Sementara, di Rote Ndao, masyarakat belum melihat keseluruhan pohon lontar sebagai potensi ekonomis. Mereka baru memanfaatkan nira lontar, sedangkan aikon lainnya belum dimanfaatkan sebagai potensi ekonomis yang menjanjikan.
Sisi lain yang menyedihkan adalah pohon lontar yang telah dianggap sebagai Ibu/Air Susu Ibu, (ASI), sumber kehidupan, sejak daerah yang dimekarkan Tahun 2002 silam tersebut, belum ada regulasi yang mengatur tentang perlindungan terhadap lontar, sebagai salah satu aset daerah.
Karena itu, suatu ketika dikuatirkan negeri yang mendapat tagline, “Pulau Sejuta Lontar,” itu hanya tinggal sebuah ceritera usang karena telah punah. *jh
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ikuti terus …Menapaki sejarah pohon lontar versi Orang Rote Ti hanya ada di onlinentt.com
Halaman : 1 2

Ikuti Kami
Subscribe































