Kepala BNPB Bekali Pasis Seskoad Pengetahuan Kebencanaan

- Redaksi

Minggu, 19 November 2023 - 23:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-BANDUNG – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, S.Sos, M.M. memberikan Ceramah Pembekalan Kepada Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler LXIII Seskoad Tahun Anggaran 2023 di Gedung Jendral Gatot Soebroto Seskoad, Bandung, Jawa Barat pada Jumat (17/11).

 

Pada kesempatan ini Suharyanto yang merupakan lulusan Seskoad Tahun 2003 itu memaparkan, setelah para Pasis selesai dari pendidikan, selain menghadapi tantangan terkait militer juga akan menghadapi ancaman bencana di wilayah penugasan masing-masing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Bencana merupakan tantangan bahkan ancaman nyata yang akan dihadapi para siswa setelah mengikuti Pendidikan seskoad dan kembali memasuki ke satuan masing-masing.

“Bencana itu pasti. Ada bencana alam dan bencana non alam,” ucap Suharyanto.

 

“Bencana geologi dan vulkanologi, hidrometeorologi kering, hidrometeorologi basah, kemudian bencana non alam. Semua jenis bencana ada di Indonesia.

Di satu sisi kita berbangga hati tinggal di Indonesia yang terkenal akan kekayaan melimpah dan sumber daya alam yang luar biasa, di sisi lain kita tinggal di daerah rawan bencana,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kapus Se-Rote Ndao Didorong Hadir di Paripurna, Jangan Hanya Tunggu Anggaran Turun

 

Suharyanto menjelaskan sejarah berdirinya, tugas dan fungsi BNPB mulai dari menangani pra bencana, saat bencana dan pasca bencana, berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 2007.

 

“Ketika terjadi banjir, longsor dan bencana lain di daerah, jika bersifat ringan delegasinya di BPBD sebagai fungsi komandonya, TNI/Polri bisa menginduk kepada BPBD. Jika bencana besar, tidak bisa ditangani oleh BPBD, BNPB harus turun karena bencananya masif dan langsung pegang komando,” kata Suharyanto.

 

Dirinya menjelaskan beberapa kejadian bencana di Indonesia, komando penanganan di lapangan tidak lepas dari peran TNI.

 

“Di Palu bencana gempa tsunami likuifaksi akhirnya waktu itu Panglima Divisi Kostrad diminta untuk membantu, kejadian gempa di NTB akhirnya Perwira tinggi TNI sebagai Dansatgas saat tanggap darurat, di Cianjur Komandan Korem sehari-hari yang memegang tahap tahap pengendalian,” tuturnya.

 

Suharyanto juga memberikan data kejadian bencana yang pernah terjadi dalam kurun waktu tiga tahun belakang.

 

Menurut dia, bencana di Indonesia meningkat terus, data yang dicut off 10 November di Tahun 2021 menunjukan sebanyak 2.340 kejadian bencana, Tahun 2022 berjumlah 3.128 kali bencana, sekarang Tahun 2023 naik lagi menjadi 3.354 kali bencana, jika dirata-ratakan perhari ada sekitar 10 sampai 12 kali bencana.

Baca Juga :  Selepas Olahraga Bupati Rote Ndao Diskusi Dengan Sejumlah ASN dari Tiga Dinas

“Akan tetapi dampak bencana turun dari tahun ke tahun yang memperlihatkan hasil dari upaya pencegahan dan mitigasi,” jelas Dia.

 

Suharyanto yang juga sempat menjabat Ketua Satgas Penangananan Covid-19 dan Ketua Satgas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), bercerita tentang pengalaman menangani kedua bencana non alam tersebut.

 

“Selain bencana alam, ada bencana non alam menjadi tugas BNPB. Covid-19 sudah berakhir, sejak 21 Juni 2023 sudah masuk endemi dan sampai sekarang bisa terkendali. Indonesia diakui sebagai negara terbaik dalam penanganan Covid-19,” ujarnya.

