Episode Terakhir, Leluhur Etnis Rote Tinggal di Bulan

- Redaksi

Minggu, 21 Februari 2021 - 13:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Rote Ndao, Sementara Bei Seuk yang berjalan mengikuti pasangnya air laut tidak juga berhenti menangkap ikan.

Hal itu mengakibatkan seluruh badan Bei Seuk, “mengelupas,”.

Mengetahui kondisinya demikian, kemudian Bei Seuk pun langsung bergegas pulang dengan
penuh amarah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiba di rumah Bei Seuk tanpa kompromi langsung mengambil sutel/irus
atau sosodek, (red=sebutan dalam dialeg Rote Ti, dan memukul kepala salah satu cucunya. Pukulan tersebut mengakibatkan cucunya berubah wujud menjadi kera/kode.Sedangkan satunya mendapat pukulan pada pantat sehingga berubah menjadi burung tekukur.

Sampai saat ini oleh para orang tua di kalangan etnis Rote mempercayai bila jenis burung ini merindukan nenek Bei Seuk, maka selalu  memanggil-manggil nama Bei Seuk, dengan suara  yang terdengar Jelas, bahwa, “Seuk kou-kou”.Lebih dari itu, sampai dengan saat ini, kalangan etnis Rote juga masih mempercayai kalau memukul anak tidak boleh menggunakan sosodek.

Setelah memukul kedua cucunya, lalu Bei Seuk memungut alat pintal benangnya dan mengajak seekor anjing kesayangannya dan menaiki tangga ke langit.

Tiba di langit, Bei Seuk lalu menarik tangga/eda huk/edak lain sehingga tidak ada lagi perkunjungan ke bumi dan langit.

Saat itu,konon jarak langit dan bumi masih satu jingkal dan baru menjauh dari bumi, setelah para leluhur yang setiap waktu menumbuk padi sehingga alu/aluk mengena langit dan atau ulah manusia raksasa yang disebut tou lembis atau lera mengganjar langit.

Baca Juga :  Tumbuhkan Kemandirian, Kerjasama, Solidaritas, Tanggung Jawab dan Jiwa Kepemimpinan, Gudep 005 dan 006 SMANSA Lobalain Adakan Perjusami

Sehingga putuslah sudah hubungan penghuni langit dan bumi.

Terkait benar atau tidak ceritera mitos atau bisa dikatakan dongeng ini, tetapi pengakuan Neil Armstrong, salah seorang Astronot Amerika Serikat, yang pernah sampai di bulan Tahun 1968, bahwa saat, Apollo 11 mendarat di bulan, mereka melihat makluk-makluk aneh menatap mereka dari bebatuan cadas, kemudian lari menjauh dan menghilang.

Hal yang sama juga dibenarkan oleh pemberitaan sebuah media online nasional SINDO news.com, tertanggal, 14 Agustus 2014, pada rubrik internasional, dengan judul, Heboh, Makhluk Aneh Muncul di Bulan, bertempat di Washington.

Dalam pemberitaan media itu dikatakan makhluk aneh tersebut diyakini adalah alien yang muncul di permukaan bulan.

Penampakan itu terekam sebuah kamera dari Google Moon yang dilihat oleh seorang pengguna internet.

Penampakan makhluk aneh di bulan itu akan menjadi daya tarik baru untuk memunculkan teori konspirasi terkait misteri kehidupan di bulan.

Rekaman penampakan makhluk aneh di bulan tersebut telah diunggah ke YouTube.

Dalam video Wowforreel, disebutkan sesosok alien berjalan di permukaan bulan. Video itu telah dilihat lebih dari dua juta kali dalam waktu kurang dari sebulan terakhir.

Baca Juga :  Bupati Rote Ndao Buka Open House Natal 25 Desember 2025 di Rumah Jabatan

Penampakan makhluk aneh itu juga bisa dilihat pada Google Moon pada koordinat 27 ° 34’26.35 “N 19 ° 36’4.75” W. (Lihat video penampakan makhluk aneh di bulan di sini)

Pihak Wowforreel juga menjelaskan, bahwa mereka mulai menyelidiki penampakan makhluk aneh itu, setelah menerima rekaman dari seorang pengguna internet bernama Jasenko.

”Sebuah tempat gelap berbentuk tidak teratur terlihat di Google Moon. Itu bisa jadi bayangan dari objek besar,” kata pihak Wowforreeel kepada UFO Sighting Daily.

”Pada awalnya kami pikir mungkin ada sesuatu yang menarik dalam gambar, tapi setelah melihat ke Google Moon, apa pun itu ternyata ada sesuatu di sana,” lanjut pernyataan Wowforreeel.

