onlinentt.com-Rote Ndao – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao mengimbau seluruh petani, kelompok tani (Poktan), gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta pengecer pupuk bersubsidi untuk segera memanfaatkan alokasi pupuk bersubsidi yang masih tersedia dalam jumlah besar guna mendukung pelaksanaan Musim Tanam (MT) II dan MT III Tahun 2026.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul masih tingginya sisa alokasi pupuk bersubsidi yang belum ditebus oleh petani. Berdasarkan data realisasi penyaluran pupuk bersubsidi hingga saat ini, pupuk Urea telah terealisasi sebanyak 1.506,3 ton dengan sisa alokasi 2.493,7 ton, sementara pupuk NPK telah terealisasi 1.559,4 ton dengan sisa alokasi 3.440,6 ton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Nixon Molelanik Balukh, SP, M.Si, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao, melalui Kepala Bidang Kelembagaan dan Sarana Prasarana, Jodian A.Suki, S.Sos, mengingatkan bahwa ketersediaan pupuk bersubsidi saat ini masih sangat mencukupi, didukung oleh stok pupuk yang tersedia di Gudang Tunganamo. Oleh karena itu, para petani yang telah terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) diharapkan segera melakukan penebusan sesuai kebutuhan usahatani masing-masing.
“Pupuk bersubsidi merupakan salah satu bentuk perhatian dan dukungan pemerintah kepada petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Karena itu, kami mengajak seluruh petani yang telah terdaftar dalam e-RDKK agar tidak menunda penebusan pupuk, sehingga kebutuhan pemupukan tanaman dapat terpenuhi tepat waktu,” ujar Jodian Suki.
Selain itu, para pengecer pupuk bersubsidi juga diharapkan dapat berperan aktif dalam memberikan pelayanan kepada petani, memfasilitasi proses penebusan sesuai ketentuan yang berlaku, serta melakukan sosialisasi secara berkelanjutan kepada kelompok tani di wilayah kerjanya masing-masing.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pupuk bersubsidi dapat tersalurkan secara optimal dan tepat sasaran.
Dengan pemanfaatan pupuk yang tepat waktu, diharapkan Suki, produktivitas tanaman pertanian di Kabupaten Rote Ndao dapat meningkat, sehingga berdampak positif terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani.
Jodian juga mengingatkan bahwa penundaan penebusan pupuk hingga menjelang akhir musim tanam berpotensi mengganggu jadwal pemupukan dan mengurangi efektivitas penggunaan pupuk dalam mendukung pertumbuhan tanaman.
Melalui sinergi antara pemerintah, petani, kelompok tani, Gapoktan, dan pengecer pupuk bersubsidi, diharapkan seluruh alokasi pupuk yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung peningkatan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dengan semangat “Mbule Lima, Rote Ndao Bertani”, pemerintah daerah terus mendorong sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi masyarakat.
“Tebus Pupuk Bersubsidi untuk Tanaman, Produksi Meningkat, dan Petani Sejahtera.” Pesan ini menjadi ajakan bersama bagi seluruh petani di Kabupaten Rote Ndao untuk memanfaatkan program pupuk bersubsidi secara optimal demi kemajuan pertanian dan kesejahteraan masyarakat.*

Ikuti Kami
Subscribe


















