onlinentt.com-Rote Ndao | Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Rote Ndao menjadi panggung kebanggaan bagi SMA Negeri 1 Lobalain.
Sekolah tersebut kembali menunjukkan kualitas terbaik peserta didiknya dengan mempersembahkan delapan putra-putri terbaik untuk bertugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Rote Ndao.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Delapan siswa yang dipercaya mengemban tugas tersebut yakni Michelle Sayd, Gracia Taniu, Agustina Talo Bere, Putra Fadlin, Disya Detaq, Melan Dillak, Irene Ndolu, dan Celsyin Kiah.
Keikutsertaan delapan siswa ini menjadi catatan tersendiri bagi SMA Negeri 1 Lobalain. Dari sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Rote Ndao, sekolah ini menjadi salah satu sekolah dengan jumlah perwakilan Paskibraka terbanyak pada momentum HUT RI ke-81.
Prestasi tersebut tidak lahir secara kebetulan. Para siswa harus melewati proses seleksi dan ujian kompetensi kebangsaan, kemudian mengikuti latihan secara rutin dengan mengedepankan disiplin, ketahanan fisik, kekompakan, kerja sama, kepemimpinan, serta mental pantang menyerah.
Proses panjang itu akhirnya mengantarkan delapan siswa SMA Negeri 1 Lobalain menjadi bagian dari pasukan yang dipercaya mengemban tugas terhormat mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Rote Ndao.
Bagi sekolah, keberhasilan tersebut bukan sekadar pencapaian dalam kegiatan seremonial kenegaraan.
Lebih dari itu, Paskibraka menjadi ruang pembentukan karakter bagi generasi muda agar memiliki rasa tanggung jawab, disiplin, keberanian, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap bangsa dan tanah air.
Kepala SMA Negeri 1 Lobalain saat menerima kembali para anggota Paskibraka di ruang kerjanya menyampaikan pesan agar pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Paskibraka tidak berhenti setelah tugas selesai.
Menurutnya, ketika seorang siswa dipercaya menjadi anggota Paskibraka, ia tidak hanya membawa tugas untuk mengibarkan bendera Merah Putih. Di pundaknya juga melekat nama baik keluarga dan sekolah.
Setiap langkah, gerakan, dan sikap yang ditampilkan selama menjalankan tugas menjadi gambaran tentang kedisiplinan dan tanggung jawab seorang pelajar.
“Ketika bertugas mengibarkan bendera Merah Putih, seorang siswa tidak hanya menjalankan tugas seremonial, tetapi juga membawa nama baik sekolah dan menjadi teladan bagi siswa lainnya,” pesannya.
Sementara itu, Michelle Sayd, salah satu anggota Paskibraka SMA Negeri 1 Lobalain, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti seluruh proses hingga dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka tingkat kabupaten.
“Jujur, melalui kegiatan ini saya mendapat pengalaman yang sangat berharga. Saya dan teman-teman dibentuk menjadi pribadi yang lebih percaya diri, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan,” ungkap Michelle.
Ia mengatakan, menjadi Paskibraka tidak hanya tentang menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih. Ada nilai-nilai kehidupan yang diperoleh selama menjalani proses latihan dan pembentukan karakter.
“Menjadi Paskibraka bukan sekadar mengibarkan Sang Merah Putih, tetapi juga belajar mengibarkan semangat nasionalisme, disiplin, dan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Bagi SMA Negeri 1 Lobalain, delapan nama tersebut menjadi representasi dari proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan prestasi siswa.
Momentum HUT RI ke-81 pun menjadi bukti bahwa sekolah mampu melahirkan putra-putri terbaik yang siap tampil membawa nama sekolah sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Rote Ndao.
Delapan siswa itu kini tidak hanya menyimpan kebanggaan sebagai anggota Paskibraka, tetapi juga membawa pengalaman yang diharapkan menjadi bekal untuk terus berprestasi dan menjadi inspirasi bagi siswa-siswi SMA Negeri 1 Lobalain lainnya.
Dengan semangat tersebut, SMA Negeri 1 Lobalain terus meneguhkan diri sebagai salah satu sekolah yang mampu melahirkan generasi muda berprestasi, berkarakter, disiplin, dan memiliki semangat nasionalisme yang kuat di setiap momentum penting daerah dan bangsa.*




















