Pasar Oele Dipungut Lancar, Fasilitas WC Mana? Warga Desak Pemkab Rote Ndao Benahi Sanitasi dan Penataan

- Redaksi

Selasa, 22 September 2026 - 13:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : John Henuk Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi 

onlinentt.com-Rote Ndao I Pasar seharusnya menjadi ruang publik yang bersih, tertib dan nyaman.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pedagang membutuhkan tempat berjualan yang layak, pembeli membutuhkan lingkungan yang sehat, sementara warga yang tinggal di sekitar pasar berhak mendapatkan lingkungan yang tidak terganggu oleh persoalan sanitasi maupun sampah.

 

Namun, kondisi Pasar Oele, Kabupaten Rote Ndao, justru dikeluhkan warga yang bermukim di sekitarnya.

 

Seorang warga Oele dalam postingannya di media sosial yang enggan menyebutkan namanya, memgaku rumahnya berada dekat kawasan pasar menyampaikan sejumlah persoalan.

 

Menurutnya sudah berlangsung berulang kali dan membutuhkan perhatian serius Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, khususnya dinas teknis yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan pasar.

 

Persoalan paling mengganggu adalah fasilitas WC dan kamar mandi pasar yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

,

Akibat tidak tersedianya fasilitas sanitasi yang dapat digunakan secara layak, warga mengaku rumah dan lingkungan tempat tinggalnya justru ikut terdampak.

 

Dalam beberapa pekan terakhir, warga mengaku menemukan orang yang masuk ke WC miliknya untuk buang air besar. Persoalannya, setelah digunakan, WC tersebut tidak dibersihkan atau disiram.

Baca Juga :  Perangkat Desa yang Dilantik,  Diminta Dalam Pelayanannya Harus Bisa Seperti Seorang Ayah dan Ibu

 

Warga kemudian berupaya mengunci WC agar tidak digunakan sembarangan. Namun, persoalan tidak berhenti di situ. Kotoran bahkan ditemukan di depan WC maupun di sekitar halaman rumah warga.

 

Menurut pengakuan warga, kejadian tersebut berulang dan kerap terjadi pada setiap Kamis malam, ketika aktivitas pasar berlangsung.

Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan sederhana, bahwa ke mana masyarakat yang membutuhkan fasilitas sanitasi harus menggunakan WC apabila fasilitas umum di pasar tidak berfungsi?

 

Pertanyaan tersebut penting dijawab oleh pengelola pasar dan pemerintah daerah. Sebab, persoalan WC bukan semata soal fasilitas fisik, tetapi berkaitan langsung dengan kesehatan lingkungan, kebersihan dan martabat masyarakat yang beraktivitas di pasar.

 

Persoalan berikutnya adalah sampah plastik.

 

Warga mengeluhkan banyaknya sampah plastik yang berserakan di kawasan pasar. Tidak berhenti di areal pasar, sebagian sampah bahkan terbawa hingga masuk ke halaman rumah masyarakat yang berada di sekitar pasar.

 

Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, maka masyarakat sekitar pasar pada akhirnya ikut menanggung dampak dari aktivitas pasar tanpa memperoleh lingkungan yang bersih dan nyaman.

 

Di sisi lain, warga juga menyoroti penataan kawasan Pasar Oele yang dinilai belum tertib.

Baca Juga :  Episode VII, Menapaki Sejarah Pohon Lontar Versi Orang Rote Ti

 

Lapak dan aktivitas pasar yang tidak tertata dengan baik dinilai menimbulkan pemandangan yang semrawut.

 

Pada hal, penataan pasar semestinya menjadi bagian dari tugas pengelolaan fasilitas publik agar aktivitas perdagangan dapat berlangsung dengan tertib.

 

Di sinilah pemerintah daerah perlu melihat persoalan Pasar Oele secara lebih menyeluruh.

 

Jika pasar merupakan fasilitas publik yang dikelola pemerintah dan terdapat aktivitas perdagangan serta pungutan/retribusi sesuai ketentuan yang berlaku, maka masyarakat tentu patut mempertanyakan bagaimana kualitas pelayanan dan fasilitas yang mereka terima.

 

Retribusi bukan hanya soal penerimaan daerah. Ada tanggung jawab pelayanan yang harus berjalan beriringan dengan pengelolaannya.

 

Karena itu, warga meminta Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH dan Wakil Bupati Apremoi D. Dethan memberikan perhatian terhadap kondisi Pasar Oele.

 

Warga berharap pimpinan daerah dapat memerintahkan dinas teknis terkait untuk turun langsung melakukan pengecekan, bukan hanya mengandalkan laporan administratif dari meja kantor.

