onlinentt.com-Baa — Ketegangan mewarnai detik-detik terakhir penghitungan suara Pemilihan Ketua dan Sekretaris OSIS SMA N 1 Lobalain periode 2026/2027, Senin (21/09/2026).
Sejak pukul 15.00 WITA, suasana di lokasi penghitungan suara berubah menjadi penuh perhatian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setiap surat suara yang dibuka dan dibacakan panitia seolah menjadi penentu arah kepemimpinan organisasi siswa untuk satu tahun ke depan.
Para bakal calon bersama saksi masing-masing mengikuti proses tersebut secara langsung. Perolehan suara yang terus bergerak membuat persaingan antarpaket berlangsung ketat hingga penghitungan mencapai suara terakhir.
Dalam proses yang berlangsung terbuka tersebut, Paket Nomor Urut 4, Bevan Tasilima dan Michelle Sayd, akhirnya mencatatkan perolehan suara tertinggi dengan 708 suara.
Keunggulan tersebut disambut dengan rasa haru oleh Bevan dan Michelle.
Namun, kemenangan itu tidak mereka maknai semata-mata sebagai keberhasilan sebuah paket, melainkan sebagai amanah yang diberikan oleh para siswa SMA N 1 Lobalain.
Usai penghitungan, Bevan dan Michelle menyampaikan terima kasih kepada seluruh teman-teman yang telah memberikan suara dan dukungan kepada mereka selama proses pemilihan berlangsung.
Keduanya juga memberikan apresiasi kepada seluruh kandidat yang telah bersama-sama mengikuti proses demokrasi tersebut dengan semangat kompetisi yang positif.
Bagi mereka, perbedaan pilihan selama proses pemilihan tidak boleh menjadi alasan untuk menciptakan jarak antarsiswa.
Sebaliknya, seluruh kandidat diharapkan dapat kembali bersama-sama membangun OSIS SMA N 1 Lobalain.
Ajakan itu secara khusus disampaikan Michelle Sayd kepada paket-paket yang belum memperoleh suara terbanyak.
“Kepada paket yang belum menang, saya ajak bergabung bersama kami dalam kepengurusan OSIS,” ungkap Michelle Sayd, Sekretaris OSIS terpilih.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa kontestasi dalam pemilihan OSIS bukanlah akhir dari kebersamaan.
Setelah suara dihitung dan hasil diketahui, seluruh siswa kembali memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kekompakan dan membangun lingkungan sekolah yang lebih baik.
Proses penghitungan suara sendiri berlangsung secara transparan dengan disaksikan para bakal calon dan saksi dari masing-masing paket.
Mekanisme tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan ruang kepada seluruh pihak untuk menyaksikan secara langsung proses demokrasi di lingkungan sekolah.
Pemilihan Ketua dan Sekretaris OSIS ini juga menjadi pengalaman nyata bagi para peserta didik dalam memahami bagaimana proses demokrasi berlangsung, mulai dari pencalonan, penyampaian pilihan, pemungutan suara, hingga penghitungan suara secara terbuka.
Dengan berakhirnya proses penghitungan, hasil perolehan suara selanjutnya menjadi dasar bagi panitia untuk melakukan proses penetapan Ketua dan Sekretaris OSIS SMA N 1 Lobalain periode 2026/2027 sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Kini, setelah persaingan berakhir, tantangan berikutnya adalah bagaimana Bevan dan Michelle bersama seluruh elemen OSIS dapat menjadikan kemenangan tersebut sebagai awal dari kerja bersama, bukan sekadar kemenangan sebuah paket.
Sebab, demokrasi di sekolah tidak berhenti ketika suara terakhir dibacakan.
Demokrasi justru menemukan maknanya ketika mereka yang berbeda pilihan mampu kembali berjalan bersama untuk membangun sekolah.*




