 

“Kemudian penyakit mulut dan kuku, ini menimpa pada hewan ternak. Tahun 2022 ada kasus dan menyebar cepat, ratusan ribu sapi, kerbau, kambing dan babi, terjangkit. PMK ini turut berdampak pada ekonomi dan kepercayaan negara lain pada Indonesia, sehingga penangananannya harus diurus dengan baik,” tegas Suharyanto

Baca Juga :  PWOIN Cetak KTA Multi Funsi Bagi Anggotanya

 

Tidak hanya melakukan penanganan bencana yang ada di Indonesia saja, BNPB juga terjun membantu penanganan bencana di negara lain.

 

“Di samping menangani bencana di dalam negeri, pemerintah Indonesia juga membantu ke luar negeri, mengirimkan bantuan kemanusiaan.

Untuk Tahun 2022 sampai 2023, mengirimkan ke Pakistan saat banjir, Turkiye dan Suriah saat gempa, Vanuatu pasca kena angin topan, kemudian Myanmar dan Libya,” jelasnya.

Pada akhir pemaparan, Suharyanto yang merupakan jenderal bintang tiga ini berharap para Perwira Siswa setelah menyelesaikan masa belajarnya, dapat menjadikan pengetahuan kebencanaan ini menjadi bekal untuk turut menjaga keselamatan masyarakat dari potensi bencana.

 

“Anda semua akan bertugas di satuan angkatan darat dan kepolisian, pengetahuan ini dijadikan bekal.

“Ingat ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita untuk menjaga keselamatan masyarakat di antaranya keselamatan menghadapi bencana,” pungkas Suharyanto. *Humas BNPB Indonesia

 

Berita Terkait

Pengguna Fitur Antrian Daring Sentuh Tanahku: Bisa Urus Tanah Tanpa Cuti
HUT ke-25 Persekutuan Doa GMIT, Warga Binaan Lapas Ba’a Dikuatkan Lewat Pelayanan Rohani dan Pengobatan Gratis
Najwa Jumanatul Qolbi, Nyalakan Semangat Persaudaraan untuk Sekolah Tanpa Perundungan
Paulus Henuk Rangkul KMJ GMIT Siloam Metina, Matangkan Penyambutan HUT ke-25 Persekutuan Doa GMIT
Dari Susah Menuju Sukses, Yedit Bessie, Lalui “Sejuta” Pengorbanan dan Doa Selalu Menjadi Kekuatan
Martha Floria Yanti Teuf, S.Pd: Menapaki Perjalanan dengan Hati, Mengabdi dengan Kasih, dan Bertumbuh dalam Ketekunan
Sertipikat Sekolah Rakyat Diserahkan, Pemkab Rote Ndao Pastikan Aset Pendidikan Berdiri di Atas Dasar Hukum
Paulus Henuk Dorong Keterbukaan Informasi Jadi Budaya Pelayanan Pemerintahan
Tag :
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:27 WITA

32 Tahun Mengabdi di Rote Ndao, Karolus Lada Masan Memilih Setelah Pensiun Menetap: “Tanah Ini Sudah Menjadi Negeri Ayah dan Ibu Kedua”

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:21 WITA

Bupati dan Wakil Bupati, ASN, DPRD dan Polisi Punya Jalur BBM, Wartawan Untuk Dapat Setetes Saja Sulit

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:14 WITA

Barcode BBM Diduga Dimanipulasi, Satu Mobil Bisa Isi Berulang Kali? Polisi dan Samsat Harus Bertindak!

Senin, 19 Oktober 2026 - 01:26 WITA

Dari Lobalain Menatap IPDN, Kaleb Bessie Buktikan Perjuangan Anak Rote Ndao Tak Berhenti di Batas Pulau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WITA

Ke Mana BBM dari Antrean Panjang SPBU Sanggaoen? Warga Menunggu, Minyak Eceran Justru Menghilang, Di Mana Satgas BBM dan Tim Pemantau BBM?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:26 WITA

Di Balik Jeruji, 21 Warga Binaan Lapas Ba’a Merajut Kembali Mimpi Lewat Pendidikan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:58 WITA

Masyarakat Rote Ndao “Bak Hidup di Persimpangan Sorga dan Neraka”

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:46 WITA

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Berita Terbaru