Dari Lontar Menuju Masa Depan: Bupati Paulus Henuk dan Ketua Klasis RBL Menginspirasi 700 Pemuda GMIT Menjadi Agen Perubahan

- Redaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Johanes Henuk Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com – Rote Ndao | Semangat generasi muda untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah dan kehidupan bergereja mendapat dorongan kuat melalui Ibadah Pemuda yang dirangkaikan dengan Talk Show di halaman SMA Swasta Ita Esa Mundek, Jumat (21/8/2026).

 

Kegiatan yang mengangkat tema “Dari Lontar ke Masa Depan: Merdeka, Berkarya – Pemuda Rote Ndao sebagai Agen Perubahan” tersebut diikuti lebih dari 700 pemuda GMIT se-Klasis Rote Barat Laut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Talk show menghadirkan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH dan Ketua Klasis Rote Barat Laut Pdt. Johanis Nehemia Solok, S.Th sebagai narasumber, dengan Pdt. Siliwaty Padakari, S.Th sebagai moderator.

 

Kehadiran para pemuda dalam jumlah besar menunjukkan antusiasme generasi muda untuk belajar, berefleksi, sekaligus menemukan inspirasi dalam menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar iman dan budaya.

 

Turut hadir para pendeta se-Klasis Rote Barat Laut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Rote Ndao, Kepala Bidang Kelembagaan dan Sarana Prasarana Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao, Plt. Camat Loaholu, serta para Maneleo setempat.

Baca Juga :  Puncak HKAN 2021, Dirjen KSDAE KLHK Jalin Kerja Sama dengan Pemprov NTT

 

Dalam penyampaiannya, Bupati Paulus Henuk menegaskan bahwa pemuda tidak hanya diposisikan sebagai generasi penerus, tetapi juga memiliki peran penting sebagai kekuatan perubahan pada masa kini.

 

Menurutnya, setiap pemuda memiliki tiga kekuatan yang harus digunakan secara positif, yakni otak untuk berpikir, hati untuk berempati, dan tangan untuk berkarya.

,

“Jangan menjadi pemuda yang pasif dan hanya menunggu. Berpikirlah, bergeraklah, dan lakukan sesuatu berdasarkan iman yang kita miliki. Di dalam Tuhan, kita memiliki masa depan yang kuat dan penuh harapan. Jangan sampai kita tercabut dari iman,” pesan Paulus Henuk.

 

Bupati juga mendorong pemuda Rote Ndao untuk tampil sebagai agen perubahan yang mampu memberikan dampak positif, baik bagi diri sendiri, Gereja, masyarakat maupun bangsa.

 

“Jadilah agen perubahan yang bermanfaat dan berpengaruh positif, pertama bagi diri sendiri, kemudian bagi Gereja, masyarakat, dan Bangsa Indonesia.

 

Pemuda harus hadir sebagai pembawa harapan, solusi, dan teladan dalam setiap lingkungan di mana mereka berada,” tegasnya.

 

Paulus Henuk mengingatkan bahwa posisi geografis Rote Ndao sebagai daerah paling selatan Indonesia tidak boleh menjadi alasan bagi generasi mudanya untuk merasa minder atau tertinggal.

Baca Juga :  Persit Kartika Candra Kirana Cabang XLII DIM 1627 Rote Ndao dan Koorcab REM 161 PD IX/Udayana Bersinergi Peduli Korban Bencana Alam Seroja

 

Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi pemicu bagi pemuda untuk melahirkan ide, inovasi dan peluang baru dari daerah sendiri.

 

Ia mengajak pemuda tidak hanya bercita-cita menjadi pencari kerja, tetapi berani menciptakan lapangan pekerjaan melalui berbagai sektor, seperti kewirausahaan, pertanian, perkebunan, peternakan hingga pengembangan Integrated Farming berbasis pekarangan rumah dan Kuintal Gizi.

 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengangkat makna pohon lontar yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Rote Ndao.

 

Lontar bukan hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi sumber kehidupan dan penggerak ekonomi masyarakat.

 

Karena itu, tradisi serta profesi yang berkaitan dengan lontar perlu terus dihargai dan dikembangkan dengan pendekatan yang lebih modern.

