Siswa Yang Tidak Miliki HP, Orang Tua Ambil Soal ke Sekolah

66

onlinentt.com-Kota Kupang-Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar, (KBM), secara during dan luring di SD Bertingkat Kelapa Lima 2  Kota Kupang, pasca Covid 19, masih mengalami kendala karena sebagian siswa-siswi tidak memiliki handpone.

 

“Karena tidak semua siswa-siswi miliki hp android maka bagi yang tidak punya hp android, orang tuanya terpaksa harus datang mengambil soal ke sekolah”, demikian disampaikan Maria Lema, S.Pd, Kepala Sekolah SD Bertingkat Kelapa Lima 2  Kota Kupang, di ruangannya, Rabu, (25/11/2020).

 

DItambahkan Maria Lema, S.Pd, seiring berjalan waktunya dan Kota Kupang termasuk daerah zona coklat maka atas edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, KBM during diberhentikan.

 

“Kunjungan guru-guru ke rumah siswa dihentikan, sehingga KBM secara daring dan soal-soal hanya dikirim melalui whatsApp’, jelasnya..

 

Maria mengaku, setiap hari guru-guru selalu mengirim  soal kepada para siswa dan jawabannya dikirim Kembali. Namun bagi siswa yang tidak pun pihak sekolah tidak menuntut.

 

“Kalau kirim jam sekarang maka harus kirim kembali sesuai jam yang telah ditentukan. Tapi bagi yang tidak mengirim, kami paham kondisi tersebut karena tidak semua siswa memiliki hp android. Mungkin hp android yang dia pakai milik orang tua atau tetangga. Atau saat mau kirim orang tua sedang ada di kantor dan lain-lain”, terangnya.

 

Dikatakan Lema, untuk pelaksanaan penilaian akhir semester yang akan diadakan pada 30 November 2020, pihaknya telah mengadakan rapat internal bersama para guru.

 

“Kita juga telah lakukan pendataan terhadap beberapa siswa yang biasanya kirim soal melalui whatsApp dan soal-soal sudah di foto copy dan siap dibagikan paling lambat hari jumat dan informasi itu sudah diinformasikan kepada para orang tua agar mereka dapat mengetahuinya”, pungkas dia.

 

 

Maria mengaku, dari dinas menghimbau agar sekolah melakukan pendataan terhadap para siswa yang memiliki handpone android agar dikirimkan pulsa oleh pemerintah dan hal itu telah dilakukan namun hasilnya tidak mencapai 100% karena tidak semua siswa punya hp android.

 

“Para guru terpaksa harus turun untuk memberikan soal karena bagaimana nanti anak  bisa mengerjakan soal kalau tidak punya hp”, paparnya. *tim

 

 

 

Comments
Loading...