onlinentt.com-Kota Kupang-Banyak orang masih beranggapan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi hanya fokus pada kemampuan berbicara, menulis, dan menyampaikan pesan. Namun keberhasilan Vincentius Hendrik Niha yang meraih juara 3 serta Dionisius Seran yang meraih juara 4 pada Bootcamp dan Kompetisi Nasional Kecerdasan Buatan APTIK membuktikan anggapan itu tidak sepenuhnya benar.

Kedua mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang ini berhasil bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi se‑Indonesia. Keberhasilan ini bukanlah keberuntungan semata, melainkan hasil dari kerja keras, konsistensi belajar, dan keberanian mereka menjajaki bidang baru di luar materi perkuliahan rutin. Mereka menunjukkan bahwa keahlian berkomunikasi justru menjadi modal tambahan saat mengolah ide‑ide berbasis kecerdasan buatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Prestasi ini seharusnya menjadi pemicu semangat bagi kita semua, terutama mahasiswa dan mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Jangan merasa bahwa bidang teknologi adalah wilayah yang sulit dijangkau. Kita bisa menggabungkan kemampuan memahami audiens, menyusun narasi, dan menyampaikan pesan dengan alat‑alat digital yang berkembang saat ini.
Mari kita berani mencoba hal baru, ikut pelatihan, bootcamp, atau kompetisi yang tersedia. Jangan ragu untuk berkolaborasi, saling berbagi pengetahuan, dan tidak cepat menyerah saat menghadapi kesulitan. Setiap usaha yang kita lakukan tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan diri, tapi juga bisa mengharumkan nama jurusan dan universitas kita di panggung yang lebih luas. Seperti pesan dari pencapaian ini: terus berkarya, berinovasi, dan jadilah generasi komunikator yang tangguh di era digital.
_Jimkomers26- One Body One Team One Family_


















