Sebelum Dibangun, Paulus Henuk Pastikan Lahan Kampung Nelayan Disiapkan Matang

- Redaksi

Senin, 21 September 2026 - 23:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : John Henuk Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Rote Ndao – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Rote Ndao mulai memasuki tahapan penting.

 

Sebelum pembangunan fisik dilakukan, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao memastikan persoalan kesiapan lahan menjadi perhatian utama agar program tersebut dapat berjalan tanpa menimbulkan persoalan di kemudian hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Hal itu dibahas Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, bersama Staf Ahli, Dinas Perikanan, para Kepala Desa di wilayah Rote Timur, serta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Rote Ndao, Senin (21/09/2026).

 

Pertemuan tersebut secara khusus membahas persiapan lahan untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Papela, Kecamatan Rote Timur, serta Oenggae, Kecamatan Pantai Baru.

 

Bagi pemerintah daerah, kesiapan lahan bukan sekadar persoalan lokasi pembangunan. Status dan kepastian lahan, koordinasi antarlembaga, hingga komunikasi dengan masyarakat menjadi bagian penting yang harus dipastikan sejak awal.

Baca Juga :  Musrenbang RKPD Provinsi NTT TAHUN Anggaran 2023, Gubernur VBL Tekankan Peningkatan Etos Kerja dan Disiplin Serta Tanggungjawab

 

Paulus Henuk menegaskan bahwa pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat pesisir membutuhkan persiapan yang matang.

 

Pemerintah tidak ingin pembangunan hanya mengejar target fisik, tetapi juga memastikan seluruh prosesnya memiliki dasar yang jelas dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

“Pembangunan ini membutuhkan kesiapan lahan, koordinasi lintas sektor, dan komunikasi yang baik bersama masyarakat.

 

Kita ingin setiap tahapan dipersiapkan secara matang agar pembangunan dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir,” ujar Paulus.

 

Karena itu, keterlibatan Dinas Perikanan, pemerintah desa, dan Kantor Pertanahan dinilai penting untuk menyatukan langkah sejak tahap awal.

 

Pemerintah desa memiliki peran strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat dan memahami kondisi sosial maupun kebutuhan warga di wilayah pesisir.

Baca Juga :  Selepas Olahraga Bupati Rote Ndao Diskusi Dengan Sejumlah ASN dari Tiga Dinas

 

Sementara itu, aspek pertanahan menjadi bagian penting untuk memastikan lahan yang dipersiapkan dapat mendukung pelaksanaan pembangunan sesuai ketentuan.

 

Kampung Nelayan Merah Putih sendiri diharapkan tidak berhenti pada pembangunan sarana dan prasarana semata.

 

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kehidupan masyarakat nelayan melalui lingkungan yang lebih tertata serta dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

 

Bagi Rote Ndao sebagai daerah kepulauan, keberadaan masyarakat pesisir memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi daerah.

 

Karena itu, pembangunan yang menyasar kawasan nelayan diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi peningkatan kesejahteraan.

 

Baca Juga :  Jaga Ketahanan Pangan Di Masa Pandemi Persit KCK Anak Ranting 3 Den Bek Ang Kendari Budidaya Lele dan Hidroponik

Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, Pemkab Rote Ndao berupaya memastikan setiap persoalan yang berkaitan dengan lahan dapat dibahas sejak awal.

 

Dengan demikian, ketika pembangunan mulai dilaksanakan, tahapan di lapangan diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Pemerintah daerah juga menempatkan komunikasi bersama masyarakat sebagai bagian penting dalam proses tersebut.

 

Sebab, pembangunan yang berada di tengah komunitas pesisir membutuhkan dukungan dan keterlibatan masyarakat agar hasilnya dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

 

Langkah awal ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Rote Ndao memastikan Kampung Nelayan Merah Putih di Papela dan Oenggae tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi benar-benar menjadi bagian dari upaya memperkuat kehidupan masyarakat nelayan di wilayah pesisir.*

Berita Terkait

Bupati Paulus Henuk: Pembangunan Rote Ndao Harus Ramah dan Setara bagi Penyandang Disabilitas
Paulus Henuk Rangkul Tokoh Adat dan Warga Loaholu, Cari Jalan Tengah untuk Persoalan Bersama
Langkah Bersama dari Stadion C. N. Dillak, Bupati Paulus Henuk Ajak Warga Hidup Sehat dan Perkuat Kolaborasi
Harhubnas 2026, Paulus Henuk Dorong Konektivitas Transportasi Jadi Penggerak Ekonomi Rote Ndao
PEKPPP Jadi Cermin Pembenahan Pelayanan, Yohanis Dade Minta ASN Sumba Barat Berani Berbenah
Kapus Se-Rote Ndao Didorong Hadir di Paripurna, Jangan Hanya Tunggu Anggaran Turun
Bendung Moresa Dorong Petani Batulilok Panen Dua Musim, Paulus Henuk Cek Langsung Manfaat Infrastruktur Pertanian
Bupati Paulus Henuk Turun Langsung Kawal Pembangunan, Sejumlah Titik Jadi Sasaran Monev

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 23:30 WITA

Sebelum Dibangun, Paulus Henuk Pastikan Lahan Kampung Nelayan Disiapkan Matang

Minggu, 20 September 2026 - 03:09 WITA

Paulus Henuk Rangkul Tokoh Adat dan Warga Loaholu, Cari Jalan Tengah untuk Persoalan Bersama

Sabtu, 19 September 2026 - 05:23 WITA

Langkah Bersama dari Stadion C. N. Dillak, Bupati Paulus Henuk Ajak Warga Hidup Sehat dan Perkuat Kolaborasi

Jumat, 18 September 2026 - 03:29 WITA

Harhubnas 2026, Paulus Henuk Dorong Konektivitas Transportasi Jadi Penggerak Ekonomi Rote Ndao

Rabu, 16 September 2026 - 05:34 WITA

PEKPPP Jadi Cermin Pembenahan Pelayanan, Yohanis Dade Minta ASN Sumba Barat Berani Berbenah

Minggu, 13 September 2026 - 11:51 WITA

Kapus Se-Rote Ndao Didorong Hadir di Paripurna, Jangan Hanya Tunggu Anggaran Turun

Jumat, 11 September 2026 - 01:37 WITA

Bendung Moresa Dorong Petani Batulilok Panen Dua Musim, Paulus Henuk Cek Langsung Manfaat Infrastruktur Pertanian

Rabu, 9 September 2026 - 22:43 WITA

Bupati Paulus Henuk Turun Langsung Kawal Pembangunan, Sejumlah Titik Jadi Sasaran Monev

Berita Terbaru