Gubernur VBL juga mendorong KSP Kopdit Obor Mas untuk juga bersama Pemerintah dalam pengembangan produksi garam. “Indonesia mengimpor 7,7 metrik ton garam setiap tahunnya. Kita di NTT punya peluang besar menghasilkan garam untuk suplai kebutuhan garam nasional. Produksi Garam di Kabupaten Kupang nantinya dapat mencapai 120.000 ton sehingga kita juga butuh banyak mesin untuk kelola tambak garam dan saya minta agar Obor Mas juga ikut serta dalam mendatangkan mesin untuk membantu pengolahan tambak garam,” ujar Gubernur.
“Saya juga mengucapkan HUT ke-50 KSP Kopdit Obor Mas. Dan mari kita terus kerja kolaboratif dengan semua pihak. Dan terus melakukan pekerjaan yang penuh inovatif dan kreatitifitas,” ungkapnya.
Beliau menambahkan, saat ini Pemerintah juga berusaha untuk mengembangkan energi panas matahari di Pulau Sumba untuk nantinya dimanfaatkan dalam membantu aktivitas ekonomi masyarakat di NTT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Bupati Sikka Roberto Diogo menjelaskan KSP Kopdit Obor Mas sudah mulai melakukan transformasi digitalisasi. “Koperasi Obor Mas merupakan salah satu KSP yang sudah memulai dengan konsep dan manajemen digitalisasi sebagai bagian dari revolusi 4.0,” ungkapnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Ikuti Kami
Subscribe


















