onlinentt.com–Rote Ndao | –Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Rote Ndao membutuhkan anggaran 10 milliar rupiah untuk berinvestasi jangka panjang. Mulai dari berkeinginan menyusun dan memperkuat fondasi pelayanan juga membuka sumber pendapatan baru bagi daerah.
Kebutuhan anggaran sebanyak itu bila diperoleh maka akan diarahkan untuk menjawab dua kebutuhan utama, pertama untuk memastikan keamanan pasokan air baku untuk Kota Ba’a dan pengembangan sejumlah unit usaha produktif, ” demikian hasil bincang bincang Gustaf Folla, S.Pd, Direktur Perumda Perusahaan Air Minum Kabupaten Rote Ndao, dengan wartawan onlinentt.com, beberapa pekan lalu di kantornya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rencana tersebut menjadi bagian dari agenda jangka panjang Perumda Rote Ndao agar mampu berkembang sebagai perusahaan daerah yang tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan publik, tetapi juga memiliki kemampuan bisnis yang sehat dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Direktur Perumda Perusahaan Air Minum Kabupaten Rote Ndao, Gustaf Folla, S.Pd, mengatakan dari total kebutuhan investasi tersebut, sekitar Rp5,5 miliar diproyeksikan untuk pengamanan sumber air baku Kota Ba’a secara menyeluruh.
Investasi ini dinilai penting karena Perumda perlu menyiapkan sumber air alternatif untuk menggantikan ketergantungan terhadap mata air Oemau.
Ke depan, mata air Oemau direncanakan memiliki fungsi berbeda dengan dikembangkan menjadi kawasan kolam renang.
Selain itu, pengoperasian sistem yang selama ini ada juga membutuhkan biaya yang cukup besar. Karena itu, Perumda mulai mencari solusi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Gustaf menjelaskan, Perumda telah mendapatkan alternatif sumber mata air yang secara teknis memiliki keunggulan karena dapat dialirkan dengan memanfaatkan daya gravitasi.
Pemanfaatan sistem gravitasi tersebut diharapkan dapat membantu menekan biaya operasional sekaligus memberikan jaminan yang lebih baik terhadap keberlanjutan pelayanan air bersih di Kota Ba’a.
“Untuk pengamanan air baku dalam Kota Ba’a secara menyeluruh, kita membutuhkan investasi sekitar Rp5,5 miliar. Kita sudah mendapatkan sumber mata air alternatif yang dalam pengoperasiannya menggunakan daya gravitasi,” ujar Gustaf.
Menurutnya, pengamanan air baku harus menjadi prioritas karena keberadaan sumber air merupakan fondasi utama pelayanan Perumda kepada masyarakat.
Setelah kebutuhan tersebut terpenuhi, sekitar Rp4,5 miliar lainnya direncanakan digunakan untuk membiayai sejumlah kebutuhan pengembangan perusahaan.
Anggaran tersebut antara lain
diarahkan untuk perbaikan unit-unit pelayanan, pembangunan pabrik air minum dalam kemasan serta pengembangan teknologi Reverse Osmosis (RO).

Rencana pengembangan air kemasan dan RO menjadi salah satu langkah Perumda dalam melihat peluang usaha baru.
Produk tersebut nantinya direncanakan menggunakan nama “Nita Oen”, sebuah identitas yang diharapkan dapat menjadi produk air minum lokal Kabupaten Rote Ndao.
Namun, penamaan dan konsep pengembangan produk tersebut belum menjadi keputusan final.
Gustaf menegaskan, seluruh rencana pengembangan usaha akan terlebih dahulu dibicarakan dan dirumuskan bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, khususnya dengan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH.
“Untuk rencana air RO dan air kemasan, sementara kita beri nama Nita Oen. Tetapi tentu ini akan kita diskusikan dan rumuskan terlebih dahulu bersama Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH,” jelasnya.
Di balik rencana tersebut, Perumda melihat adanya peluang ekonomi yang cukup besar.
Selama ini perusahaan lebih banyak dikenal masyarakat sebagai penyedia layanan air minum.
Ke depan, perusahaan daerah tersebut ingin membangun fondasi usaha yang lebih beragam sehingga tidak hanya bergantung pada pendapatan dari pelayanan air.
Air minum dalam kemasan, pengembangan RO hingga rencana pembangunan kolam renang umum menjadi bagian dari gambaran besar diversifikasi usaha tersebut.
Khusus untuk kolam renang, mata air Oemau yang selama ini menjadi salah satu sumber air penting direncanakan dapat dikembangkan menjadi fasilitas olahraga dan rekreasi masyarakat.
Konsep tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ganda. Di satu sisi, masyarakat memperoleh fasilitas olahraga dan rekreasi, sementara di sisi lain Perumda memiliki peluang membangun unit usaha baru yang menghasilkan pendapatan.
Kolam renang nantinya berpotensi dimanfaatkan untuk rekreasi keluarga, latihan renang, kegiatan sekolah hingga pembinaan atlet olahraga renang.
Dengan demikian, investasi yang direncanakan Perumda tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar keuntungan perusahaan.
Ada kepentingan pelayanan publik, efisiensi operasional, pengembangan ekonomi daerah dan peluang peningkatan PAD yang berjalan bersamaan.
Gustaf menilai, pengembangan usaha harus dilakukan secara bertahap dan berdasarkan perhitungan yang matang. Perumda tidak ingin ekspansi usaha justru membebani perusahaan apabila tidak didukung kajian kelayakan, kemampuan pembiayaan dan perencanaan operasional yang baik.
Karena itu, kebutuhan investasi sekitar Rp10 miliar tersebut harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Sebanyak Rp5,5 miliar diarahkan untuk memastikan Kota Ba’a memiliki sistem pengamanan air baku yang lebih kuat, sementara Rp4,5 miliar lainnya diproyeksikan menjadi modal untuk membenahi sistem pelayanan sekaligus membuka peluang usaha baru.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa masa depan Perumda Rote Ndao tidak hanya berbicara mengenai bagaimana air sampai ke rumah-rumah masyarakat.
Lebih jauh, perusahaan daerah ini mulai menghitung bagaimana sumber daya air dapat dikelola menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas.
Jika seluruh rencana dapat diwujudkan secara tepat, Perumda berpeluang memiliki wajah baru: pelayanan air tetap menjadi tugas utama, tetapi pada saat bersamaan tumbuh unit-unit bisnis yang mampu menopang kesehatan perusahaan.
Air baku yang aman, sistem pelayanan yang lebih efisien, produk air kemasan lokal, teknologi RO dan fasilitas kolam renang menjadi rangkaian agenda yang sedang dipersiapkan.
Pada akhirnya, keberhasilan investasi tersebut akan sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan, dukungan pemerintah daerah, pengawasan serta kemampuan manajemen dalam mengelola setiap unit usaha.
Dari kebutuhan mengamankan air baku sebesar Rp5,5 miliar hingga peluang bisnis senilai Rp4,5 miliar, Perumda Rote Ndao kini sedang menyiapkan sebuah arah baru.
Bukan hanya menjaga air tetap mengalir kepada masyarakat, tetapi juga memastikan dari setiap tetes air tersebut dapat lahir nilai ekonomi yang kembali mengalir untuk kemajuan Kabupaten Rote Ndao dan peningkatan PAD.*




















