K-S-SIGN Rote Ndao Masuk Tahap Pengawalan Serius, Pemerintah Dorong Percepatan Proyek Garam Nasional

- Redaksi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 01:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : John Henuk Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Jakarta I Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao kembali mendapat perhatian serius pemerintah daerah.

 

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH melakukan pertemuan dan audiensi bersama Direktur Jenderal PK beserta jajaran serta Direktur Nindya Karya, Senin, (01/10/2026), untuk membahas perkembangan pembangunan kawasan tersebut, khususnya kelanjutan Tahap II K-SIGN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan K-SIGN tidak berhenti pada tahapan perencanaan, tetapi terus bergerak sesuai target dan tahapan pekerjaan yang telah ditetapkan.

 

Dalam audiensi itu, berbagai perkembangan pekerjaan di lapangan dibahas secara langsung, termasuk sejumlah hal yang masih membutuhkan pengawalan bersama.

Baca Juga :  Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Rote Ndao, Melalui Kepala Bidang Kelembagaan dan Sarana Prasarana, Ajak Petani Segera Tebus Pupuk Bersubsidi untuk MT II dan MT III

 

Pemerintah daerah juga mendorong adanya langkah percepatan agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan rencana.

 

Bagi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, K-SIGN memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar pembangunan infrastruktur kawasan industri.

 

Potensi garam Rote Ndao diharapkan dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru yang terintegrasi dengan kebutuhan industri dan agenda kemandirian garam nasional.

 

Di sisi lain, keberadaan kawasan tersebut juga diharapkan membuka ruang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Baca Juga :  PH Bukan Tipikal Pemimpin Yang Hanya "Omon Omon"

 

Mulai dari penciptaan lapangan kerja, tumbuhnya aktivitas usaha pendukung, hingga terbukanya kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk mengambil bagian dalam rantai ekonomi yang terbentuk dari pengembangan industri garam.

 

Karena itu, pembangunan K-SIGN membutuhkan koordinasi lintas pihak yang konsisten.

 

Pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaksana pekerjaan, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya memiliki peran masing-masing agar setiap tahapan pembangunan dapat dikawal secara bersama.

 

Bupati Paulus Henuk menegaskan bahwa komunikasi dan koordinasi akan terus diperkuat sehingga berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat segera dibicarakan dan dicarikan jalan keluar.

Baca Juga :  Perkuat Sistem Pengendalian Intern, Pemkab Rote Ndao dan BPKP Bangun Fondasi Tata Kelola Pemerintahan Berintegritas

 

Harapannya, keberlanjutan Tahap II K-SIGN tidak hanya menghasilkan sebuah kawasan industri, tetapi menjadi titik penting dalam mengangkat potensi garam Rote Ndao ke level yang lebih luas.

 

Dari Rote Ndao, pembangunan sektor garam diharapkan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari langkah Indonesia memperkuat kemandirian garam nasional.

 

Dengan demikian, setiap kemajuan pembangunan K-SIGN menjadi bagian dari investasi jangka panjang guna menghadirkan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat pelaku usaha masyarakat, dan menjadikan potensi daerah sebagai kekuatan ekonomi nasional.*

Berita Terkait

Wakil Project Manager PT. Nindya Karya Rote Ndao Imbau Tanggul Tambak Garam Jangan Dirusak, Persoalan Bisa Diselesaikan dengan Komunikasi
Tambak Garam Rote Ndao, Harapan Baru PAD, Tempat Tumbuh Sumber Ekonomi Baru dan Masa Depan Anak Daerah
K-SIGN Tahap II Disiapkan, Paulus Henuk Buka Ruang Dialog Bersama Warga Kawasan Tambak Garam
Bupati Paulus Henuk Turun ke Kawasan K-SIGN, Dorong Sinergi agar Sentra Garam Nasional Beri Dampak Nyata
Bupati Paulus Henuk Dorong Bank NTT Jadi Mitra Tumbuhnya Wirausaha Muda dan Perempuan Rote Ndao
Perumda Rote Ndao Butuh Anggaran Rp10 Miliar Untuk Investasi Jangka Panjang, Dari Pengamanan Air Baku hingga Rencana Air Kemasan “Ita Oen”.
Di Balik Panjangnya Antrean BBM di SPBU Metina, Ada Persoalan Jam Layanan Hingga Validasi Nelayan
Bupati Rote Ndao Pantau Aktivitas Pasar Busalangga, Ekonomi Rakyat Jadi Perhatian

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:51 WITA

Dari Ruang Kelas ke Sirkuit, 17 Siswa SMAN 1 Lobalain Ambil Peran di Grasstrack Bupati Cup 2026

Rabu, 30 September 2026 - 05:01 WITA

Kepsek Joseph Liu Beberkan Sulit Bentuk Panitia Pembangunan, Akui Rekrut dari Para Guru

Selasa, 29 September 2026 - 07:59 WITA

Dari Jakarta Barat, Paulus Henuk Buka Jalan Investasi untuk Masa Depan Ekonomi Rote Ndao

Sabtu, 26 September 2026 - 19:42 WITA

Tepat di Momen HANTARU 2026, Implementasi PERINTIS 10 Hari Diperluas hingga ke 95 Kantah

Sabtu, 26 September 2026 - 19:37 WITA

Pesan Menteri Nusron di Peringatan0 HANTARU 2026: Transformasi, Melayani Lebih Pasti Jadi Cara Kerja Sehari-hari

Sabtu, 26 September 2026 - 07:46 WITA

PERKAJUSAMI SMA N 1 Lobalain: Dari Oemetina, 85 Penegak Ditempa Menjadi Pribadi Tangguh, Mandiri dan Siap Mengabdi

Rabu, 23 September 2026 - 20:18 WITA

Bupati Paulus Henuk Dorong Pendidikan Rote Ndao Bersiap Hadapi Era AI Tanpa Kehilangan Karakter

Rabu, 23 September 2026 - 15:04 WITA

RUU Pengaturan Reforma Agraria Disetujui Jadi Undang-Undang, Pemerintah Upayakan Sebesar-besarnya Kemakmuran Rakyat

Berita Terbaru