onlinentt.com-Rote Ndao— Upaya memperluas akses sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan terus mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.
Hal itu terlihat dari pertemuan Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, bersama jajaran Direksi Bank NTT, tim Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Rabu (19/08/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan tersebut menjadi ruang strategis untuk berdiskusi mengenai penguatan inklusi dan literasi keuangan di Kabupaten Rote Ndao.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga-lembaga sektor keuangan dinilai penting agar masyarakat tidak hanya mudah memperoleh akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga memiliki pengetahuan yang memadai dalam menggunakannya secara aman, bijak dan produktif.
Bagi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, peningkatan literasi keuangan merupakan bagian penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Pemahaman yang baik mengenai tabungan, pembiayaan, investasi, transaksi digital hingga perlindungan konsumen dapat membantu masyarakat mengambil keputusan keuangan secara lebih tepat.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Paulus Henuk menyambut baik sinergi Bank NTT, OJK, BI dan LPS dalam mendukung penguatan ekosistem keuangan di daerah.
Menurutnya, inklusi keuangan tidak cukup hanya berbicara tentang tersedianya layanan perbankan. Lebih dari itu, masyarakat harus mendapatkan edukasi agar mampu memanfaatkan layanan keuangan untuk mendukung aktivitas ekonomi, mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Akses terhadap layanan keuangan harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi masyarakat.
Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara tepat serta terhindar dari berbagai risiko,” demikian semangat yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Kehadiran Bank NTT bersama OJK, Bank Indonesia dan LPS juga memperlihatkan pentingnya membangun koordinasi lintas lembaga dalam memperluas edukasi keuangan hingga ke masyarakat di wilayah kepulauan seperti Rote Ndao.
Sinergi tersebut diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat, pelaku UMKM, kelompok usaha dan berbagai sektor produktif lainnya untuk mengenal serta memanfaatkan layanan keuangan secara optimal.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao memandang penguatan inklusi dan literasi keuangan sebagai investasi jangka panjang.
Sebab, masyarakat yang semakin melek keuangan akan lebih siap mengelola pendapatan, mengembangkan usaha, merencanakan masa depan serta mengambil keputusan ekonomi secara bertanggung jawab.
Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama antara pemerintah daerah dan sektor jasa keuangan dalam menghadirkan layanan yang semakin dekat, mudah dipahami dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Rote Ndao.
Dengan kolaborasi yang semakin kuat, inklusi keuangan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan jumlah pengguna layanan perbankan, tetapi benar-benar bermuara pada peningkatan kesejahteraan dan penguatan ekonomi masyarakat Rote Ndao.




















