onlinentt.com – Rote Ndao | Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH menghadiri Festival Budaya Rote Malole Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Ba’a, Selasa (18/8/2026).
Kehadiran Bupati Paulus Henuk dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terhadap upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas daerah di tengah perkembangan zaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Festival Rote Malole tidak sekadar menjadi sebuah pertunjukan budaya, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan masyarakat dengan berbagai kekayaan tradisi yang tumbuh dan diwariskan secara turun-temurun di Bumi Nusa Lontar.
Melalui festival ini, nilai-nilai budaya lokal kembali mendapat ruang untuk diperkenalkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Tradisi, seni, serta berbagai ekspresi budaya daerah diharapkan tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu, tetapi terus hidup dan berkembang sesuai dengan tuntutan zaman.
Bagi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, pelestarian budaya merupakan bagian penting dalam membangun daerah. Kebudayaan menjadi salah satu identitas yang membedakan Rote Ndao sekaligus menjadi kekuatan sosial yang dapat mempererat persatuan masyarakat.
Bupati Paulus Henuk mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberadaan budaya Rote Ndao agar tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
“Mari terus kita jaga budaya Rote Ndao agar tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” menjadi pesan penting dalam momentum Festival Budaya Rote Malole 2026.
Festival tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak harus menghilangkan akar budaya. Sebaliknya, pembangunan dapat berjalan beriringan dengan upaya merawat tradisi dan memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap jati dirinya.
Dengan semangat Rote Malole, kekayaan budaya Rote Ndao diharapkan semakin dikenal, dicintai, dan mendapat ruang yang lebih luas, baik di tengah masyarakat sendiri maupun di luar daerah.
Pemerintah daerah pun terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga warisan budaya, sehingga generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil peran sebagai penerus dan penjaga identitas budaya Rote Ndao.*




















