onlinentt.com-Kota Kupang-Terkait pemberitaan media syber onlinentt.com, judul,”Merusak Pepohonan Lontar, Jati dan Terkesan Ingin Kuasai Tanah Warisan, Jeri Billik Akan Dilaporkan ke Polda NTT,” pada Rabu, (01/12/2021), termasuk salah satu nara sumbernya, Samuel Taek, mengaku khilaf dan menyesal atas pernyataan tersebut.
Pasalnya, setelah dilakukan pengecekan di lokasi yang terjadi bukanlah pengerusakan melainkan hanya, “senggolan”, alat berat excavator akibat kelalaian. Selain itu, pasca memberikan pernyataan kepada media, tidak teringat, kalau sebelum itu ada pemberitahuan tertulis dari pemerintah kelurahan Batu Plat, bahwa akan diadakan mediasi pada Rabu, (01/12/2021), bertempat di Kantor Kelurahan Batu Plat. Dan melalui mediasi tersebut telah ada perdamaian.
“Kami sudah selesaikan secara damai dan baik. Tidak ada masalah karena yang terjadi bukan pengerusakan pepohonan melainkan hanya, “senggolan”, terang Samuel Taek, didampingi kuasa hukumnya, Melchianus Nona, SH, kepada wartawan di kediamannya, RT 21 RW 009 Kelurahan Batu Plat, Kecamatan Alak Kota Kupang, Kamis, (02/12/2021).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Samuel Taek, secara pribadi tidak memiliki niat untuk melaporkan Yeri Billik ke Polda NTT. Dia sangat menginginkan ada mediasi tetapi sudah terlanjur dipublikasi oleh media.
Oleh karena itu, dia meminta maaf kepada Yeri Billik bersama keluarga besar Billik semoga mereka dapat memaklumi.
Karena kemungkinan dengan pemberitaaan media telah membuat keluarga besar Billik merasa kurang enak atau tersinggung”, papar Samuel.
“Kami semua berkeluarga, bukan orang lain. Saya bersyukur sekali karena menjelang hari natal akhirnya kami semua bersatu hati untuk menyelesaikan semua ini secara kekeluargaan. Sehingga bisa menyambut natal dengan damai,”
“Mungkin ini cara Tuhan untuk menyatukan kami. Sekali lagi saya minta maaf untuk pernyataan saya itu,” pungkasnya dengan nada menyesal.
Disampaikan Taek, dalam mediasi oleh Lurah Batuplat, mereka sudah saling bersalaman dan berciuman sebagai wujud saling memaafkan.
“Hari itu kami semua saling cium satu dengan yang lain sebagai tanda bahwa kami sudah damai,” tambah dia.
Samuel menuturkan, sedang menyiapkan diri bersama keluarga lainnya untuk membicarakan hal ini dari hati ke hati sebagai ungkapan perdamaian dengan pihak Yeri Billik sekeluarga.
Kuasa Hukum, Mechianus Nona, dalam kesempatannya berharap agar semua keluarga yang merupakan tetesan darah dari leluhur Bo Atis tetap bersatu.
“Saya hadir dalam persoalan ini hanya sebagai pendamping untuk membantu Opa Samuel Taek agar semua persoalan ini bisa terselesaikan dengan baik,” ujarnya.*tim
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Ikuti Kami
Subscribe


















