“Problemnya, di hotel-hotel kita disuguhi kopi dan gula sachet dari luar. Kita punya kopi terbaik dan gula merah (brown sugar) dengan kualitas tinggi tapi belum disediakan dalam bentuk sachet. Di sinilah peran perbankan dan BUMN untuk bisa memberikan pendampingan dan pelatihan bagi pengembangan packaging produk-produk masyarakat agar punya nilai tambah (value added) . Juga membantu pemasarannya,” jelas Gubernur VBL.
Lebih lanjut Gubernur Viktor mengatakan, sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, Bank Mandiri tentu punya stok pengetahuan tentang bisnis dan pemasaran yang memadai. Juga miliki jaringan yang cukup kuat. Bagilah pengetahuan itu dengan masyararakat NTT dalam bentuk pelatihan-pelatihan dan pendampingan.
“Kalau kalangan perbankan, LSM dan Pemerintah Daerah jalan bersama untuk membentuk konektivitas dalam rangka pengembangan ekonomi rumah tangga, maka NTT akan berkembang pesat. Karena kita punya potensi luar biasa. Silahkan Bank Mandiri bangun kemitraan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah untuk peningkatan kualitas produk usaha kecil dan menengah di NTT,” jelas Viktor Laiskodat.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Ikuti Kami
Subscribe































