onlinentt.com-Rote Ndao – Komitmen mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kupang.
Melalui kolaborasi dengan Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Kupang dan Bank Sampah Mutiara Timor, Lapas Kupang menggelar sosialisasi dan pelatihan pengolahan sampah organik dan anorganik bagi petugas serta warga binaan, Jumat (30/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini merupakan implementasi dari proyek perubahan yang digagas Kepala Lapas Kelas IIA Kupang, Wawan Irawan, dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis zero waste.
Tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas serta warga binaan dalam mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Ratri Handoyo Eko Saputro, A.Md.IP., S.Sos., M.H. serta para Ka.UPT di Kota Kupang.
Dalam membuka kegiatan, Kalapas Kupang, Wawan Irawan, menegaskan bahwa sosialisasi dan pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan untuk mempelajari teknik pengolahan sampah, melainkan bagian dari upaya membangun perubahan pola pikir dan budaya peduli lingkungan.
“Kegiatan hari ini bukan sekadar untuk mempelajari bagaimana memilah dan mengolah sampah. Lebih dari itu, kita ingin mengubah cara pandang dan membangun budaya yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Sesuatu yang selama ini kita anggap tidak berguna, sebenarnya masih memiliki manfaat apabila dikelola dengan baik. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk kreatif,” ungkap Wawan.
Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dilanjutkan dengan praktik langsung sehingga petugas dan warga binaan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan Lapas.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Direktur Bank Sampah Mutiara Timor, Meilsi Anita Mansula, S.T., MUEP.
Dalam pemaparannya, Meilsi memberikan edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya, pengelolaan sampah anorganik, serta peluang pemanfaatan sampah melalui sistem bank sampah.
Ia menjelaskan bahwa sampah yang telah dipilah memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali, bahkan dapat memberikan nilai ekonomi apabila dikelola dengan tepat. Berbagai jenis sampah anorganik, seperti plastik dan kertas, dapat disalurkan ke dalam rantai daur ulang maupun dikembangkan menjadi produk kerajinan.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari perubahan kebiasaan kita. Jangan lagi melihat sampah sebagai sesuatu yang harus langsung dibuang, tetapi mulailah memilah dan melihat potensi yang masih bisa dimanfaatkan.
Dengan pengelolaan yang tepat, sampah dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan,” jelas Meilsi.
Selanjutnya, materi pengolahan sampah organik disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Matheus Rupa M.Si. dari Politani Negeri Kupang. Materi berfokus pada pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk organik, termasuk pengenalan teknik pembuatan pupuk Bokashi sebagai salah satu alternatif pengolahan sampah yang dapat mendukung kegiatan pertanian.
Matheus menjelaskan bahwa sampah organik memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan penyubur tanah. Pengolahannya menjadi pupuk organik tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang dibuang, tetapi juga menghasilkan produk yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman.
“Melalui pengolahan sampah organik menjadi pupuk Bokashi, kita dapat mengubah bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi pertanian.
Kami berharap pengetahuan ini dapat diterapkan di Lapas Kupang sehingga sampah organik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan produktif dan penghijauan lingkungan,” ungkap Matheus.
Setelah penyampaian materi dari kedua narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Petugas dan warga binaan diberikan kesempatan untuk berdiskusi, menyampaikan pertanyaan, serta memperdalam pemahaman mengenai teknik pemilahan dan pengolahan sampah organik maupun anorganik.
Kalapas Kupang, Wawan Irawan, mengapresiasi dukungan Politani Negeri Kupang dan Bank Sampah Mutiara Timor yang telah berkontribusi dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada petugas serta warga binaan.
Menurutnya, sinergi dengan pihak eksternal menjadi faktor penting dalam memastikan proyek perubahan ini dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ia juga menegaskan bahwa program tersebut memiliki nilai strategis dalam pembinaan kemandirian warga binaan.
Melalui keterampilan pengolahan sampah, warga binaan diharapkan tidak hanya memiliki kesadaran menjaga lingkungan, tetapi juga memperoleh bekal produktif yang dapat dikembangkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini, Lapas Kelas IIA Kupang terus mendorong perubahan dari sekadar mengumpulkan dan membuang sampah menjadi budaya memilah, mengolah, dan memanfaatkan kembali.
Dengan dukungan Politani Negeri Kupang dan Bank Sampah Mutiara Timor, proyek perubahan Transformasi pengolahan sampah berbasis zero waste diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan.*


















