onlinentt.com-Rote Ndao-Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi guna memastikan distribusi tepat sasaran sekaligus meningkatkan serapan oleh petani.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemantauan langsung terhadap ketersediaan stok pupuk di gudang untuk memastikan kondisi riil di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapat dipimpin oleh Kepala Bidang Kelembagaan dan Sarana Prasarana Pertanian, Jodian A. Suki, S.Sos, dan dihadiri oleh Petugas Pupuk Indonesia wilayah Rote Ndao, para pengecer pupuk bersubsidi, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta para penyuluh.
Berdasarkan data yang dipaparkan, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi hingga saat ini mencapai 1.320,5 ton untuk Urea dan 1.176,85 ton untuk NPK.
Sementara itu, stok yang tersedia di Gudang Tunganamo masih cukup, yakni 527,55 ton Urea dan 256,5 ton NPK, ditambah pasokan dalam proses pengangkutan alih stok dari Kupang ke Rote Ndao sebanyak 418 ton.
Sebagai bagian dari kegiatan ini, dilakukan pula pemantauan langsung stok pupuk di gudang guna memastikan kesesuaian antara data dan kondisi fisik di lapangan.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa ketersediaan pupuk dalam kondisi aman dan siap disalurkan sesuai kebutuhan petani.
Meski stok relatif aman, tantangan utama justru terletak pada tingkat penebusan di tingkat petani.
Dalam arahannya, Jodian menegaskan pentingnya peran penyuluh dan pengecer untuk aktif berkoordinasi dengan kelompok tani agar segera melakukan penebusan pupuk sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
“Jika penebusan tidak dimaksimalkan, maka akan berdampak pada alokasi pupuk tahun berikutnya yang berpotensi berkurang. Karena itu, kami mendorong agar penebusan sudah optimal paling lambat akhir Oktober, sehingga tidak terjadi penumpukan di akhir tahun.
Termasuk petani yang tidak melakukan penebusan berturut-turut, maka secara otomatis namanya bisa keluar tersistem dalam aplikasi Simluhtan,” tegasnya.
Dari sisi distribusi, Petugas Pupuk Indonesia wilayah Rote Ndao, Melki Benu, menyampaikan bahwa pengecer dapat melayani penebusan tidak hanya secara berkelompok, tetapi juga secara perseorangan selama administrasi dilengkapi.
Ia menambahkan, surat kuasa dapat ditandatangani oleh Kepala Desa atau Koordinator PPL Kecamatan untuk mempermudah proses.
Sementara itu, Koordinator Penyuluh, Tony Nggadas, SPT, menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak. Menurutnya, kelancaran penyaluran pupuk sangat bergantung pada kerja sama antara pengecer, penyuluh, dan kelompok tani.
Rapat ini tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga sarana edukasi bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa ketersediaan pupuk harus diimbangi dengan penyerapan yang optimal.
Dengan demikian, keberlanjutan alokasi pupuk bersubsidi tetap terjaga di masa mendatang dan benar-benar memberi dampak bagi peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani di Kabupaten Rote Ndao.

Ikuti Kami
Subscribe































