“Dengan punya produk sendiri seperti itu, justru akan mendatangkan keuntungan dan akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara luar biasa,” tambahnya.
Sementara itu Bupati Belu dalam laporannya menjelaskan terkait pengelolaan lahan pertanian tersebut yang awalnya kurang difungsikan secara optimal hingga dapat menghasilkan hasil yang menjanjikan.
“Lahan pertanian ini luasnya 2Ha lebih, dan sebagian merupakan milik Pemerintah Provinsi NTT dan juga Pemkab Belu. Awalnya lahan hanya untuk pembibitan saja. Namun bersama dengan PPL, Para Kelompok Tani, Ilmuan dari Unhan, pihak Gereja dan juga dukungan dari Bapak Gubernur serta bantuan pinjaman dari Bank NTT kami sepakat untuk kelola lahan ini bersama-sama. Dan kami buktikan bahwa pengembangan pertanian Hortikultura dengan sistim irigasi tetes ini membuahkan hasil yang memuaskan, khususnya bagi para kelompok tani di sini,” terang Bupati Agus Taolin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kebun percontohan ini kedepan akan terus kami kembangkan, dan siapapun yang ingin belajar pertanian, silahkan datang ke sini. Siapapun bisa belajar disini. Baik masyarakat Belu, maupun dari luar Belu,” tambah Bupati Agus.

Ikuti Kami
Subscribe