Gambar aneh di bulan itu tertangkap dari peralatan yang didukung Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Namun, pihak NASA seperti dikutip Daily Mail, semalam (13/08/2014) belum berkomentar atas penampakan makhluk aneh tersebut. *TAMAT

Tulisan ini hanya sebuah mitos atau dongeng dari generasi ke generasi dalam kalangan etnis Rote, khususnya orang Ti, yang dituliskan kembali berupa narasi untuk mempertahankan budaya tutur atau budaya ceritera.

Tulisan ini juga tidak ada kaitan dengan kepercayaan apapun atau sengaja dituliskan untuk  mempengaruhi anutan siapapun dalam bentuk apapun pula.

Ini murni adalah ceritera rakyat etnis Rote khususnya orang Ti, yang baru “hilang” sekitar Tahun 1990-an.

Di era Tahun 1970-an hingga 1980-an masih sering diceriterkan/diperdengarkan kepada anak-anak menjelang tidur di tempat tidur. Atau di perkampungan menjelang terang bulan, tikar jemur padi/betek/jagung, selalu di bentangkan bagi anak-anak, lalu orang tua, menceriterakannya.

Hal ini tidak hanya berlaku sekali melainkan berulang-ulang kali dan sampai larut malam.

Penulis pernah mengalami hal ini maka bila pembaca setia media syber onlinentt.com mengatakan ini dongeng atau mitos, semua dikembalikan kepada pembaca dalam memahaminya dan sejauh ini pula tidak ada kepentingan apapun terkait penulisan ini.

Lalu terkait beberapa tulisan, baik yang terpublish atau sementara bersambung, penulis selalu menggunakan kata versi orang Ti atau khususnya orang Ti ?, karena seluruh obyek materi tulisan berupa tuturan diperoleh dari ex nusak Ti Kecamatan Rote Barat Daya.

Dalam hal ini, penulis tidak berani mengklaim atas nama Rote, sebab tidak semua daerah memiliki tuturan yang sama.

Namun bila ada kesamaan dengan daerah lain maka dengan segala hormat mari kita berlomba mempertahankan budaya tutur atau ceritera melalui narasi tulisan agar tetap terjaga. Salam santun. Terima kasih.

Berita Terkait

Massa Pendemo Serobot Kantor DPRD Rote Ndao, Gebrak Pintu Ruang Sidang Komisi I dan II
Bupati Rote Ndao Hadiri KKR dan Syukuran Ulta Ke 58 Gembala Sidang GPDI Raja Wali Leolutun
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk: Rote Ndao Sehat, Rote Ndao Bertani
Ada Apa Bupati Rote Ndao Temui Mendagri? Mau Tahu? Baca Segera !!
Bupati Henuk Bertemu Sejumlah Majelis Gereja Gereja dan Anggota Persekutuan Doa
PT. Nindya Karya Tata dan Tingkatkan Drainase Serta Perlebar Saluran Untuk Tekan Luapan Air
Bupati Paulus Henuk Bersama Gubernur dan Wagub Hadiri Sidang Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor
Terkait Isu Sumur Bor Tahun Anggaran 2023, Yang Ditebar di Akun Facebook Anak Rote Anti Korupsi Bernama Anonim, Langsung Diklarifikasi Kadis Peternakan
Tag :
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 10:02 WITA

Bupati Henuk Dorong Yayasan Nusa Tenggara Vokasi Untuk Fokus Produksi Rumput Laut dan Janji Bangun Pabriknya

Minggu, 12 April 2026 - 03:15 WITA

Victor Bungtilu Laiskodat Akui Rote Ndao Miliki Sejumlah Potensi yang Sangat Menjanjikan Bagi Perekonomian Masyarakat

Selasa, 7 April 2026 - 00:51 WITA

Jawab Kebutuhan Daerah, Sejumlah Perusahaan Ternama dan Beberapa Kementerian Rapat Kerja Strategis Bersama Bupati Rote Ndao; Hasilkan Lima Point Penting

Jumat, 27 Maret 2026 - 18:43 WITA

Pemprov NTT Tetapkan Alokasi Pengeluaran 3.080 Ternak Besar dari Rote Ndao Tahun 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 09:29 WITA

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, Pantau “Arus” Kas Keuangan Daerah

Minggu, 15 Februari 2026 - 08:43 WITA

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk Kembali Datangi Lokasi Rencana Pembangunan Jober

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:41 WITA

Ketua Komisi III DPRD NTT Nilai Dividen Bank NTT Yang Disetor ke Daerah Turun Signifikan

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:22 WITA

Peduli Petani di Sumba Tengah, Usman Husin Serahkan 50.000 Benih Kopi Robusta

Berita Terbaru