onlinentt.com-Rote Ndao — Perjalanan hidup tidak selalu diisi keberhasilan. Ada kalanya seseorang mengalami kegagalan, menghadapi persoalan, kehilangan semangat, bahkan harus terjatuh berkali-kali. Namun, kejatuhan bukanlah akhir dari perjalanan.
Pesan penuh penguatan itu menjadi bagian penting dalam Pembinaan Rohani Kristen yang dilaksanakan SMA N 1 Lobalain, Kamis, 24 September 2026, pukul 07.30 WITA, bertempat di aula dan halaman sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengangkat tema “Bangkit Bersama Tuhan”, pembinaan rohani tersebut menghadirkan Ps. Choi Il Gyu dari Korea Selatan sebagai pembicara.
Khotbah diterjemahkan oleh Pdt. Dr. David Latuparisa dengan dasar firman Tuhan dari Mazmur 37:24.
Dalam penyampaiannya, Ps. Choi Il Gyu mengingatkan para siswa bahwa setiap manusia dapat menghadapi kegagalan dan berbagai persoalan dalam kehidupannya. Bahkan, seseorang bisa saja jatuh berkali-kali.
Namun, persoalan yang paling penting bukan berapa kali seseorang jatuh, melainkan apakah ia memiliki keberanian untuk kembali berdiri dan melanjutkan perjalanan bersama Tuhan.
Pesan tersebut menjadi sangat relevan bagi generasi muda yang saat ini tumbuh di tengah perkembangan zaman dengan berbagai tantangan dan godaan. Para siswa diajak untuk tidak menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk menyerah.
Sebaliknya, setiap persoalan harus dihadapi dengan iman, keteguhan hati dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.
Para siswa juga diingatkan bahwa dalam keadaan sulit sekalipun, mereka tidak berjalan sendirian.
Ada pertolongan Tuhan yang diyakini mampu memberikan kekuatan ketika manusia berada dalam keadaan lemah.
Pembinaan rohani ini diikuti seluruh siswa serta bapak dan ibu guru SMA N 1 Lobalain yang beragama Kristen.
Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan mental dan spiritual siswa menjelang pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) yang dijadwalkan dimulai pada Senin, 28 September 2026.
Menjelang ujian, para siswa tidak hanya dituntut mempersiapkan diri melalui belajar dan penguasaan materi.
Kesiapan mental, ketenangan, kedisiplinan dan keyakinan juga menjadi bagian penting agar setiap siswa mampu menjalani ujian dengan penuh tanggung jawab.
Melalui pembinaan ini, siswa didorong untuk melakukan usaha terbaik, belajar dengan tekun dan menghadapi ujian dengan percaya diri, sembari menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan.
Pelaksanaan ibadah turut mendapat dukungan dari Tim Altar PERSISTEN SMA N 1 Lobalain.
Pelayanan dipimpin Nadya Nuban sebagai pemimpin pujian, bersama Yosua Luji dan Debrilin Nggadas sebagai singers, serta Cheril Rupidara sebagai pemain musik.
Seluruh pengurus PERSISTEN juga mengambil bagian dalam pelayanan di bawah pembinaan Andre Mbolik, S.Si., Gr.
Bagi keluarga besar SMA N 1 Lobalain, pembinaan rohani tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kehidupan iman sekaligus memberikan bekal kepada para siswa dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan mereka ke depan.
Sebab, pendidikan tidak hanya berbicara tentang nilai akademik. Karakter, ketahanan diri, iman dan kemampuan untuk bangkit ketika menghadapi kegagalan juga menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda.
Pesan yang tertanam dalam kegiatan tersebut pun sederhana namun mendalam: ketika jatuh, jangan berhenti.
Bangkit, melangkah kembali dan tetap percaya bahwa Tuhan menyertai setiap perjuangan.*




