 

Pengecekan tersebut penting untuk melihat secara nyata kondisi WC dan kamar mandi, sistem pengelolaan sampah, pola kebersihan setelah hari pasar, hingga penataan pedagang dan fasilitas pasar.

Baca Juga :  Wartawan PWO Jangan Sajikan Berita Hoax

 

Pemerintah juga perlu memastikan siapa yang bertanggung jawab terhadap kebersihan dan pemeliharaan fasilitas pasar serta bagaimana mekanisme pengawasan dilakukan.

 

Sebab, persoalan yang dikeluhkan warga bukan persoalan yang membutuhkan konsep pembangunan besar.

 

WC dapat diperbaiki, tempat sampah dapat disediakan, sampah dapat diangkut secara rutin dan lapak dapat ditata.

 

Yang dibutuhkan adalah perhatian, pengawasan dan tindakan nyata.

Pasar Oele tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat masyarakat berjualan dan berbelanja.

 

Pasar adalah bagian dari wajah pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

 

Karena itu, ketika warga sekitar mulai mengeluhkan persoalan sanitasi, sampah dan kesemrawutan, keluhan tersebut semestinya tidak dianggap sebagai persoalan kecil.

 

Justru dari persoalan sederhana seperti WC yang tidak berfungsi, sampah yang masuk ke halaman rumah dan pasar yang tidak tertata, masyarakat dapat menilai sejauh mana pemerintah hadir memastikan fasilitas publik benar-benar memberikan manfaat dan kenyamanan bagi warga.

 

Kini masyarakat menunggu tindak lanjut pemerintah. Bukan sekadar janji untuk memperhatikan, tetapi pembenahan nyata di lapangan.*

Berita Terkait

Ayub Yusuf Luji Bawa Semangat Profesionalisme Guru SMAN 1 Lobalain ke Pelatihan Wasit Nasional
NasDem Cup 2026 Jadi Panggung Talenta Muda, Paulus Henuk Siapkan Liga Desa dan Bupati Cup 2027
Babak Baru Reforma Agraria: RUU Disepakati Melangkah ke Paripurna DPR
Tak Hanya Beri Kepastian Hukum, Sertipikasi Rumah Ibadah Tegaskan Eksistensi Jemaat Gereja
LHP Disebut Rekomendasikan Pemecatan, Mengapa Nasib Joel Manubulu Tak Kunjung Terang?
HUT ke-50 Klasis Lobalain, Bupati Paulus Henuk Dorong Sinergi Gereja, Tokoh Adat dan Pemerintah
Bupati Paulus Henuk Buka Ruang Sinergi dengan Klasis RBD, Gereja Diajak Bersama Hadir untuk Masyarakat
12 Dokter Internsip Mulai Mengabdi di Rote Ndao, Paulus Henuk Dorong Pelayanan Kesehatan yang Dekat dengan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 00:47 WITA

Tiga Tahun Allen Dano, Doa dan Cinta untuk Buah Hati yang Tak Pernah Berjarak dari Ketiadaan Seorang ibu

Senin, 21 September 2026 - 16:58 WITA

708 Suara Antar Bevan–Michelle ke Puncak, Demokrasi OSIS SMAN 1 Lobalain Berakhir Penuh Haru

Minggu, 20 September 2026 - 20:54 WITA

BBM Lancar Pengisian di Pertamina, Tapi Rakyat Tetap Memgeluh: Ada Apa dengan Distribusi di Rote Ndao? Inikah sebuah Ironi?

Jumat, 18 September 2026 - 21:49 WITA

Bertahun-tahun Diduga Tak Masuk Kantor, Disiplin Dipertanyakan, Sekcam Landu Leko Aman Aman Saja

Jumat, 18 September 2026 - 16:33 WITA

Irlan Lakabela Kembali Tatap Panggung Nasional, Siap Harumkan Nama SMAN 1 Lobalain di Kejurnas 2026

Jumat, 18 September 2026 - 04:47 WITA

Paulus Henuk Turun Langsung ke PDAM, Evaluasi Layanan Air Bersih Jadi Perhatian

Rabu, 16 September 2026 - 05:34 WITA

PEKPPP Jadi Cermin Pembenahan Pelayanan, Yohanis Dade Minta ASN Sumba Barat Berani Berbenah

Rabu, 16 September 2026 - 04:03 WITA

Dari Perjuangan Panjang ke Hari Wisuda, Alberd W. Dano Bangga Melihat Para Ponakan Raih Gelar Sarjana

Berita Terbaru

Hukum Dan Kriminal

Kendaraan Dinas Bukan Kendaraan Pribadi, Jam Dinas Usai Kembali ke Garasi ?

Selasa, 22 Sep 2026 - 05:17 WITA