onlinentt.com-Kupang Kota – Estafet kepemimpinan Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) Garda Bangsa Nusa Tenggara Timur resmi beralih kepada Falen Haning.
Terpilih melalui musyawarah, anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao ini siap mengemban amanah memimpin organisasi sayap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut untuk masa bakti 2026–2031.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Musyawarah pemilihan berlangsung di Graha Gus Dur, Kantor DPW PKB NTT, dipimpin oleh Sekretaris Wilayah DPW PKB NTT, Kaharudin.
Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian dari regenerasi organisasi sekaligus momentum untuk memperkuat peran Garda Bangsa dalam merangkul generasi muda di Nusa Tenggara Timur.
Usai terpilih, Falen Haning menyatakan kesiapannya menjalankan amanah bersama jajaran pengurus baru. Ia akan didampingi Taufiqurahman sebagai sekretaris dan Norisa Yan sebagai bendahara dalam menjalankan roda organisasi selama lima tahun ke depan.
Bagi Falen, kepemimpinan baru harus diikuti dengan kerja nyata. Garda Bangsa diharapkan menjadi wadah bagi kaum milenial untuk mengembangkan potensi, membangun solidaritas, serta mengambil bagian dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Langkah awal yang disiapkan adalah melakukan konsolidasi organisasi di 22 kabupaten/kota se-NTT. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi antarpengurus, memperluas jaringan organisasi, serta menghidupkan kembali gerakan Garda Bangsa hingga ke tingkat daerah.
“Kami akan melaksanakan konsolidasi hingga ke tingkat kabupaten/kota se-NTT untuk memanaskan kembali mesin organisasi dengan merangkul kaum milenial sebagai generasi muda harapan bangsa,” ujar Falen Haning.
Menurutnya, konsolidasi menjadi langkah penting untuk memastikan organisasi berjalan secara terarah dan memiliki hubungan yang kuat antarpengurus. Dengan demikian, Garda Bangsa dapat membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda di berbagai wilayah NTT.
Falen juga berharap Garda Bangsa mampu menjadi barometer pergerakan organisasi kepemudaan di Nusa Tenggara Timur melalui kegiatan yang produktif, penguatan kapasitas generasi muda, dan keterlibatan dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, Ketua DKW Garda Bangsa NTT sebelumnya, Feryanus Mooy, menjelaskan bahwa surat keputusan kepengurusan terdahulu telah berakhir sehingga diperlukan regenerasi kepemimpinan. Menurutnya, pergantian tersebut merupakan bagian dari konsolidasi organisasi yang dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta peraturan organisasi.
Feryanus berharap kepengurusan yang baru dapat menjaga persatuan dan kesatuan, memperkuat soliditas serta kekompakan antarpengurus, dan terus menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia juga berharap Garda Bangsa tetap eksis dan mampu menjalankan perannya sebagai wadah generasi muda yang memiliki semangat kebersamaan serta kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
Dengan kepemimpinan Falen Haning untuk masa bakti 2026–2031, Garda Bangsa NTT kini memasuki babak baru. Konsolidasi di 22 kabupaten/kota menjadi agenda awal yang akan menguji kemampuan kepengurusan baru dalam menyatukan langkah dan memperluas keterlibatan generasi muda.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan tidak berhenti pada pembaruan struktur organisasi, tetapi berlanjut pada gerakan yang terukur, kebersamaan yang terpelihara, dan kontribusi nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.*



















