onlinentt.com – Rote Ndao | Duka cita menjadi ruang untuk saling menguatkan.
Di tengah kehilangan orang terkasih, kepedulian dan kehadiran sesama menjadi penghiburan yang tidak ternilai bagi keluarga yang sedang berduka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ungkapan kepedulian itu disampaikan Kepala SMA Negeri 1 Lobalain, Alberd W. Dano, S.Pd., atas berpulangnya ayahanda terkasih dari Bapak Deksi Penu.
“Atas nama pribadi, keluarga besar, serta seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Lobalain, kami turut merasakan duka yang mendalam atas berpulangnya ayahanda terkasih dari Bapak Deksi Penu,” demikian ungkapan belasungkawa yang disampaikan Alberd W. Dano.

Menurutnya, kehilangan orang tua merupakan sebuah duka yang sangat dalam. Namun, dalam iman Kristen, setiap perpisahan di dunia bukanlah akhir dari segala sesuatu, melainkan sebuah perjalanan menuju kehidupan kekal bersama Tuhan.
Karena itu, keluarga yang ditinggalkan diharapkan tetap teguh dalam iman, sekalipun hati sedang diliputi kesedihan.
“Kiranya keluarga besar yang ditinggalkan terus dikuatkan dalam iman dan pengharapan, serta senantiasa dihibur oleh pemilik kehidupan, Yesus Kristus, Tuhan,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian keluarga besar SMA Negeri 1 Lobalain. Sebab, berbagi bukan hanya dilakukan ketika seseorang berada dalam sukacita, tetapi juga ketika saudara, sahabat, maupun keluarga sedang menghadapi pergumulan dan kehilangan.
Dalam suasana duka, doa dan perhatian sederhana dapat menjadi kekuatan bagi mereka yang ditinggalkan. Kehadiran orang-orang yang peduli memberikan pesan bahwa keluarga yang sedang berduka tidak berjalan sendirian menghadapi masa sulit.
Alberd W. Dano berharap, kenangan, kasih, serta keteladanan almarhum senantiasa menjadi warisan berharga bagi keluarga yang ditinggalkan. Kiranya Tuhan memberikan kekuatan kepada seluruh keluarga untuk menerima kehendak-Nya dengan hati yang tabah.
Selamat jalan menuju keabadian. Kiranya kasih dan penghiburan Kristus senantiasa menyertai keluarga yang berduka.*
Peduli dalam duka, berbagi dalam pengharapan—karena kasih tidak pernah meninggalkan mereka yang sedang kehilangan.




















