onlinentt.com-Kota Kupang – Komitmen memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Rote Ndao terus diperjuangkan Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB, Usman Husin, melalui dorongan penambahan kuota pupuk bersubsidi serta pembangunan gudang pupuk di wilayah paling selatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Usulan tersebut disampaikan Usman Husin usai menghadiri pertemuan bersama Direksi PT Pupuk Indonesia (Persero), distributor, dan pengecer pupuk bersubsidi se-Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Jumat (17/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Usman Husin, kebutuhan pupuk bagi petani di Rote Ndao harus mendapat perhatian khusus mengingat kondisi geografis kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut.
Gangguan cuaca yang sering terjadi menjadi salah satu penyebab terhambatnya distribusi pupuk sehingga berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian masyarakat.
Karena itu, ia menilai pembangunan gudang pupuk di Kabupaten Rote Ndao merupakan solusi strategis agar stok pupuk tetap tersedia ketika jalur pelayaran terganggu.
Dengan adanya gudang penyimpanan, distribusi kepada kelompok tani dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu pasokan baru dari luar daerah.
Selain itu, Usman Husin juga meminta pemerintah meninjau kembali alokasi kuota pupuk bersubsidi yang dinilai masih belum mampu memenuhi kebutuhan riil petani.
Menurutnya, peningkatan produksi pertanian harus diimbangi dengan ketersediaan pupuk yang memadai agar program ketahanan pangan nasional dapat berjalan optimal hingga ke daerah terluar.
Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi juga perlu diperkuat sehingga bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh petani yang berhak.
“Ketahanan pangan tidak akan terwujud apabila pupuk tidak tersedia dan tidak sampai kepada petani yang membutuhkan,” tegas Usman Husin.
Dalam forum tersebut, para distributor dan pengecer pupuk bersubsidi di NTT juga menyampaikan berbagai kendala yang masih dihadapi di lapangan.
Sedikitnya terdapat tujuh persoalan utama yang menjadi perhatian bersama, yakni keterbatasan kuota pupuk, minimnya jumlah distributor dan pengecer, gangguan sistem akibat jaringan internet, persoalan stok dan mekanisme penebusan, hambatan transportasi karena cuaca dan kondisi geografis, perubahan administrasi serta petunjuk teknis yang kerap terjadi, hingga persoalan selisih harga pupuk bersubsidi dan non-subsidi yang berdampak pada distributor.
Distributor pupuk bersubsidi wilayah Rote Ndao, Mus Mooy, menjelaskan bahwa persoalan paling krusial adalah terhambatnya pasokan pupuk ketika cuaca buruk menyebabkan kapal pengangkut tidak dapat beroperasi. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kebutuhan pupuk petani pada musim tanam.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Senior Vice President (SVP) Distribusi PT Pupuk Indonesia (Persero), Veronika Trisna Sukmawati, menyatakan pihaknya akan melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Rote Ndao guna melihat kondisi distribusi di lapangan sekaligus mengevaluasi berbagai kendala yang selama ini dihadapi.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret dalam memperbaiki sistem distribusi pupuk bersubsidi sehingga pelayanan kepada petani semakin efektif, tepat sasaran, dan mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Rote Ndao.
Dengan adanya sinergi antara DPR RI, PT Pupuk Indonesia, distributor, pengecer, serta pemerintah daerah, diharapkan kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani Rote Ndao dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah perbatasan selatan Indonesia.




















