onlinentt.com-Kupang — Duka dan sukacita terkadang hadir dalam satu ruang yang sama. Bagi masyarakat Rote, kebersamaan dalam suasana kehilangan bukan hanya tentang air mata, tetapi juga tentang bagaimana keluarga, sahabat dan kerabat saling menguatkan agar mereka yang berduka tidak merasa sendirian.
Suasana penuh keakraban itu terlihat dalam acara pemakaman almarhum Aba Gasper Kanuk di Gang Roterdam, Tenau, Kota Kupang, Jumat (15/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah suasana duka, keluarga dan para pelayat menghadirkan nuansa kekeluargaan melalui tarian dan kebersamaan. Tradisi tersebut menjadi salah satu cara masyarakat Rote memberikan penghiburan kepada keluarga yang sedang kehilangan orang tercinta.
Momen tersebut semakin istimewa ketika keluarga berkesempatan bertemu kembali dengan sahabat-sahabat lama semasa bersekolah di SMP Negeri 1 Oelua, Rote Dengka, salah satunya Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu menjadi momentum langka. Setelah sekian lama tidak bertemu, para sahabat kembali berkumpul, berfoto bersama dan bahkan turut mengambil bagian dalam tarian yang berlangsung di tengah acara.
Bagi keluarga yang sedang berduka, perjumpaan tersebut menjadi kenangan yang tidak mudah dilupakan. Kesedihan karena kehilangan Aba Gasper Kanuk seakan mendapat ruang untuk sedikit terobati melalui kehadiran sahabat, kerabat dan orang-orang yang datang membawa penghiburan.
“Di tengah duka ada sukacita. Itulah cara orang Rote menghibur sesama yang berduka,” menjadi gambaran sederhana tentang suasana yang terjadi hari itu.
Kebersamaan tersebut juga memperlihatkan kuatnya ikatan persaudaraan orang Rote. Perbedaan kesibukan, jarak dan waktu tidak menghapus hubungan yang telah terjalin sejak bangku sekolah.
Bagi para sahabat, pertemuan itu bukan sekadar kesempatan berfoto atau menari bersama.
Lebih dari itu, menjadi kesempatan untuk kembali mengenang masa-masa sekolah sekaligus menunjukkan bahwa persahabatan dan persaudaraan tetap hidup dalam berbagai situasi, termasuk ketika salah seorang keluarga sedang mengalami kedukaan.
Hari itu pun meninggalkan kesan mendalam. Di satu sisi terdapat kesedihan karena kehilangan orang terkasih, namun di sisi lain hadir kebahagiaan karena dapat kembali berkumpul bersama sahabat-sahabat lama.
Semuanya menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan, dukungan dan kehadiran orang-orang terdekat memiliki arti besar bagi mereka yang sedang berduka.
Tuhan Yesus baik. Di tengah air mata, Ia menghadirkan penghiburan melalui persaudaraan, persahabatan dan kebersamaan yang tulus.




















