Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Sulastri Rasyid
onlinentt.com-ROTE NDAO-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap mendukung dibangunnya Sentra Produksi Garam Nasional di Kabupaten Rote Ndao.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Sulastri H.I. Rasyid yang dihubungi wartawan media ini, Minggu (20/7/2025) malam menjelaskan, dirinya tidak berpolimik terhadap siapa pun yang menolak pembangunan tambak garam di Rote Ndao.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pada prinsipnya pembangunan tambak garam di NTT khusus di Rote Ndao, dari pemerintah provinsi NTT, Dinas Kelautan dan Perikanan NTT dan Kementerian Kelautan Perikanan sangat mendukung,” kata Sulastri.
Saat dimintai tanggapannya tentang oknum anggota DPR RI dari NTT yang berupaya membatalkan pembangunan Sentra Produksi Garam Nasional di Rote Ndao, Sulastri enggan menanggapinya.
Ia menegaskan, bukan sesuatu yang urgen yakni menanggapi pihak manapun yang berupaya menolak tambak garam di Rote Ndao. Pada prinsipnya Sentra Produksi Garam Nasional di Rote Ndao tetap didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Provinsi NTT, Dinas Kelautan dan Perikanan NTT serta pemerintah Kabupaten Rote Ndao.
“Saya tidak menanggapi siapa yang menolak tambak garam di Rote. Saya hanya sampaikan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Pemerintah Privinsi NTT, Dinas Kelautan dan Perikanan NTT mendukung tambak garam yang sedianya dibangun di Rote,” tegas Sulastri.
Sebelumnya, Ketua Umum Perkumpulan Gelombang Transformasi Rote Ndao, Soudi Lian mengatakan sangat disesalkan
perilaku oknum anggota DPR RI asal daerah pemilihan Rote Ndao bernama Uman Husin yang berusaha menghalau program besar garam itu dari wilayah konstituennya sendiri dengan meminta Menteri Kelautan dan Perikanan pindahkan program itu dari Rote Ndao ke wilayah lain tanpa alasan yang jelas.
“Kita tak perlu buang energi untuk responi apa yang terjadi di komisi 4 DPR karena wajar sekali setiap anggota dewan termasuk Arif Rahman bertanya untuk mendapatkan penjelasan dari pemerintah tentang sebuah program berskala besar seperti pembangunan Sentra Produksi Garam Nasional di Kabupaten Rote Ndao.
Yang kita sesalkan, perilaku oknum anggota dewan asal Dapil Rote Ndao bernama Usman Husin yang malah berusaha menghalau program besar garam itu dari wilayah konstituennya sendiri dengan meminta Menteri Kelautan dan Perikanan pindahkan program itu dari Rote Ndao ke wilayah lain tanpa alasan yang jelas,” kata Soudi.**

Ikuti Kami
Subscribe































