Paulus Henuk Perketat Rantai Distribusi BBM, Subpenyalur Tak Sesuai Ketentuan Bakal Ditata Ulang

- Redaksi

Selasa, 22 September 2026 - 00:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : John Henuk Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Rote Ndao I -Persoalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Rote Ndao kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH memimpin rapat bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) BBM, Senin, (21/09/2026), untuk mempertegas pengawasan sekaligus memastikan seluruh proses distribusi BBM berjalan sesuai regulasi.

 

Rapat tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk membenahi tata kelola BBM dari hulu hingga sampai ke tangan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pemerintah tidak hanya menaruh perhatian pada ketersediaan BBM, tetapi juga pada bagaimana produk tersebut didistribusikan secara tertib, transparan dan tepat sasaran.

 

Bagi masyarakat Rote Ndao, BBM memiliki posisi penting dalam kehidupan sehari-hari. Nelayan membutuhkan BBM untuk melaut, kendaraan membutuhkan BBM untuk mobilitas, sementara aktivitas perdagangan dan perekonomian masyarakat juga sangat bergantung pada kelancaran pasokan energi tersebut.

 

Karena itu, Paulus menegaskan bahwa pengawasan tidak boleh berhenti pada SPBU.

Baca Juga :  Peduli Kunjungan Gubernur,  Seorang Anggota Kepolisian Sektor Rote Barat Sapu Jalan Raya

 

Pemerintah perlu memastikan rantai distribusi diawasi secara menyeluruh, mulai dari kedatangan kapal pengangkut BBM, proses penyaluran menuju SPBU, Subpenyalur, pengecer hingga konsumen akhir.

 

Pengawasan yang menyeluruh dinilai penting untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam proses distribusi serta memastikan BBM yang masuk ke Rote Ndao benar-benar dapat dinikmati masyarakat sesuai peruntukannya.

 

Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga mendorong perubahan pola kerja Satgas BBM menjadi Satgas Terpadu yang melibatkan berbagai unsur terkait.

 

Aparat penegak hukum (APH), baik kepolisian maupun kejaksaan, diharapkan dapat terlibat sehingga pengawasan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki kekuatan dalam penegakan regulasi apabila ditemukan pelanggaran.

 

Langkah tersebut menunjukkan bahwa persoalan BBM tidak dapat ditangani oleh satu instansi saja. Dibutuhkan koordinasi lintas sektor agar setiap tahapan distribusi memiliki pengawasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keberadaan Sub penyalur BBM. Pemerintah daerah menegaskan akan melakukan penataan terhadap Sub penyalur yang tidak memenuhi ketentuan jarak 10 kilometer dari SPBU.

Baca Juga :  Pembelajaran Online Tidak Berjalan Normal di SMP Negeri 2 RBL

 

Sub penyalur yang berada dalam radius yang tidak sesuai ketentuan akan dihentikan operasionalnya untuk kemudian dilakukan penataan kembali ke titik-titik yang memang membutuhkan pelayanan BBM dan belum memiliki akses yang memadai.

 

Penataan ini bukan semata-mata soal memindahkan lokasi pelayanan. Lebih dari itu, pemerintah ingin memastikan keberadaan Sub penyalur benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah yang sulit menjangkau SPBU, terutama masyarakat pesisir, nelayan dan warga yang berada jauh dari pusat pelayanan.

 

Dengan pola tersebut, distribusi BBM diharapkan menjadi lebih teratur. Titik-titik pelayanan yang terlalu berdekatan dengan SPBU dapat ditata, sementara wilayah yang selama ini belum mendapatkan akses pelayanan dapat menjadi prioritas.

 

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga perlu memastikan proses penataan dilakukan berdasarkan data yang jelas, termasuk data kebutuhan masyarakat, lokasi SPBU, jarak antar titik penyaluran serta volume BBM yang disalurkan.

