Opa Sukses dari Kumpul Limbah Jahitan

- Redaksi

Minggu, 1 Maret 2020 - 19:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Awalnya, saya bergerak tanpa modal. Saya memulai dengan memanfaatkan limbah jahit dari beberapa penjahit di Kota Kalabahi, mesin jahit dan peralatan lainpun adalah pinjaman.

Saya bisa produksi 10 topi tiap hari dengan harga jual per jenis barang 100 ribu rupiah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berangkat dari pesanan luar daerah yang semakin banyak terhadap produk rumah kreatif Hulnani, kemudian opa memutuskan hijrah ke Kota Kupang dan membuka usaha, “Rumah Kreatif Hulnani” tepatnya di Pantai Wisata Lasiana Kota Kupang untuk mendukung pengembangan program Pariwisata NTT.

Opa mengaku bersemangat menjadi pengusaha cinderamata dan aksesoris dari motif tenunan daerah di NTT, seperti tas, topi, sepatu dan beragam produk lainnya muncul ketika Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat menggencarkan program prioritas untuk pembangunan daerah NTT lima tahun ke depan pada sektor pariwisata dengan memaksimalkan seluruh potensi wisata  di NTT, baik padan bidang sosial budaya, keindahan alam dan potensi wisata lain termasuk berbagai macam motif tenunan daerah NTT yang beraneka ragam.

Baca Juga :  Puskesmas Penkase-Oeleta Bakal Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid 19

“Hal ini peluang dan waktu yang sangat tepat untuk mewujudkan dan mencapai impiannya,”pungkas dia.

Dari situlah,  lalu Opa kemudian berpikir untuk membuat tas dan topi, kopiah dan sepatu dan lainnya dari motif daerah NTT. Akhirnya apa yang saya coba rintis dan tekuni ternyata segi marketnya sangat menjanjikan secara ekonomi dan memiliki segmen pasar yang sangat besar.

“Saya mencoba buat proto tipe, kemudian saya survey ke teman-teman lalu saya mengumpulkan ide,” jelas Opa.

Baca Juga :  Bupati Paulus Henuk Dukung Suksesnya Sensus Penduduk 2026 untuk Perkuat Perencanaan Pembangunan Rote Ndao

Penjualan produk Opa sangat positif, karena tidak pernah sepi peminat. Animo konsumen terlalu tinggi dan bagus. Bahkan tidak heran Opa juga sering meminta tanggapan dari konsumen mengenai barang-barang hasil produksinya dan respon konsumen sangat baik.

Hal tersebut selalu mensouport Opa untuk bersemangat dan fokus dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya.

Dalam memasarkan hasil produksi,  Opa selalu mematok harga per item, baik topi, tas maupun kopiah seharga . 100.000  sampai dengan 400.000 rupiah.

Akhir kesempatannya, Opa mengaku kunci sukses dalam meniti sebuah usaha adalah harus berani keluar dari zona nyaman.


Ditambahkan, dia berhasil keluar dari keinginan sebagai CPNS dengan gaji tetap dan pangkat tinggi dengan berkeinginan membangun usaha dari nol.

Baca Juga :  Tindaklanjuti Prediksi Kekeringan Extrim Tahun 2026 dan Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan, Bupati Henuk Rapat Koordinasi Dengan Menteri Pertanian

“Pesan saya buat kaum muda agar jangan terjebak dengan zona nyaman tetapi harus mencoba berwirausaha. Harus berani cari tantangan baru. Kalau punya ide usaha harus berani gebrak zona nyaman. Harus mau memulai dan coba. Jangan cuma berimajinasi saja,” pintah dia.

Opa berharap dalam menekuni usaha jangan pernah merasa takut sama hal klise, seperti sonde punya modal. Karena modal bisa datang dari mana saja asalkan kita harus lebih dahulu punya kemauan dan keseriusan berusaha.

“Kalau hak ini diterapkan maka beta yakin pasti bisa sukses. Mengapa banyak orang sudah melakukannya lalu bisa. Sementara kita tidak berani melakukannya?. Ayo harus bisa!!!.///** penulis Bambang Sutedjo.

Berita Terkait

Esok Pagi, Keluarga dan Kerabat Akan Mengantar Berkat Ngulu ke Tempat Peristirahatan Terakhir
Tangis Duka dari Rote Ndao, Bupati Paulus Henuk Berbelasungkawa atas Kepergian Berkat Ngulu, Mantan Ketua KPU Rote Ndao
Tak Berhenti di Beasiswa, Usman Husin Pastikan 44 Anak Sumba Tiba di Kampus dan Kos
Dua ASN Dinas Pendidikan Rote Ndao Dilaporkan ke Polisi
Karolina Lede Ketuk Pintu Kapolri, Minta Penanganan Perkara di Polres Ngada Diuji Secara Objektif
Balik Nama Sertipikat Kini Lebih Terukur, ATR/BPN Targetkan Peralihan Hak Selesai Maksimal 10 Hari
Satukan Visi, Perkuat Kolaborasi: Paulus Henuk Bersama DPRD Kawal Pembangunan Rote Ndao
Data Menjadi Kompas Rote Ndao: Paulus Henuk Dorong Kebijakan yang Berpijak pada Kondisi Nyata Masyarakat
Tag :
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:32 WITA

FGD Bersama BPK RI Perwakilan NTT, Pemkab Rote Ndao Dorong Sinergi Transmigrasi dan Pariwisata

Jumat, 4 September 2026 - 14:53 WITA

Di Tengah Duka, Keluarga Besar SMAN 1 Lobalain Hadir Menguatkan Keluarga Berkat Ngulu

Selasa, 1 September 2026 - 17:28 WITA

Sinergi Pemkab Sumba Timur dan DPR RI Diperkuat, Usman Husin Dorong Aspirasi Petani Tembus Pemerintah Pusat

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:56 WITA

Kepala SMAN 1 Lobalain Apresiasi Paulus Henuk: Mai Fali dan Rote Mengajar Hadir Menyalakan Mimpi Generasi Muda

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:29 WITA

Balik Nama Sertipikat Tak Lagi Menunggu Tanpa Kepastian, ATR/BPN Hadirkan PERINTIS 10 Hari

Kamis, 27 Agustus 2026 - 04:32 WITA

Pesan Paulus Henuk Menembus Batas Pulau: “Sehari Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi” Menggema dari Rote untuk Dunia

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:29 WITA

Sertipikat Tanah Wakaf Jadi Benteng Kepastian Hukum dan Penjaga Amanah Umat

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:00 WITA

Tutup Rote Mengajar, Paulus Henuk Titip Pesan: Bangun Rote Ndao Bersama

Berita Terbaru