onlinentt.com-Rote Ndao – Kepedulian terhadap penyandang disabilitas kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH menerima kunjungan teman-teman dari Sentra Efata bersama Kementerian Sosial, Senin (21/09/2026).
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga diisi dengan aksi nyata melalui penyerahan bantuan bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Rote Ndao.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bantuan yang diserahkan berupa alat bantu bagi penyandang disabilitas serta atensi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan hidup yang layak.
Bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus membantu penerima menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
Bagi Bupati Paulus Henuk, perhatian terhadap kelompok penyandang disabilitas merupakan bagian penting dari tanggung jawab pemerintah dalam memastikan pembangunan benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak boleh hanya dilihat dari pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana pemerintah mampu menghadirkan perhatian dan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan.
“Perhatian kepada penyandang disabilitas merupakan bagian dari tanggung jawab kita dalam membangun daerah yang inklusif. Pembangunan harus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, tanpa terkecuali,” tegas Paulus Henuk.
Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Sosial dan berbagai pihak menjadi penting untuk memperluas jangkauan pelayanan sosial di daerah, termasuk bagi masyarakat penyandang disabilitas.
Kehadiran Sentra Efata bersama Kementerian Sosial di Rote Ndao menjadi bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan kualitas hidup penyandang disabilitas.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao pun diharapkan terus membangun koordinasi dan kerja sama agar bantuan sosial maupun alat bantu yang diberikan dapat tepat sasaran serta memberikan dampak nyata bagi penerimanya.
Bagi pemerintah daerah, pembangunan yang inklusif bukan sekadar menghadirkan program, melainkan memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh perhatian, pelayanan dan kehidupan yang layak.
Langkah tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembangunan Rote Ndao diarahkan agar tidak meninggalkan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan, termasuk para penyandang disabilitas.*




















