onlinentt.com – Ba’a, Rote Ndao | Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai membuka ruang baru bagi dunia pendidikan.
Di tengah perubahan tersebut, SMA Negeri 1 Lobalain menunjukkan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui partisipasi dalam Workshop “Pemanfaatan AI yang Efisien dan Etis untuk Mendukung Pembelajaran dan Literasi Indonesia” di UPTD SD Inpres Mokdale, Selasa (13/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA itu menjadi ruang pembelajaran bagi para pendidik untuk memahami bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan secara tepat guna dalam menunjang proses belajar-mengajar, sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah.
Workshop dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao, Calvin Lango, S.STP., M.Tr.I.P. Kehadiran unsur pemerintah daerah dalam kegiatan ini menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas tenaga pendidik agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.
Bagi SMA Negeri 1 Lobalain, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas wawasan dan meningkatkan kesiapan guru menghadapi perubahan pola pembelajaran di era digital.
Teknologi tidak lagi hanya menjadi pelengkap, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkaya metode mengajar, mengembangkan materi pembelajaran, serta mendorong kreativitas guru dan peserta didik.
Empat perwakilan SMA Negeri 1 Lobalain yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Yedid Y. Bessie, S.Th., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, bersama Marlina Ferroh, Riyan Sinlae, dan Ida Rahayu.
Partisipasi ini mencerminkan kesadaran bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kemauan untuk terus belajar, terbuka terhadap inovasi, dan mampu memilah perkembangan teknologi yang benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik.
Pemanfaatan AI menawarkan berbagai peluang bagi guru, mulai dari membantu menyusun bahan ajar, merancang ide pembelajaran yang lebih menarik, hingga menyediakan alternatif pendekatan untuk menjelaskan materi yang sulit dipahami.
Dengan pemanfaatan yang tepat, teknologi ini dapat mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi masa kini.
Namun, kemudahan teknologi juga menuntut tanggung jawab yang lebih besar. Guru dan peserta didik perlu memahami pentingnya memeriksa kebenaran informasi, menjaga kejujuran akademik, menghormati karya orang lain, serta melindungi data pribadi ketika menggunakan perangkat berbasis AI.
Karena itu, pemanfaatan kecerdasan buatan tidak boleh menghilangkan nilai-nilai dasar pendidikan.
Teknologi harus tetap ditempatkan sebagai alat bantu, sedangkan guru memegang peran penting dalam membimbing, membentuk karakter, menanamkan nilai moral, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Pemanfaatan AI menawarkan berbagai peluang bagi guru, mulai dari membantu menyusun bahan ajar, merancang ide pembelajaran yang lebih menarik, hingga menyediakan alternatif pendekatan untuk menjelaskan materi yang sulit dipahami.
Dengan pemanfaatan yang tepat, teknologi ini dapat mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi masa kini.
Namun, kemudahan teknologi juga menuntut tanggung jawab yang lebih besar. Guru dan peserta didik perlu memahami pentingnya memeriksa kebenaran informasi, menjaga kejujuran akademik, menghormati karya orang lain, serta melindungi data pribadi ketika menggunakan perangkat berbasis AI.
Karena itu, pemanfaatan kecerdasan buatan tidak boleh menghilangkan nilai-nilai dasar pendidikan. Teknologi harus tetap ditempatkan sebagai alat bantu, sedangkan guru memegang peran penting dalam membimbing, membentuk karakter, menanamkan nilai moral, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Semangat inilah yang menjadi bagian penting dari keikutsertaan SMA Negeri 1 Lobalain dalam workshop tersebut. Sekolah diharapkan tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mampu mengarahkan pemanfaatannya agar memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan budaya literasi.
AI bukan untuk menggantikan guru, tetapi menjadi alat yang membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan relevan dengan perkembangan zaman.”
Pesan tersebut menegaskan bahwa kemajuan pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang digunakan, melainkan oleh kemampuan pendidik dalam mengelolanya secara bijaksana demi kebutuhan belajar peserta didik.
Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 1 Lobalain terus memperkuat langkah menuju lingkungan pendidikan yang adaptif, inovatif, dan bertanggung jawab.
Sebab, ketika teknologi digunakan dengan pengetahuan, etika, dan tujuan yang benar, peluang untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna akan semakin terbuka.*



















