“Mereka bertebaran ke semua lapisann masyarakat, baik lingkungan keluarga, kerja, pendidikan dan lingkungan masyarakat dalan kondisi yang mengidap adiksi narkoba dan berpotensi mengganggu ketertiban dan memicu masalah di lingkungan, “katanya.
Menurut Teguh Iman Wahyudi, masyarakat diberikan ruang seluas-luasnya ikut berperan aktif dalam upaya P4GN.Oleh karena itu dalam rangka mengimplementasi serta peran masyarakat, BNN Prov-NTT melalui seksi pemberdayaan masyarakat akan terus memfasilitasi dan menggerakan seluruh lingkungan kerja dan komponen masyarakat untuk terus bereran dalam upaya P4GN melalui pendayagunaan seluruh sumber daya dan potensi yang dimiliki.
Diakhir kata, Kepala BNNP NTT berharap setelah usai Raker perlu ada tindaklanjut, dari seluruh peserta Raker dengan lebih aktif dalam upaya P4GN khususnya di lingkungan sesuai Undabg-Undang Nomor 35 Tahun 2009, tentang narkotika pada pasal 104.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
BNNP NTT Selenggarakan Kegiatan
Raker P2M Anti Narkoba di
Lingkungan Instansi Pemprov-NTY
onlinentt. com-NTT, -Untuk membangun komunikasi jejaring kerja dan kepeduliaan stackholder di lingkungan pemerintah untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalagunaan dan peredaran gelap narkoba, (P4GN), melalui sinegritas program kegiatan pemberdayaan masyarakat anti narkoba, Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur, (BNNP-NTT), mengadakan Rapat Kerja, (Raker), P2M Anti Narkoba di lingkungan instansi Pemerintah Provinsi NTT, (Prov-NTT), bertempat di Room Oenesu Hotel Swiis Bellin Kristal Kupang, Rabu, (10/03/2020).
Raker ini dimulai pada pukul 09.15 wita hingga selesai dibuka oleh Hendrik J. Rohi, SH, M. Hum, Kabid P2M, (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat), BNNP NTT.
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa dengan sambutan oleh Kepala BNN Provinsi Nusa Tenggara Timur, (Prov-NTT), Teguh Iman Wahyudi, SH., MH, dalam sambutan yang dibacakan oleh Hendrik J. Rohi, SH, M. Hum, Kabid P2M, (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat), BNNP NTT, sekaligus membuka kegiatan Raker.
Seterusnya, kegiatan coffe break, dan dilanjutkan lagi dengan pemaparan, materi pertama tentang strategi pemberdayaan masyarakat dalam P4GN dan diskusi panel oleh para pemateri, antara lain, Hendrik J. Rihi, SH, M. Hum. Materi kedua, soal implementasi Permendagri Nomor 12 Tahun 2019, fasilitasi P4GN oleh pemerintah provinsi oleh Kepala Bidang Ketahanan Seni dan Budaya, Agama, Kemasyarakatan dan Ekonomi oleh Kesbangpol Prov-NTT, Drs Kasmanto R. Djo Naga, M. Si. Ketiga, peran aktif pemerintah dalam P4GN dan Pemetaan Calon Penggiat Anti Narkoba, Penyuluh Narkoba Ahli Mady, Drs Thiny L. Teeishow.
Kepala BNN Provinsi Nusa Tenggara Timur, (Prov-NTT), Teguh Iman Wahyudi, SH., MH, dalam sambutan yang dibacakan oleh Hendrik J. Rohi, SH, M. Hum, Kabid P2M, (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat), BNNP NTT, mengatakan
trend perkembangan masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dewasa ini menunjukan peningkatan yang signifikan.
“Berdasarkan hasil penelitian BNN bekerjasama dengan LIPI TAHUN 2019,
diperkirakan sekitar 3,8 juta jiwa penduduk Indonesia terindikasi menjado pecandu
dan penyalahgunaan narkotika,”ujar dia.
Sedangkan untuk Prov-NTT, tercatat sebanyak 4.875 orang pecandu penyalahgunaan narkotika. Namun, jumlah yang terakaes layanan rehabipitasi masih sangat sedikit dibanding para pecandu yang tidak terakses kesehatan dan pemulihan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

































