PT. AKMEI Adakan Ujian Sertifikasi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan

0 48

onlinentt. com-NTT, -PT. AKMEI Adakan ujian sertifikasi tenaga teknik ketenagalistrikan Tahun 2020, selama lima hari di Hotel Neo Aston Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, (Prov-NTT), Selasa, 17 sampai dengan 20 Maret 2020.

Tujuan pelaksanaan ujian sertifikasi ini untuk membekali tenaga teknik ketenagalistrikan dengan lisensi agar dalam mengisi lowongan, baik di hotel dan perusahaan atau lainnya tidak mendatangkan dari luar NTT.

“yang masih muda dan miliki disiplin ilmu atau skill dibidang teknik kelistrikan wajib memiliki sertifikasi agar bisa bersaing dengan tenaga teknik dari luar NTT. Kita punya kemampuan bekerja tapi bila tidak memiliki lisensi maka ini masalah dalam persaingan, ” terang Gregorius A. Waka, General Manager PT. AKMEI NTT, dalam wawancaranya dengan awak media, Selasa, (17/03/2020), di Hotel Neo Aston.

Menurut Gregorius Wara, pelaksanaan ujian kompetensi sertifikasi bidang teknik dari Tahun 2019 hingga 2020 ini tidak ada masalah namun masih terdapat sebagian orang yang belum paham tentang pentingnya sertifikasi teknik di bidang instalasi, distribusi dan pembangkit.

“Pada hal sertifikasi tenaga teknik saat ini sedang berkembang di NTT. Bagi tenaga teknik yang sudah memiliki lisensi akan dipakai sebagai tenaga teknik kelistrikan pada hotel hotel berbintang yang ada di NTT, terangnya.

Gregorius mengaku, sebagian tenaga teknik kelistrikan yang saat ini sebagai peserta ujian kompetensi sertifikasi sudah bekerja, baik pada hotel, perusahaan dan lainnya.

“Yang belum bekerja terkecuali yang baru wisudah jurusan teknik. Mereka ini patut untuk mengikuti ujian kompetensi sertifikat tenaga teknik untuk mengisi kebutuhan kepala supervisor teknik pada tempat kerja seperti hotel dan perusahaan. Kalau di NTT tenaga teknik sudah tersedia maka tidak perlu lagi mendatangkan dari luar daerah, “tandasnya.

Norman M, Ketua Asesor Sertifikasi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan NTT, mengaku perusahaan dimana dia bekerja telah terakreditasi di Kemeterian untuk melaksanakan uji kompetensi sertifikasi tenaga teknik ketenagalistrikan selama empat tahun.

“Uji kompetensi sertifikasi tenaga teknik ketenagalistrikan di NTT sudah dua kali dilaksanakan dua kali, pertama kali Tahun 2019 di Hotel Ranaka Kupang dengan jumlah peserta 22 orang dari 22 perusahaan. Sementara, untuk Tahun 2020, dilaksanakan selama tiga hari, jumlah peserta 38 orang, jelasnya.

Dikatakan Asesor Norman, uji kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan mencakup beberapa bidang, misalnya bidang distribusi tenaga listrik, instalasi, pemanfaatan dan pembangkitan.

“Paling banyak diminati adalah bidang pembangkitan, sebanyak 14 orang. Ini pun atas permintaan dari kumpulan hotel yang di koordinir oleh pak Gregorius sebagai asosiasi, “beber dia.

Sedangkan, terkait kendala dalam pelaksanaan uji kompetensi sertifikasi selama dua tahun berturut-turut, Norman menyatakan ada kendala karena pihaknya disediakan tempat praktek yang baik oleh pihak penyelenggara dalam hal ini PT. AKMEI NTT, tambahnya.

Norman menegaskan, pihaknya merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah setelah mengkantongi akreditasi. Selain itu, uji kompetensi merupakan hal yang sangat penting karena dalam mengembangkan pembangunan tidak hanya tenaga teknik bidang pembangkit melainkan bidang lain juga, yaitu instalasi pelanggan. Jadi potensi untuk kebutuhan dari tenaga teknik sangat besar. Dan melihat perkembangan kelistrikan di seluruh indonesia, daerah NTT mengalami perkembangan yang sangat pesat pula.
Sehingga tentu membutuhkan tenaga teknis ketenagalistrikan.

“Tiap tahun kebutuhannya terus meningkat. Tahun lalu pembukaan ujian kompetensi sertifikasi tenaga teknik cuma satu kelas. Sedangkan untuk tahun ini selain dibuka dua kelas. Ada penambahan bidang sesuai permintaan yang bervariasi,” pungkas Norman.**//

Leave A Reply

Your email address will not be published.