onlinentt.com – Rote Ndao | Di tengah hamparan lahan pertanian Desa Holoama, Kecamatan Lobalain, Kamis (6/8/2026), suara mesin traktor yang mulai dihidupkan menjadi simbol harapan baru bagi petani Rote Ndao.
Hari itu bukan sekadar seremoni penyerahan bantuan, melainkan momentum dimulainya langkah menuju pertanian yang semakin modern, produktif, dan berdaya saing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui perjuangan aspirasi Usman Husin, sebanyak 12 unit traktor roda empat dan 4 unit combine harvester diserahkan kepada 16 kelompok tani di Kabupaten Rote Ndao.
Bantuan ini menjadi investasi penting bagi peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mempercepat transformasi mekanisasi di daerah paling selatan Indonesia.
Bagi Usman Husin, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya gedung atau terbukanya jalan baru. Ketahanan pangan dan kesejahteraan petani merupakan fondasi utama pembangunan daerah.
Karena itu, ia terus memperjuangkan kebutuhan sektor pertanian agar petani memiliki sarana yang memadai untuk meningkatkan hasil usaha taninya.
Motto yang selalu dipegangnya, “Petani adalah Pahlawan Kemanusiaan,” bukan sekadar kalimat inspiratif. Filosofi tersebut diwujudkan melalui berbagai upaya menghadirkan program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tani.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao, Nixon Molelanik Balukh, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Usman Husin dalam memperjuangkan bantuan alsintan bagi petani Rote Ndao.
Ia menjelaskan bahwa dari sekitar 1.007 kelompok tani yang ada di Kabupaten Rote Ndao, tahun 2026 ini sebanyak 16 kelompok tani memperoleh bantuan alsintan berupa traktor roda empat dan combine harvester.
Menurut Nixon, bantuan tersebut memiliki arti strategis karena mekanisasi pertanian menjadi salah satu kunci meningkatkan produktivitas sekaligus mengatasi tantangan keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.
Dengan penggunaan traktor roda empat, proses pengolahan lahan dapat dilakukan lebih cepat, lebih efisien, dan mampu menjangkau areal yang lebih luas.
Sementara combine harvester memungkinkan proses panen berlangsung lebih singkat dengan kehilangan hasil yang lebih kecil, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan petani.
Lebih dari sekadar bantuan fisik, alsintan ini diharapkan menjadi pemicu tumbuhnya semangat baru bagi kelompok tani untuk terus meningkatkan kapasitas, memperkuat kelembagaan, serta mengembangkan usaha tani yang lebih modern.
Sinergi antara aspirasi yang diperjuangkan di tingkat pusat dengan pelaksanaan program di daerah menunjukkan bahwa pembangunan pertanian akan berjalan lebih efektif ketika seluruh pemangku kepentingan memiliki visi yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan petani.
Harapan itu kini berada di tangan 16 kelompok tani penerima bantuan. Dengan peralatan yang lebih modern, produktivitas pertanian diharapkan terus meningkat, biaya produksi semakin efisien, dan kesejahteraan petani Rote Ndao tumbuh seiring meningkatnya hasil panen.
Momentum di Desa Holoama menjadi pengingat bahwa setiap kebijakan yang berpihak kepada petani akan selalu memberi dampak luas bagi masyarakat.
Sebab ketika petani semakin kuat, ketahanan pangan daerah pun semakin kokoh, dan pembangunan akan bertumbuh dari sawah-sawah yang terus menghasilkan kehidupan.*




















