“Awalnya, saya bergerak tanpa modal. Saya memulai dengan memanfaatkan limbah jahit dari beberapa penjahit di Kota Kalabahi, mesin jahit dan peralatan lainpun adalah pinjaman.

Saya bisa produksi 10 topi tiap hari dengan harga jual per jenis barang 100 ribu rupiah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berangkat dari pesanan luar daerah yang semakin banyak terhadap produk rumah kreatif Hulnani, kemudian opa memutuskan hijrah ke Kota Kupang dan membuka usaha, “Rumah Kreatif Hulnani” tepatnya di Pantai Wisata Lasiana Kota Kupang untuk mendukung pengembangan program Pariwisata NTT.

Opa mengaku bersemangat menjadi pengusaha cinderamata dan aksesoris dari motif tenunan daerah di NTT, seperti tas, topi, sepatu dan beragam produk lainnya muncul ketika Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat menggencarkan program prioritas untuk pembangunan daerah NTT lima tahun ke depan pada sektor pariwisata dengan memaksimalkan seluruh potensi wisata di NTT, baik padan bidang sosial budaya, keindahan alam dan potensi wisata lain termasuk berbagai macam motif tenunan daerah NTT yang beraneka ragam.

“Hal ini peluang dan waktu yang sangat tepat untuk mewujudkan dan mencapai impiannya,”pungkas dia.
Dari situlah, lalu Opa kemudian berpikir untuk membuat tas dan topi, kopiah dan sepatu dan lainnya dari motif daerah NTT. Akhirnya apa yang saya coba rintis dan tekuni ternyata segi marketnya sangat menjanjikan secara ekonomi dan memiliki segmen pasar yang sangat besar.

“Saya mencoba buat proto tipe, kemudian saya survey ke teman-teman lalu saya mengumpulkan ide,” jelas Opa.
Penjualan produk Opa sangat positif, karena tidak pernah sepi peminat. Animo konsumen terlalu tinggi dan bagus. Bahkan tidak heran Opa juga sering meminta tanggapan dari konsumen mengenai barang-barang hasil produksinya dan respon konsumen sangat baik.

Hal tersebut selalu mensouport Opa untuk bersemangat dan fokus dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya.
Dalam memasarkan hasil produksi, Opa selalu mematok harga per item, baik topi, tas maupun kopiah seharga . 100.000 sampai dengan 400.000 rupiah.
Akhir kesempatannya, Opa mengaku kunci sukses dalam meniti sebuah usaha adalah harus berani keluar dari zona nyaman.

Ditambahkan, dia berhasil keluar dari keinginan sebagai CPNS dengan gaji tetap dan pangkat tinggi dengan berkeinginan membangun usaha dari nol.

“Pesan saya buat kaum muda agar jangan terjebak dengan zona nyaman tetapi harus mencoba berwirausaha. Harus berani cari tantangan baru. Kalau punya ide usaha harus berani gebrak zona nyaman. Harus mau memulai dan coba. Jangan cuma berimajinasi saja,” pintah dia.
Opa berharap dalam menekuni usaha jangan pernah merasa takut sama hal klise, seperti sonde punya modal. Karena modal bisa datang dari mana saja asalkan kita harus lebih dahulu punya kemauan dan keseriusan berusaha.
“Kalau hak ini diterapkan maka beta yakin pasti bisa sukses. Mengapa banyak orang sudah melakukannya lalu bisa. Sementara kita tidak berani melakukannya?. Ayo harus bisa!!!.///** penulis Bambang Sutedjo.
Halaman : 1 2

Ikuti Kami
Subscribe


















