“Jiwa kepemimpinan merupakan salah satu aspek penting dalam roh dan jiwa seorang pemimpin. Sebab bukan soal bagaimana memimpin masyarakat tetapi juga diri sendiri”, jelasnya.
Zakarias menururkan Slaeorang pemimpin harus mempunyai karakter seorang gembala yang selalu berada di tengah domba-dombanya untuk mengarahkan dan menuntun sekaligus melayani.
“Menjadi seorang pemimpin yang baik membutuhkan proses. Artinya seorang harus senantiasa mau belajar dari setiap peristiwa konkrit yang terjadi di dalam masyarakat,” papar dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dijelaskan Alfred, menjadi seorang pemimpin harus memiliki karakter terbuka dan selalu ingin menerima setiap masukan dari masyarakat, “tambahnya
Alfred menjelaskan, dalam bukunya, ‘The Power of Servant Leadership,” Robert Greenleaf memberikan penekanan, bahwa di era modern ini model kepemimpinan yang dianjurkan adalah pemimpin yang melayani (Servant Leadership). Di mana dalam kepemimpinannya harus memandang ‘bawahan’ sebagai rekan “greenleaf”, artinya kepemimpinan ideal, dilandasi oleh kesadaran, saling percaya dan saling melayani serta bekerjasama antara pemimpin dengan yang dipimpin bukan pada kekuasaan.
“Ciri penting kepemimpinan pelayan adalah memberikan teladan positif agar dpat dicontohi. Sebab dengan teladan yang baik, seorang pemimpin akan berusaha mempengaruhi bawahan untuk menciptakan semangat memiliki dan keterlibatan aktif dan komitmen terhadap tujuan bersama,” ungkapnya. *
Halaman : 1 2

Ikuti Kami
Subscribe































