Ketua Komisi III DPRD NTT Nilai Dividen Bank NTT Yang Disetor ke Daerah Turun Signifikan

- Redaksi

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Johanes Henuk Editor : redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Rote Ndao-Ketua Komisi III DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, (Prov-NTT), menilai dividen Bank NTT yang disetor ke daerah mengalami penurunan yang signifikan dari sebanyak 45 millyard  hanya sejumlah 29 millyard. Hal ini terjadi karena lemahnya arah kebijakan,  pengelolaan dan pengawasan pemegang saham terhadap direksi dan manajemen Bank NTT belum berjalan optimal.

 

” Perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan kredit, strategi ekspansi, dan kinerja direksi yang dinilai mendesak untuk dilakukan,” pungkas Ketua Komisi III DPRD NTT, Yohanes De Rosari, Selasa, (20/01/2026), di Kantornya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Disayangkan Yohanes De Rosari, di tengah kebutuhan Pendapatan Asli Daerah, (PAD), yang kian mendesak, Bank NTT justru mengalami kegagalan dalam menjaga kinerja dan kontribusinya bagi keuangan daerah.

Baca Juga :  TPG dan TKG Kabupaten Rote Ndao Baru Akan Dibayarkan Akhir Mei Sampai Dengan Awal Juni 2025

 

” Penurunan ini bukan sekedar persoalan teknis perbankan melainkan alarm atas kebijakan dan tata kelola yang bermasalah.

Selain itu juga bukanlah penurunan biasa melainkan menunjukkan ada kebijakan yang tidak berjalan efektif, sementara daerah sedang menghadapi tekanan fiskal yang sangat besar,” sebut dia.

 

De Rosari menjelaskan, kebijakan ekspansi kredit Bank NTT di luar daerah, termasuk di Surabaya, yang justru berujung pada kredit macet meski menerapkan bunga tinggi. Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya analisis risiko dan pengawasan internal.

Baca Juga :  Dorong Perekonomian Digital di Daerah, AFPI dan OJK Gelar FinEast 2020 di Kupang

 

“Kredit macet terjadi, kewajiban pembayaran ke Jamkrindo meningkat, ditambah beban pajak. Semua ini menekan laba. Artinya, ekspansi dilakukan tanpa perhitungan yang matang dan pengendalian risiko yang kuat,” akunya.

 

Yohanes menambahkan, sebagai bank milik pemerintah daerah, Bank NTT tidak bisa dikelola dengan pendekatan bisnis semata tanpa kejelasan arah kebijakan pemilik saham, dalam hal ini pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

 

“Bank NTT memang harus menjadi bank ekonomi rakyat, tetapi kebijakan pemilik saham juga harus memastikan bank ini sehat dan mampu menyumbang PAD. Jangan sampai fungsi sosial dijadikan alasan untuk menutupi kegagalan manajemen,”jelasnya.

Baca Juga :  Ikut Jejak Ayah, Wapres Gibran Rakabuming Di Tengah Guyuran Hujan, Sambangi Pulau Terselatan Indonesia

 

Dipaparkan Yohanes, apabila kebijakan tidak mengalami perbaikan maka risiko kerugian akan terus ditanggung daerah dan akhirnya, masyarakat juga yang merasakan kerugian karena PAD berkurang. Oleh karena itu, DPRD mendorong pemerintah daerah sebagai pemilik Bank NTT untuk bersikap lebih tegas dalam menetapkan target kinerja, memperbaiki tata kelola, serta memastikan setiap kebijakan bisnis Bank NTT selaras dengan kepentingan fiskal dan pembangunan daerah.

 

“Bank NTT harus dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Tanpa pembenahan kebijakan, sulit berharap kontribusi bank daerah ini bisa kembali optimal,” kata Yohanes. *

Berita Terkait

Di Balik Panjangnya Antrean BBM di SPBU Metina, Ada Persoalan Jam Layanan Hingga Validasi Nelayan
Bupati Rote Ndao Pantau Aktivitas Pasar Busalangga, Ekonomi Rakyat Jadi Perhatian
Dari Tambak Rote Menuju Pasar Jawa, Paulus Henuk Buka Jalur Logistik Garam
K-SIGN Mulai Ditopang Infrastruktur Energi, Paulus Henuk Dorong PLN dan Siapkan Jobber BBM
Bukan Sekadar Dibangun, K-SIGN Harus Dikawal: Paulus Henuk Perketat Pengawasan dari Jakarta
Dari Ruang Kemenkes ke Tanah Leluhur: Paulus Henuk Bawa Semangat Rote Mengajar Menjemput Inspirasi dari Putra Rote
Perkuat Sistem Pengendalian Intern, Pemkab Rote Ndao dan BPKP Bangun Fondasi Tata Kelola Pemerintahan Berintegritas
Dari Ruang Diskusi ke Arena UMKM, Paulus Henuk Pastikan Pembangunan Bergerak Bersama

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 12:28 WITA

Oktober 2026, Tambak Garam Rote Ndao Diproyeksikan Diresmikan Presiden Prabowo

Senin, 7 September 2026 - 16:32 WITA

FGD Bersama BPK RI Perwakilan NTT, Pemkab Rote Ndao Dorong Sinergi Transmigrasi dan Pariwisata

Jumat, 4 September 2026 - 14:53 WITA

Di Tengah Duka, Keluarga Besar SMAN 1 Lobalain Hadir Menguatkan Keluarga Berkat Ngulu

Jumat, 4 September 2026 - 09:47 WITA

Disdik Rote Ndao Sepi Pegawai dan Pengunjung, Ada Apa?

Selasa, 1 September 2026 - 17:28 WITA

Sinergi Pemkab Sumba Timur dan DPR RI Diperkuat, Usman Husin Dorong Aspirasi Petani Tembus Pemerintah Pusat

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:56 WITA

Kepala SMAN 1 Lobalain Apresiasi Paulus Henuk: Mai Fali dan Rote Mengajar Hadir Menyalakan Mimpi Generasi Muda

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:29 WITA

Balik Nama Sertipikat Tak Lagi Menunggu Tanpa Kepastian, ATR/BPN Hadirkan PERINTIS 10 Hari

Kamis, 27 Agustus 2026 - 04:32 WITA

Pesan Paulus Henuk Menembus Batas Pulau: “Sehari Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi” Menggema dari Rote untuk Dunia

Berita Terbaru