 

Paulus Henuk turut menyinggung pentingnya memberikan perlindungan kepada para pekerja rentan, termasuk penyadap lontar yang menghadapi risiko tinggi dalam menjalankan pekerjaannya.

 

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, kata dia, terus mendorong perlindungan pekerja rentan di desa melalui program BPJS Ketenagakerjaan atau Jamsostek.

 

Sementara itu, Ketua Klasis Rote Barat Laut, Pdt. Johanis Nehemia Solok, S.Th, menekankan bahwa iman tidak boleh berhenti pada perkataan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

Baca Juga :  Bangun Pemerintahan Inovatif, Pemkab Rote Ndao Dorong Setiap OPD Ciptakan Terobosan Bernilai dan Terlindungi HAKI

 

“Tuhan memang memiliki rancangan yang baik bagi setiap orang, tetapi itu bukan berarti kita hanya duduk diam menunggu. Pemuda harus yakin, bergerak dalam iman, rajin bersekolah, terus belajar, dan mengembangkan potensi yang Tuhan percayakan,” ujarnya.

 

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh ketekunan, karakter, iman dan keberanian untuk mengambil tanggung jawab.

 

Talk show yang diikuti lebih dari 700 pemuda tersebut akhirnya menjadi ruang bersama untuk mempertemukan semangat iman, pendidikan, budaya dan karya.

 

Dari pohon lontar yang menjadi simbol kehidupan masyarakat Rote, lahir sebuah pesan besar bahwa masa depan Rote Ndao berada di tangan generasi yang berani berpikir, peduli terhadap sesama dan mau bekerja.

 

Pemuda Rote Ndao diharapkan mampu menjadi generasi yang merdeka dalam iman, berkarya dengan integritas dan hadir sebagai agen perubahan bagi Gereja, daerah dan Bangsa Indonesia.*

Berita Terkait

Ada Dugaan Uang Pelicin di Meja Scan Barcode SPBU
Layanan ATR/BPN Dekat, Permudah Masyarakat Dapatkan Informasi Pertanahan
Suara Warisan Literasi Budaya: Merawat Tradisi, Menghidupkan Identitas Nusantara
Dugaan Penimbunan BBM Menguat, Satgas Diminta Turun Langsung Sisir Jalur Distribusi di Rote Ndao
NasDem Cup 2026 Tutup Kompetisi, Bupati Paulus Henuk Dorong Lahirnya Generasi Muda Berprestasi
Tak Hanya Prestasi Akademik, Paulus Henuk Dorong Sekolah di Rote Ndao Bangun Budaya Bersih dan Tata Kelola Berkualitas
Leo Kunak Nusak Ba’a Perkuat Gerakan Anti Narkoba, Tokoh Adat Turun Edukasi Masyarakat
Selamatkan Bahasa Ibu, Pemprov NTT dan Pemkab Rote Ndao Perlu Wajibkan ASN Berbahasa Daerah di Kantor

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:19 WITA

Ada Dugaan Uang Pelicin di Meja Scan Barcode SPBU

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:08 WITA

Ke Mana BBM dari Antrean Panjang SPBU Sanggaoen? Warga Menunggu, Minyak Eceran Justru Menghilang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:56 WITA

Bahasa Ibu di Ambang Punah, Pemerintah Perlu Ambil Sikap

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:21 WITA

Sertipikat Sekolah Rakyat Diserahkan, Pemkab Rote Ndao Pastikan Aset Pendidikan Berdiri di Atas Dasar Hukum

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:05 WITA

Sidang III Ditutup, Paulus Henuk Tegaskan Pemerintahan Harus Berujung pada Kepentingan Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:30 WITA

MasNya ATR/BPN Diluncurkan, Masyarakat Bisa Tanya Soal Layanan Pertanahan Lewat Live TikTok

Selasa, 29 September 2026 - 06:27 WITA

Bupati Paulus Temui Menteri KKP: K-SIGN Harus Jalan, Jangan Korbankan Masa Depan Rote Ndao karena Kepentingan Politik

Sabtu, 26 September 2026 - 06:36 WITA

Dari Jakarta untuk Desa-Desa Rote Ndao, Paulus Henuk Pastikan Verifikasi Pemekaran Segera Bergulir

Berita Terbaru

Humaniora

Ada Dugaan Uang Pelicin di Meja Scan Barcode SPBU

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:19 WITA