onlienentt.com-Rote Ndao – Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang mengalami musibah.
Sebagai bentuk empati dan kepedulian, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rote Ndao, Edy Christian E. Manafe, S.Pd, bersama jajaran staf BPBD, Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, Melkianus Frans Haning, S.Pd, MM, personel Polsek Rote Barat Daya melakukan kunjungan kepada keluarga pelajar SMP dan SMA yang menjadi korban musibah tenggelamnya perahu di Pantai Namoninilu saat dalam perjalanan menuju sekolah, di Pulau Landu Kecamatan Rote Barat Daya, Selasa, (14/07/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh haru. Rombongan diterima langsung oleh keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril agar tetap kuat dan tabah menghadapi cobaan yang terjadi.
Sekretaris BPBD Kabupaten Rote Ndao, Edy Christian E. Manafe, S.Pd, dalam kesempatannya mengaku kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang berduka merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan.
Pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan keadaan darurat saat bencana terjadi, tetapi juga memastikan keluarga korban mendapatkan perhatian dan pendampingan setelah peristiwa tersebut.
“Kehadiran kami merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kepada keluarga yang sedang berduka. Kami berharap keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, BPBD bersama Polsek Rote Barat Daya juga berdialog dengan keluarga korban guna mengetahui kondisi mereka serta berbagai kebutuhan yang diperlukan.
Informasi tersebut akan menjadi bahan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar langkah-langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak akan perlunya meningkatkan keselamatan transportasi laut, terutama bagi para pelajar yang setiap hari harus menyeberang menggunakan perahu untuk menempuh pendidikan.
Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas dengan memperhatikan kondisi cuaca, kelayakan sarana transportasi, serta ketersediaan perlengkapan keselamatan.
Sinergi antara BPBD, kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat dinilai sangat penting dalam membangun budaya sadar bencana dan memperkuat upaya mitigasi di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Rote Ndao.
Melalui aksi nyata tersebut, BPBD Kabupaten Rote Ndao kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir bersama masyarakat, tidak hanya dalam situasi tanggap darurat, tetapi juga dalam memberikan dukungan kemanusiaan bagi warga yang terdampak musibah.
Kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong menjadi fondasi utama dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi berbagai risiko bencana di masa mendatang.*




















