onlinentt.com–Rote Ndao | Ada kebahagiaan tersendiri ketika melihat orang-orang terdekat berhasil menuntaskan pendidikan tinggi.
Perasaan itulah yang dirasakan Kepala SMA Negeri 1 Lobalain, Alberd W. Dano, S.Pd, ketika menyaksikan keberhasilan sejumlah ponakannya meraih gelar sarjana dengan predikat pujian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebanggaan tersebut disampaikan Alberd setelah para ponakannya mengikuti prosesi wisuda melalui Rapat Senat Terbuka Universitas Persatuan Guru 1945 (UPG 45) Kupang, pada 9 September 2026.
Bagi Alberd, capaian tersebut bukan sekadar tentang gelar yang kini melekat di belakang nama. Lebih dari itu, gelar sarjana menjadi bukti dari perjalanan panjang yang ditempuh dengan kerja keras, ketekunan dan semangat.
Ia pun menyampaikan ucapan selamat kepada para ponakannya yang telah berhasil melewati salah satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan mereka.
“Selamat dan sukses buat keponakan semua yang telah meraih gelar sarjana dengan predikat pujian. Kalian telah berjuang dengan keras dan penuh semangat. Telah membanggakan orang tua dan keluarga,” ungkap Alberd.

Beberapa nama yang disebut dalam ucapan kebanggaan tersebut yakni Julvinda Pakuleo, S.Pd; Wesly Henukh, S.Pd; Jilta Dano, S.E; Ferdinuel Fando, S.H; Gusti Ndun, S.H; dan Deby Ello, S.H, serta sejumlah ponakan lainnya.
Di balik keberhasilan itu, Alberd menyadari ada perjuangan panjang yang tidak selalu terlihat.
Ada doa orang tua, dukungan keluarga, pengorbanan waktu dan biaya, serta semangat para mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan hingga akhirnya berdiri mengenakan toga di hari wisuda.
Karena itu, ia berharap para lulusan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Gelar yang diperoleh hendaknya menjadi modal untuk terus belajar, bekerja dengan sungguh-sungguh dan memberikan manfaat bagi lingkungan di mana mereka berada.
Alberd juga memberikan apresiasi kepada Ketua BPH PGRI Dr. Sam Haning, Rektor UPG 45 Uky Riwu Kaho, beserta seluruh jajaran UPG 45 Kupang yang telah memberikan bimbingan selama para ponakannya menempuh pendidikan.
“Terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Ketua BPH PGRI Bapak Dr. Sam Haning, Rektor UPG 45 Bapak Uky Riwu Kaho dan jajaran atas bimbingan yang telah diberikan,” ujarnya.
Menurut Alberd, keberhasilan para lulusan tersebut turut menunjukkan pentingnya keberadaan perguruan tinggi dalam membuka ruang bagi generasi muda Nusa Tenggara Timur untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Ia pun berharap UPG 45 Kupang semakin maju dan konsisten melahirkan sumber daya manusia yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
“Semoga UPG 45 terus menghasilkan SDM yang handal dan terus menjadi kampus kebanggaan masyarakat NTT,” harapnya.
Bagi seorang paman, keberhasilan para ponakan tentu menghadirkan kebanggaan yang sulit diukur hanya dengan kata-kata. Hari wisuda itu menjadi pengingat bahwa setiap perjuangan yang dijalani dengan tekun pada akhirnya dapat menghadirkan senyum dan kebahagiaan bagi keluarga.
Kini, setelah gelar sarjana diraih, perjalanan baru pun dimulai. Tantangannya mungkin berbeda, tetapi harapan keluarga tetap sama: agar ilmu yang telah diperoleh menjadi bekal untuk menata masa depan sekaligus menghadirkan manfaat bagi banyak orang.*




















