onlinentt.com-Rote Ndao — Membangun Rote Ndao tidak cukup hanya dengan menghadirkan program pembangunan.
Di balik setiap perubahan, dibutuhkan manusia yang memiliki pengetahuan, karakter, integritas, serta keberanian untuk terlibat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pesan tersebut mengemuka dalam kuliah umum yang dihadiri Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH di Universitas Nusa Lontar (UNSTAR), Senin (24/8/2026).
Kuliah umum tersebut mengusung tema “Manusia Unggul, Kepemimpinan Berintegritas, dan Partisipasi Inklusif: Fondasi Transformasi Rote Ndao.
”Thema tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus pertukaran gagasan mengenai arah pembangunan Rote Ndao dengan menempatkan manusia sebagai salah satu kekuatan utama dalam mendorong perubahan daerah.
Forum ini menghadirkan sejumlah tokoh dengan pengalaman dan perspektif yang beragam. Gita Wirjawan dan Sudirman Said mengikuti kegiatan secara daring, sedangkan Yanuar Nugroho dan Sarah Lery Mbuik hadir secara langsung.
Kehadiran para narasumber memperkaya diskusi mengenai pentingnya membangun sumber daya manusia yang mampu menghadapi perubahan zaman.
Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai proses memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang untuk membentuk keberanian, karakter, kepemimpinan dan kemampuan mengambil keputusan.
Bagi Rote Ndao, pembangunan manusia menjadi semakin penting karena generasi muda merupakan bagian dari kekuatan yang akan menentukan wajah daerah di masa mendatang.
Bupati Paulus Henuk dalam kesempatan tersebut menempatkan semangat belajar dan keterlibatan generasi muda sebagai bagian penting dari perjalanan transformasi daerah.
Anak-anak muda Rote Ndao didorong untuk tidak sekadar menjadi penonton pembangunan, tetapi hadir sebagai pelaku yang mampu menawarkan gagasan dan solusi.
Partisipasi inklusif juga menjadi pesan penting dalam forum tersebut. Transformasi daerah membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, sehingga pembangunan tidak berjalan hanya dari satu arah, tetapi tumbuh melalui kolaborasi dan kontribusi bersama.
Kuliah umum di UNSTAR itu sekaligus memberikan pesan bahwa perubahan tidak selalu lahir dari proyek besar atau keputusan monumental.
Perubahan bisa berawal dari sebuah kelas ketika seorang mahasiswa menemukan inspirasi. Bisa dimulai dari sebuah percakapan yang membuka cara pandang baru.
Bahkan, perubahan dapat tumbuh dari keberanian seseorang untuk bermimpi dan kemudian memilih mengambil peran.
Karena itu, ruang akademik menjadi penting sebagai tempat mempertemukan pengetahuan, pengalaman dan gagasan.
Dari sana, lahir generasi yang diharapkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial dan daerahnya.
Masa depan Rote Ndao, pada akhirnya, bukan hanya tentang apa yang dibangun hari ini, tetapi juga tentang siapa yang dipersiapkan untuk melanjutkan pembangunan tersebut di masa depan.
Melalui semangat manusia unggul, kepemimpinan yang berintegritas dan partisipasi yang inklusif, Rote Ndao diharapkan mampu melahirkan generasi yang berani belajar, berani bermimpi dan yang terpenting, berani mengambil bagian dalam perubahan..*




















