Dari Edukasi ke Aksi Nyata, Lapas Kupang Gandeng Politani Negeri Kupang dan Bank Sampah Mutiara Timor Latih Petugas dan Warga Binaan Olah Sampah Organik dan Anorganik

- Redaksi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Humas Lapas Kelas IIA Kupang Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Rote Ndao – Komitmen mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kupang.

 

Melalui kolaborasi dengan Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Kupang dan Bank Sampah Mutiara Timor, Lapas Kupang menggelar sosialisasi dan pelatihan pengolahan sampah organik dan anorganik bagi petugas serta warga binaan, Jumat (30/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kegiatan ini merupakan implementasi dari proyek perubahan yang digagas Kepala Lapas Kelas IIA Kupang, Wawan Irawan, dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis zero waste.

 

Tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas serta warga binaan dalam mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Ratri Handoyo Eko Saputro, A.Md.IP., S.Sos., M.H. serta para Ka.UPT di Kota Kupang.

 

Dalam membuka kegiatan, Kalapas Kupang, Wawan Irawan, menegaskan bahwa sosialisasi dan pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan untuk mempelajari teknik pengolahan sampah, melainkan bagian dari upaya membangun perubahan pola pikir dan budaya peduli lingkungan.

 

“Kegiatan hari ini bukan sekadar untuk mempelajari bagaimana memilah dan mengolah sampah. Lebih dari itu, kita ingin mengubah cara pandang dan membangun budaya yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Baca Juga :  Investasi SDM untuk Masa Depan Daerah, ASN Rote Ndao Didorong Raih Gelar Magister dan Doktor

 

Sesuatu yang selama ini kita anggap tidak berguna, sebenarnya masih memiliki manfaat apabila dikelola dengan baik. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk kreatif,” ungkap Wawan.

 

Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dilanjutkan dengan praktik langsung sehingga petugas dan warga binaan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan Lapas.

 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Direktur Bank Sampah Mutiara Timor, Meilsi Anita Mansula, S.T., MUEP.

 

Dalam pemaparannya, Meilsi memberikan edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya, pengelolaan sampah anorganik, serta peluang pemanfaatan sampah melalui sistem bank sampah.

 

Ia menjelaskan bahwa sampah yang telah dipilah memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali, bahkan dapat memberikan nilai ekonomi apabila dikelola dengan tepat. Berbagai jenis sampah anorganik, seperti plastik dan kertas, dapat disalurkan ke dalam rantai daur ulang maupun dikembangkan menjadi produk kerajinan.

 

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari perubahan kebiasaan kita. Jangan lagi melihat sampah sebagai sesuatu yang harus langsung dibuang, tetapi mulailah memilah dan melihat potensi yang masih bisa dimanfaatkan.

Baca Juga :  Kunjungan Silaturahmi,Program Utama DPW PWOIN Riau

 

Dengan pengelolaan yang tepat, sampah dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan,” jelas Meilsi.

 

Selanjutnya, materi pengolahan sampah organik disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Matheus Rupa M.Si. dari  Politani Negeri Kupang. Materi berfokus pada pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk organik, termasuk pengenalan teknik pembuatan pupuk Bokashi sebagai salah satu alternatif pengolahan sampah yang dapat mendukung kegiatan pertanian.

 

Matheus menjelaskan bahwa sampah organik memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan penyubur tanah. Pengolahannya menjadi pupuk organik tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang dibuang, tetapi juga menghasilkan produk yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman.

 

“Melalui pengolahan sampah organik menjadi pupuk Bokashi, kita dapat mengubah bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi pertanian.

 

Kami berharap pengetahuan ini dapat diterapkan di Lapas Kupang sehingga sampah organik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan produktif dan penghijauan lingkungan,” ungkap Matheus.

