Ketua Komisi III DPRD NTT Nilai Dividen Bank NTT Yang Disetor ke Daerah Turun Signifikan

- Redaksi

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Johanes Henuk Editor : redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Rote Ndao-Ketua Komisi III DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, (Prov-NTT), menilai dividen Bank NTT yang disetor ke daerah mengalami penurunan yang signifikan dari sebanyak 45 millyard  hanya sejumlah 29 millyard. Hal ini terjadi karena lemahnya arah kebijakan,  pengelolaan dan pengawasan pemegang saham terhadap direksi dan manajemen Bank NTT belum berjalan optimal.

 

” Perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan kredit, strategi ekspansi, dan kinerja direksi yang dinilai mendesak untuk dilakukan,” pungkas Ketua Komisi III DPRD NTT, Yohanes De Rosari, Selasa, (20/01/2026), di Kantornya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Disayangkan Yohanes De Rosari, di tengah kebutuhan Pendapatan Asli Daerah, (PAD), yang kian mendesak, Bank NTT justru mengalami kegagalan dalam menjaga kinerja dan kontribusinya bagi keuangan daerah.

Baca Juga :  Revisi DNI, Airlangga Buka 1.700 Bidang Usaha Termasuk ke Asing

 

” Penurunan ini bukan sekedar persoalan teknis perbankan melainkan alarm atas kebijakan dan tata kelola yang bermasalah.

Selain itu juga bukanlah penurunan biasa melainkan menunjukkan ada kebijakan yang tidak berjalan efektif, sementara daerah sedang menghadapi tekanan fiskal yang sangat besar,” sebut dia.

 

De Rosari menjelaskan, kebijakan ekspansi kredit Bank NTT di luar daerah, termasuk di Surabaya, yang justru berujung pada kredit macet meski menerapkan bunga tinggi. Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya analisis risiko dan pengawasan internal.

Baca Juga :  Gubernur dan Wakil Gubernur Tinjau Budidaya Lobster di Mulut Seribu

 

“Kredit macet terjadi, kewajiban pembayaran ke Jamkrindo meningkat, ditambah beban pajak. Semua ini menekan laba. Artinya, ekspansi dilakukan tanpa perhitungan yang matang dan pengendalian risiko yang kuat,” akunya.

 

Yohanes menambahkan, sebagai bank milik pemerintah daerah, Bank NTT tidak bisa dikelola dengan pendekatan bisnis semata tanpa kejelasan arah kebijakan pemilik saham, dalam hal ini pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

 

“Bank NTT memang harus menjadi bank ekonomi rakyat, tetapi kebijakan pemilik saham juga harus memastikan bank ini sehat dan mampu menyumbang PAD. Jangan sampai fungsi sosial dijadikan alasan untuk menutupi kegagalan manajemen,”jelasnya.

Baca Juga :  Diperkirakan Industri Garam Nasional di Rote Ndao Akan Merekrut 26 Ribu Tenaga Kerja

 

Dipaparkan Yohanes, apabila kebijakan tidak mengalami perbaikan maka risiko kerugian akan terus ditanggung daerah dan akhirnya, masyarakat juga yang merasakan kerugian karena PAD berkurang. Oleh karena itu, DPRD mendorong pemerintah daerah sebagai pemilik Bank NTT untuk bersikap lebih tegas dalam menetapkan target kinerja, memperbaiki tata kelola, serta memastikan setiap kebijakan bisnis Bank NTT selaras dengan kepentingan fiskal dan pembangunan daerah.

 

“Bank NTT harus dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Tanpa pembenahan kebijakan, sulit berharap kontribusi bank daerah ini bisa kembali optimal,” kata Yohanes. *

Berita Terkait

Atasi Persoalan BBM, Paulus Henuk Konsolidasikan Perangkat Daerah Cari Solusi bagi Rote Ndao
Sambut HUT Partai Perindo Ke 12, Anggota DPRD Yunus Panie Serahkan 12 Sapi Bibit bagi Warga Dua Kecamatan
Bupati Paulus Henuk Perkuat Sinergi dengan Bank NTT, Dorong Dukungan Perbankan untuk Pembangunan Rote Ndao
Dari Sanggaoen ke Pasar Global, Paulus Henuk Dorong Produk Rote Ndao Tembus Buyer Internasional
Paulus Henuk Perketat Pengawasan BBM, Satgas Diminta Cepat Tuntaskan Persoalan di Lapangan
Bupati Paulus Henuk Perkuat Koordinasi dengan Pertamina, Pastikan BBM Rote Ndao Tak Tersendat
K-S-SIGN Rote Ndao Masuk Tahap Pengawalan Serius, Pemerintah Dorong Percepatan Proyek Garam Nasional
Wakil Project Manager PT. Nindya Karya Rote Ndao Imbau Tanggul Tambak Garam Jangan Dirusak, Persoalan Bisa Diselesaikan dengan Komunikasi

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:56 WITA

Agen BBM Kembali Bergerak, Satgas Diminta Awasi Jalur Distribusi hingga Takaran ke Konsumen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:58 WITA

Tujuh Ranperda Masuki Tahap Pemantapan, DPRD dan Pemkab Rote Ndao Bidik Penetapan pada Sidang IV 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Ketika BBM Menghilang di Penjualan Eceran, Sebagian Anak Anak Tidak Bersekolah, Bangku Sekolah Kosong

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:32 WITA

Layanan ATR/BPN Dekat, Permudah Masyarakat Dapatkan Informasi Pertanahan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:08 WITA

Ke Mana BBM dari Antrean Panjang SPBU Sanggaoen? Warga Menunggu, Minyak Eceran Justru Menghilang

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:33 WITA

Suara Warisan Literasi Budaya: Merawat Tradisi, Menghidupkan Identitas Nusantara

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Dugaan Penimbunan BBM Menguat, Satgas Diminta Turun Langsung Sisir Jalur Distribusi di Rote Ndao

Rabu, 14 Oktober 2026 - 02:00 WITA

NasDem Cup 2026 Tutup Kompetisi, Bupati Paulus Henuk Dorong Lahirnya Generasi Muda Berprestasi

Berita Terbaru