Baca Juga :  Tim Satgas Pencegahan Covid-19 Kodim 1604/Kupang Tidak Mengenal Lelah Putuskan Mata Rantai Penyebaran Covid 19

 

Dengan demikian, kebijakan yang diambil tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.

 

Paulus Henuk menegaskan pentingnya konsistensi dalam menjalankan regulasi.

 

Pengawasan BBM harus diarahkan untuk melindungi kepentingan masyarakat sekaligus memastikan tata kelola distribusi berlangsung sesuai ketentuan.

 

Pembenahan rantai distribusi ini diharapkan dapat menciptakan sistem BBM yang lebih tertib, mulai dari kapal yang membawa pasokan hingga konsumen yang membutuhkan.

 

Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait pun dituntut untuk menjaga pengawasan tersebut secara berkelanjutan.

 

Sebab, bagi masyarakat Rote Ndao, BBM bukan sekadar komoditas. Di balik setiap liter BBM terdapat aktivitas nelayan yang hendak melaut, kendaraan yang membawa hasil produksi, serta roda perekonomian masyarakat yang harus terus bergerak.

 

Karena itu, penataan distribusi BBM menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara adil, tertib dan sesuai aturan.*

Berita Terkait

Tiga Tahun Allen Dano, Doa dan Cinta untuk Buah Hati yang Tak Pernah Berjarak dari Ketiadaan Seorang ibu
708 Suara Antar Bevan–Michelle ke Puncak, Demokrasi OSIS SMAN 1 Lobalain Berakhir Penuh Haru
BBM Lancar Pengisian di Pertamina, Tapi Rakyat Tetap Memgeluh: Ada Apa dengan Distribusi di Rote Ndao? Inikah sebuah Ironi?
Bertahun-tahun Diduga Tak Masuk Kantor, Disiplin Dipertanyakan, Sekcam Landu Leko Aman Aman Saja
Irlan Lakabela Kembali Tatap Panggung Nasional, Siap Harumkan Nama SMAN 1 Lobalain di Kejurnas 2026
Paulus Henuk Turun Langsung ke PDAM, Evaluasi Layanan Air Bersih Jadi Perhatian
PEKPPP Jadi Cermin Pembenahan Pelayanan, Yohanis Dade Minta ASN Sumba Barat Berani Berbenah
Dari Perjuangan Panjang ke Hari Wisuda, Alberd W. Dano Bangga Melihat Para Ponakan Raih Gelar Sarjana

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 23:30 WITA

Sebelum Dibangun, Paulus Henuk Pastikan Lahan Kampung Nelayan Disiapkan Matang

Minggu, 20 September 2026 - 03:09 WITA

Paulus Henuk Rangkul Tokoh Adat dan Warga Loaholu, Cari Jalan Tengah untuk Persoalan Bersama

Sabtu, 19 September 2026 - 05:23 WITA

Langkah Bersama dari Stadion C. N. Dillak, Bupati Paulus Henuk Ajak Warga Hidup Sehat dan Perkuat Kolaborasi

Jumat, 18 September 2026 - 03:29 WITA

Harhubnas 2026, Paulus Henuk Dorong Konektivitas Transportasi Jadi Penggerak Ekonomi Rote Ndao

Rabu, 16 September 2026 - 05:34 WITA

PEKPPP Jadi Cermin Pembenahan Pelayanan, Yohanis Dade Minta ASN Sumba Barat Berani Berbenah

Minggu, 13 September 2026 - 11:51 WITA

Kapus Se-Rote Ndao Didorong Hadir di Paripurna, Jangan Hanya Tunggu Anggaran Turun

Jumat, 11 September 2026 - 01:37 WITA

Bendung Moresa Dorong Petani Batulilok Panen Dua Musim, Paulus Henuk Cek Langsung Manfaat Infrastruktur Pertanian

Rabu, 9 September 2026 - 22:43 WITA

Bupati Paulus Henuk Turun Langsung Kawal Pembangunan, Sejumlah Titik Jadi Sasaran Monev

Berita Terbaru