2 unit mesin ini maka butuh biomasa kering untuk substitusi batubara dalam proses co-firing.
“Kita juga melihat potensi bagian selatan Pulau Timor ini punya potensi pengembangan lamtoro untuk Peternakan rakyat dan co firing.
Luas lahan disini mencapai 3.000 Ha yang dapat dimanfaatkan untuk program transformasi hijau. Jadi kita bangun integrasi program ini untuk biomassa pada suplai co-firing dan peternakan rakyat,” ungkap Prof Fredrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rektor Undana Dr. drh. Maxs U.E. Sanam, M.Sc menjelaskan, kerja sama terkait dengan co-firing biomassa ini sangat luar biasa dengan Desa Oetuke sebagai desa contoh pilot project pemanfaatan co-firing.
“Ini nerupakan bagian dari Peranan Kampus pada pengabdian bagi masyarakat melalui kolaborasi Undana bersama Pemerintah Provinsi NTT serta PLN.
Ini juga membuka ruang bagi kampus dan mahasiswa serta akademisi untuk mengembangkan ilmu diluar kampus sesuai dengan model pembelajaran Kampus Merdeka (Merdeka Belajar),” ujarnya.
Ditempat yang sama, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Provinsi NTT Fintje Lumembang menjelaskan, pemanfaatan biomassa untuk co-firing PLN sangat mendukung program pemerintah menuju zero emisi pada tahun 2060 mendatang.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Ikuti Kami
Subscribe


















