Episode IV, Menapaki Sejarah Pohon Lontar Versi Orang Rote Ti

- Redaksi

Jumat, 12 Februari 2021 - 00:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perbedaan Memanjat Pohon Lontar

onlinentt.com-Cara memanjat pohon lontar di Pulau Rote juga berbeda, misalnya daerah Ti, Oenale, Dengka, Lole, Korbafo, Lelain, Ba’a, serta beberapa dusun atau desa di ex Nusak Termanu yang berbatasan langsung dengan ex Nusak Ba’a dan Lole, cara menaiki pohon lontar, mereka selalu melukai batang pohon lontar sebagai tangga naik, atau dalam dialeg mereka disebut No’ik atau Naka No’i.

Selanjutnya, dari Dusun Kola Kecamatan Pantai baru hingga Dusun Seru Beba, dan Ringgou Kecamatan Rote timur, menggunakan  sejumlah pelepah tuak atau batang kayu tertentu, (pilihan), yang diikat pada batang/pohon lontar dari bagian bawa hingga ke atas sebagai tangga naik. Sedangkan dari Dusun Seru Beba hingga Desa Puku Afu
Kecamatan Rote timur, mereka menggunakan irisan pelepah lontar yang diikat dengan batu melingkari pohon sebagai tangga naik dan turun.

Perbedaan memanjat ini menurut ceritera tetua di ex Nusak Ti Kecamatan Rote Barat Daya, bahwa ketika leluhur pertama kali mulai mengenal pohon lontar sebagai pohon kehidupan, mereka mulai berpikir untuk menyadapnya. Kemudian mereka menemukan cara melukai batang atau pohon lontar untuk dijadikan sebagai tangga naik dan turun. Namun karena saat itu, perlengkapan benda tajam masih terbuat dari bahan batu, yakni, “batu ka mbilas atau batu ka nggeok, maka jenis bebatuan ini menjadi satu-satunya material pilihan dalam pembuatan kapak batu untuk melukai batang atau pohon lontar.

Baca Juga :  Wujud Peduli Pemerintah, BPBD Rote Ndao, Gandeng Anggota DPRD, Melkianus Frans Haning Dampingi Keluarga Pelajar Korban Musibah Tenggelam di Pantai Namoninilu

Jenis berbatuan ini dapat di temui di perbukitan, kali,  sungai dan pegunungan.

Penggunaan senjata kapak batu dimulai dari Pulau Rote bagian barat hingga Dusun Kola Pantai baru.

Di dusun ini, kapak batu tersebut menjadi aus, (tumpul), lalu para leluhur berinisiatif tidak mempergunakannya lagi.

Baca Juga :  Dari Ruang Kelas ke Sirkuit, 17 Siswa SMAN 1 Lobalain Ambil Peran di Grasstrack Bupati Cup 2026

Mereka mengumpulkan pelepah-pelepah lontar dan batu. Kedua material itu diikatkan pada batang lontar sebagai tangga naik dan turun.

Selanjutnya, tiba di Dusun Seru Beba Kecamatan Rote timur, pelepah lontar yang terkumpul oleh mereka, (para leluhur), hanya tersisa satu buah.

Dari sisa satu buah pelepah itu, kemudian disayat dan dibuat semacam tali, lalu diikatkan bersama batu ukuran lebih kurang sebesar telapak tangan pada batang pohon lontar dan dijadikan sebagai tangga naik serta turun, yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan, “Makalaba/Makaraba,”. *jh

Berita Terkait

Dari Ruang Kelas ke Sirkuit, 17 Siswa SMAN 1 Lobalain Ambil Peran di Grasstrack Bupati Cup 2026
Rote Ndao Mengguncang Panggung Nasional, Paulus Henuk Bawa Pulang Penghargaan Bergengsi
Kepsek Joseph Liu Beberkan Sulit Bentuk Panitia Pembangunan, Akui Rekrut dari Para Guru
Dari Jakarta Barat, Paulus Henuk Buka Jalan Investasi untuk Masa Depan Ekonomi Rote Ndao
Tepat di Momen HANTARU 2026, Implementasi PERINTIS 10 Hari Diperluas hingga ke 95 Kantah
Pesan Menteri Nusron di Peringatan0 HANTARU 2026: Transformasi, Melayani Lebih Pasti Jadi Cara Kerja Sehari-hari
PERKAJUSAMI SMA N 1 Lobalain: Dari Oemetina, 85 Penegak Ditempa Menjadi Pribadi Tangguh, Mandiri dan Siap Mengabdi
Bupati Paulus Henuk Dorong Pendidikan Rote Ndao Bersiap Hadapi Era AI Tanpa Kehilangan Karakter
Tag :
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:25 WITA

Estafet Kepemimpinan Berganti, SMA N 1 Lobalain Kukuhkan Generasi Pemimpin Muda 2026/2027

Kamis, 24 September 2026 - 12:19 WITA

Bukan Tentang Seberapa Sering Jatuh, SMA N 1 Lobalain Ajak Siswa Bangkit Bersama Tuhan

Senin, 21 September 2026 - 16:35 WITA

Dari Bilik Suara ke Ruang Demokrasi, 1.152 Siswa SMAN 1 Lobalain Tentukan Pemimpin OSIS

Jumat, 18 September 2026 - 11:27 WITA

Aswatul Adha, Siswi SMA Negeri 1 Lobalain Buktikan Pelajar Rote Ndao Mampu Berkiprah di Ajang Nasional

Kamis, 17 September 2026 - 13:27 WITA

30 Siswa SMAN 1 Lobalain Belajar Disiplin dari Lapangan Upacara Harhubnas 2026

Rabu, 16 September 2026 - 12:40 WITA

SMAN 1 Lobalain Tindak Lanjut Surat Edaran tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan

Sabtu, 12 September 2026 - 11:30 WITA

Yunita Saudale Bawa Semangat Talenta Remaja Rote Ndao ke Panggung Duta Remaja Berprestasi

Jumat, 4 September 2026 - 06:59 WITA

Hadir Menyapa Anak-Anak Sekolah, Anda Yane Henuk-Pelokilla Tegaskan Pendidikan dan Karakter adalah Investasi Masa Depan Rote Ndao

Berita Terbaru