Kepada Wakil Rakyat Kabupaten Alor yang Mulia

0 157

________________________
Oleh: Fathur Dopong, S.Pd

Cukup sudah kita bernostalgia didalam dunia maya, rakyatmu sudah pandai, hanya saja tidak pandai bersilat lidah.

Cukup sudah kita bemain diatas kata- kata yang tidak bersifat edukasi dan konstruktif.

Pelanggaran memang sering dilanggar, bahkan menjadi budaya tapi apalah daya, sejagonya siang hanya malam yang mampu mengina bobohkan manusia dengan damai, dan keesokan harinya menjadi lupa segala beban dan ayat ayat yang menjadi dogma.

Pemain tetap menjadi pemain, penonton selalu menjadi penonton yang setia, yang setia selalu istiqomah tanpa istikhoroh, pahlawan tetap menjadi pahlwan walaupun pahlawan selau di intimidasi dimana mana dan maling terus menjadi maling. Asal jangan maling mengatasnamakan rakyat.

Pertanyaan sederhana. Rezim macam apa yang melahirkan tirani tanpa hati nurani, bahkan sifat dan karakternya tidak lagi membedahkan antara mana manusia dan mana binatang.

Dikelelahan malam orang lemah hanya bermunajah kepada Tuhan. Karena hanya mereka percaya bahwa Tuhan mampu menghantarkan hidayah kepada mereka sebelum maut menjemput dalam keadaan hina. Karena baginya tidak ada lagi yang mereka percaha selain Tuhan Yang Maha Esa.

Wakil Rakyat Alor Yang Mulia

Anda adalah wakil dari suaranya jutaan rakyat. Di pundakmu adalah amanah berat dari rakyat. Anda adalah representase dari rakyat.

Kreatifitas melahirkan dan atau mencetak masker bukan lagi urusan mu, karena engkau telah merampas usah para pedagang kreatif.

Selama masih ada anggaran upayakan secara maksimal mungkin untuk pertolongan pertama. Desak pemerintah Usulkan realokasi anggaran untuk mendapatkan persetujuan.

Kata tetangga ade ko kepo banget..!!!! memang harus karena ini menjadi bagian dari hobiku.

Jika bapak berat hati, siapa lagi yang diharapkan, bisa jadi bapak Bupati realokasi dituangkan dalam Peraturan Bupati karena kondisi darurat,.

Kan Kabupaten Alor belum positif.?
Lebih baik mengatasi dari pada mengobati…!!!!!!ok…?

Kan lumayan besarnya alokasi dana tak terduga sebesar 500 juta rupiah untuk penanganan corona, memang tidak cukup kata anggota DPRD politikus Golkar, Azer D. Laupada, SH. estimasinya dana 500 juta rupiah yang dialokasikan dari total dana tak terduga sebesar 750 juta rupiah di APBD, sangat kecil. Saya sepakat jika pemerintah perlu lakukan realokasi APBD untuk menambah pos belanja tak terduga.

Inilah masalah yang perlu dipikirkan bapak dewan yang mulia bukan berbalas pantun karena faktor Covid- 19 sangat berdampak amat besar, tidak hanya berdampak pada ekonomi sosial saja akan tetapi berdampak pada kematian disebabkan karena kelaparan dan ketakutan yang berlebihan.

Persoalan naiknya sembako secara mendadak bukan juga 100% kesalahan terletak pada para pedagang kaki lima. tapi saya melihat dan mengamati, bahwa para pedagang mengikuti mata rantai proses transaksi dari orang pertama.

Jika dipaksa turun harga oleh bapak dewan, maka yang menjadi imbas adalah Kios dan toko- toko akan melakukan lockdouwn serentak sambil menanti berakhirnya masalah covid- 19. karena inti dari masalah terletak pada UNTUNG dan RUGI. Dititik inilah anda harus hadir dan membawa sejuta solusi bukan sejuta masalah. Sekian salam hormat

Leave A Reply

Your email address will not be published.