“Perhatian dan program Kapten selain terhadap pertanian dan perkebunan,
juga akan bergerak pada sektor penyediaan lapangan kerja formal ke berbagai negara, seperti Jepang, Singapura, Polandia, Liga Arab, Jerman, Rumania, Taiwan dan lainnya, “terangnya.
Untuk itu Baharuddin menambahkan, semua pengurus DPW, DPC, BPD harus bekerjasama dan saling mensupport untuk segera merampungkan struktur kepengurusan, baik ditingkat kecamatan maupun tingkat desa karena perekrutan Anak Bangsa (calon PMI) dilakukan ditingkatan paling bawah, yaitu tingkat desa akan berkoordinasi dengan pihak desa dalam mendata potensi anak bangsa yang ingin bekerja keluar negeri maupun di dalam negeri,” paparnya.
Hal itu juga ditambahkan oleh Sekretaris DPW Kapten NTT, Bambang Sutejo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Bambang, banyak negara yang sudah melakukan MoU dengan Kapten Indonesia, bahkan melalui Yayasan Merah Putih, salah satu badan otonom Kapten, disampaikan anak bangsa yang hendak bekerja keluar negeri nanti dapat pula melanjutkan pendidikan di negara tempat di mana dia bekerja.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Ikuti Kami
Subscribe































