onlinentt.com-Rote Ndao | Apa yang kini mulai terlihat di Lakamola bukan sekadar sebuah rencana pembangunan kawasan industri.
Rencana Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional Zona 1 Tahap 2 di Desa Lakamola menjadi gambaran dari sebuah ikhtiar panjang untuk membawa potensi garam Rote Ndao naik kelas dan pada akhirnya memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian rakyat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran rencana pengembangan Zona 1 dan Zona 2 di Kabupaten Rote Ndao tidak terlepas dari kesungguhan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao di bawah kepemimpinan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk SH dalam memperjuangkan agar potensi garam daerah mendapat perhatian dan ruang pengembangan yang lebih besar.
Bagi Paulus Henuk, potensi garam Rote Ndao bukan sekadar sumber daya alam yang dibiarkan tumbuh secara tradisional.
Di balik hamparan lahan garam terdapat harapan ribuan masyarakat untuk memperoleh kehidupan ekonomi yang lebih baik.
Karena itu, setiap peluang pengembangan industri garam terus didorong agar tidak berhenti pada pembangunan kawasan maupun peningkatan produksi, tetapi mampu menciptakan nilai tambah yang kembali kepada masyarakat Rote Ndao.
Kesungguhan tersebut kini menemukan momentum melalui rencana pembangunan kawasan sentra industri garam nasional yang mencakup pengembangan Zona 1 dan Zona 2.
Pemerintah daerah melihatnya sebagai kesempatan besar untuk menghubungkan potensi lokal dengan pasar yang lebih luas sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
Saat menghadiri Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional Zona 1 Tahap 2 di Gereja Imanuel Lakamola, Desa Lakamola, Kecamatan Rote Timur, Jumat (7/8/2026), Paulus Henuk kembali menegaskan bahwa pembangunan harus menempatkan masyarakat sebagai bagian utama.
Menurutnya, keberhasilan sebuah kawasan industri tidak hanya diukur dari besarnya investasi atau jumlah produksi yang dihasilkan.
Ukuran paling penting adalah sejauh mana masyarakat di sekitar kawasan memperoleh manfaat dan mengalami peningkatan kesejahteraan.
Petani garam harus memiliki kesempatan meningkatkan produksi dan pendapatan. Masyarakat lokal harus memperoleh peluang kerja. Pelaku usaha kecil harus dapat mengambil bagian dalam rantai ekonomi yang tumbuh.
Dengan demikian, pembangunan kawasan industri dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat.
“Setiap rencana pembangunan yang menyentuh ruang hidup masyarakat harus dibicarakan secara terbuka. Masyarakat bukan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi bagian penting dalam prosesnya,” kata Paulus Henuk.
Ia menilai Rote Ndao memiliki modal alam yang sangat kuat untuk dikembangkan menjadi salah satu sentra garam nasional.
Kondisi geografis dan iklim yang mendukung harus dimanfaatkan dengan pengelolaan yang lebih modern, sehingga garam yang dihasilkan tidak hanya memiliki kuantitas, tetapi juga nilai ekonomi yang semakin tinggi.
Bupati juga mengingatkan bahwa pembangunan industri garam harus berjalan seimbang dengan kepentingan sosial dan keberlanjutan lingkungan.
Karena itu, komunikasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam setiap tahapan perencanaan.
Garam Sebagai Jalan Baru Ekonomi Rakyat
Bagi Rote Ndao, industri garam dapat menjadi lebih dari sekadar sektor produksi. Jika dikelola secara terintegrasi, kehadiran kawasan industri dapat melahirkan mata rantai ekonomi baru.
Mulai dari petani garam, tenaga kerja, transportasi, perdagangan, jasa, hingga berbagai usaha masyarakat dapat ikut bergerak seiring berkembangnya kawasan.
Efek berantai inilah yang diharapkan mampu memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Paulus Henuk menegaskan, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao akan terus mengawal proses pembangunan tersebut agar kepentingan masyarakat tidak terpinggirkan.
Ia ingin pembangunan industri garam nasional di Rote Ndao benar-benar menjadi bagian dari perjalanan daerah menuju kemandirian ekonomi.
“Lahan dan potensi kita ada. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana potensi tersebut dikelola dengan baik sehingga memberikan nilai tambah dan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan hadirnya rencana pengembangan Zona 1 dan Zona 2, harapan besar kini bertumpu pada bagaimana potensi garam Rote Ndao dapat diubah menjadi kekuatan ekonomi yang nyata.
Dari Lakamola, sebuah harapan sedang dibangun: agar garam tidak hanya dipanen dari tanah Rote, tetapi juga mampu memanen kesejahteraan bagi rakyatnya.*




















