onlinentt.com-Rote Ndao-Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/2025, Pemerintah Daerah, (Pemda), Kabupaten Rote Ndao menyerahkan 13 ekor sapi kurban secara simbolis kepada 11 Masjid.
Penyerahan tersebut berlangsung pada Kamis, 5 Juni 2025, dimulai pukul 09.00 Wita, dihadiri oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, bersama unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Drs. Jonas Matheos Selly, MM, para Asisten Setda, dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemda setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyerahan hewan kurban ini dilakukan secara bertahap pada empat titik lokasi Masjid sebagai pusat kegiatan sebagai perwakilan dari 11 Masjid.
Adapun rincian penyaluran bantuan hewan kurban sebagai berikut, pertama Kecamatan Loaholu, Masjid Jamiatul Islamiyah Oelaba (Penerima bantuan hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia melalui BANMAS), Masjid Nurul Imam, Masjid Nurul Bahar. Kedua, Kecamatan Lobalain: – Masjid Al-Ikhwan Ba’a, Masjid An-Nur, Masjid Al-Falah. Ketiga, Kecamatan Pantai Baru, Masjid Al-Fatah Olafulihaa, Masjid Ar Rahman keempat, Kecamatan Rote Timur, Masjid Al-Bahri dan Masjid Al-Muhajidin Papela (Penerima bantuan hewan kurban dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur).
Secara keseluruhan, hewan kurban disalurkan Pemda sebanyak 11 ekor sapi. Sedangkan Presiden RI, sebanyak 1 ekor sapi dan Gubernur NTT, sejumlah 1 ekor maka total bantuan hewan kurban di Idhul Adha 1446 Hijriah/2025, sebanyak 13 ekor sapi.
Bupati Paulus Henuk disela-sela penyerahan mengatakan bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian dari pemerintah di dalam mendukung pelaksanaan ibadah kurban serta memperkuat nilai-nilai sosial keagamaan di masyarakat.
“Hari Raya Idul Adha bukan hanya tentang ibadah kurban semata, namun juga momentum untuk mempererat silaturahmi dan menanamkan nilai keikhlasan, pengorbanan, serta kepedulian antar sesama,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao, Herman Haning, S.Pt., juga menambahkan penyaluran hewan kurban ini menjadi bagian dari kontribusi aktif pemerintah dalam mendukung kehidupan beragama dan sosial masyarakat.
“Bantuan ini diharapkan menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus bentuk nyata pelayanan publik di bidang keagamaan,” ungkap Herman Haning.
Kegiatan itu berlangsung dengan tertib, disambut antusias oleh para pengurus Masjid dan warga setempat, serta menjadi momentum penguatan hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan masyarakat.*

































