-sekolah dan generasi muda di Rote Ndao.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan fisik sekolah dan penyediaan sarana pendidikan.
Anak-anak juga membutuhkan teladan, motivasi, pengalaman, serta figur yang dapat menunjukkan bahwa keberhasilan dapat diraih melalui kerja keras, pendidikan, disiplin, dan keberanian untuk bermimpi.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati Rote Ndao yang sudah membuka ruang bagi anak-anak untuk bertemu dan belajar dari tokoh-tokoh hebat. Ini menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi generasi kami,” ujar Alberd.
Ia berharap semangat Mai Fali dan Rote Mengajar dapat terus dilanjutkan dan diperluas sehingga semakin banyak siswa di Kabupaten Rote Ndao memperoleh kesempatan mendapatkan inspirasi secara langsung.
Bagi keluarga besar SMA Negeri 1 Lobalain, gerakan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian untuk bercita-cita tinggi dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah, bangsa, dan negara.
Mengajar mungkin hanya sehari, tetapi inspirasi yang ditanamkan dapat tumbuh dan hidup dalam diri seorang anak sepanjang hidupnya.
Semangat itulah yang kini diharapkan terus tumbuh di tengah generasi muda Rote Ndao: berani bermimpi besar, berani belajar, dan berani mewujudkan cita-cita untuk membawa perubahan bagi tanah kelahiran.*




