 

Setelah penyampaian materi dari kedua narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Petugas dan warga binaan diberikan kesempatan untuk berdiskusi, menyampaikan pertanyaan, serta memperdalam pemahaman mengenai teknik pemilahan dan pengolahan sampah organik maupun anorganik.

Baca Juga :  Pesan Paulus Henuk Menembus Batas Pulau: “Sehari Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi” Menggema dari Rote untuk Dunia

 

Kalapas Kupang, Wawan Irawan, mengapresiasi dukungan Politani Negeri Kupang dan Bank Sampah Mutiara Timor yang telah berkontribusi dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada petugas serta warga binaan.

 

Menurutnya, sinergi dengan pihak eksternal menjadi faktor penting dalam memastikan proyek perubahan ini dapat berjalan secara berkelanjutan.

 

Ia juga menegaskan bahwa program tersebut memiliki nilai strategis dalam pembinaan kemandirian warga binaan.

 

Melalui keterampilan pengolahan sampah, warga binaan diharapkan tidak hanya memiliki kesadaran menjaga lingkungan, tetapi juga memperoleh bekal produktif yang dapat dikembangkan setelah kembali ke tengah masyarakat.

 

Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini, Lapas Kelas IIA Kupang terus mendorong perubahan dari sekadar mengumpulkan dan membuang sampah menjadi budaya memilah, mengolah, dan memanfaatkan kembali.

 

Dengan dukungan Politani Negeri Kupang dan Bank Sampah Mutiara Timor, proyek perubahan Transformasi pengolahan sampah berbasis zero waste diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan.*

Berita Terkait

Pilihan Bakti Menjadi Jembatan Penghubung bagi Masa Depan Generasi
Jaga Keamanan Aset, Dirjen SPPR Imbau para Pemilik Tanah untuk Pasang Patok Tanda Batas
Jejak Pengabdian Fila Delfia Fiah Tak Berakhir di Pemakaman, Keluarga dan Jemaat GPdI Rajawali Leolutun Kehilangan Sosok Teladan
Falen Haning Nahkodai Garda Bangsa NTT 2026–2031, Konsolidasi 22 Kabupaten/Kota Jadi Agenda Awal
Urus Peralihan Hak Sendiri, Pengurusan Sertipikat Tidak Seribet yang Dibayangkan
Terapkan Manajemen Risiko dengan Pendekatan GRC, Wamen ATR/Waka BPN Harapkan Pengendalian Risiko Berbasis Data
Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan
32 Tahun Mengabdi di Rote Ndao, Karolus Laga Masan Memilih Setelah Pensiun Menetap: “Tanah Ini Sudah Menjadi Negeri Ayah dan Ibu Kedua”

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Prestasi Dua Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unwira: Buktikan Komunikasi dan Teknologi Bisa Berjalan Beriringan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:47 WITA

UU Aturan Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Masyarakat dalam Konflik Pertanahan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:50 WITA

BBM Eceran Sempat Muncul, Lalu Menghilang: Kuota Agen di Rote Ndao Harus Dibuka ke Publik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:56 WITA

Agen BBM Kembali Bergerak, Satgas Diminta Awasi Jalur Distribusi hingga Takaran ke Konsumen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:58 WITA

Tujuh Ranperda Masuki Tahap Pemantapan, DPRD dan Pemkab Rote Ndao Bidik Penetapan pada Sidang IV 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:19 WITA

Ada Dugaan Uang Pelicin di Meja Scan Barcode SPBU

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:32 WITA

Layanan ATR/BPN Dekat, Permudah Masyarakat Dapatkan Informasi Pertanahan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:33 WITA

Suara Warisan Literasi Budaya: Merawat Tradisi, Menghidupkan Identitas Nusantara

Berita Terbaru

Uncategorized

Adakah Agen atau Pengecer Siluman?

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:00 WITA

Lintas Nusa

Pilihan Bakti Menjadi Jembatan Penghubung bagi Masa Depan Generasi

Kamis, 29 Okt 2026 - 16:53 WITA