Kabel-kabel listrik berwarna putih kecil panjang menyerupai ular-ular kecil putih yang merayap¸ melekat dan mencakar diantara celah plafon dan tembok bangunan gedung itu. Bahkan ujung-ujungnya menjulur ke bawah dengan tiga uratan warna merah¸ kuning dan biru.
Dari gedung mubasir itu¸ tim media ini terus menyusuri beberapa bagian lorong pasar tersebut yang konon penghasilan retribusinya, (PAD) mencapai Rp 74 Milyar/tahun dan bahkan disebut-sebut sebagai pasar dengan tingkat PAD terbesar per tahun di NTT.
Namun ironisnya¸ tim media ini menemukan sebuah pemandangan kurang sedap dimana kondisi pasar tersebut, seperti kampung kumuh yang jarang dan bahkan tidak pernah tersentuh program pembangunan Pemerintah Kabupaten Kupang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi jalan di setiap lorong yang memisahkan jejeran bangunan tua tempat masyarakat bertransaksi di hari pasar; masih berupa tanah dengan genangan air dan lumpur menyerupai kubangan kerbau.
Matias Anin¸ salah satu tokoh masyarakat yang berhasil ditemui tim media ini di lokasi tersebut¸ mengungkapkan bahwa deretan bangunan tua tempat transaksi jual beli masyarakat itu sudah ada sejak tahun 1986.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Ikuti Kami
Subscribe































